• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Market

Geliat Reksa Dana di Tahun Naga

by Sandy Romualdus
16 Januari 2012 - 00:00
11
VIEWS
Geliat Reksa Dana di Tahun Naga
0
SHARES
11
VIEWS

Di tengah ancaman krisis global dan tren turunnya suku bunga di dalam negeri, instrumen reksa dana dinilai sebagai salah satu pilihan tepat bagi investor. Mengapa?

Oleh : Lila Intana

  • Baca juga: Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

 

BERITA TERKAIT

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bagi para pemilik dana, akhir tahun selalu menjadi momentum untuk menghitung kembali investasi yang sudah dilakukan. Momen tersebut sekaligus juga digunakan untuk merencanakan investasi di tahun yang baru. Lalu dimanakah keranjang investasi yang paling potensial memberikan keuntungan di Tahun Naga Air ini atau minimal agar “telur” investasi bisa menetas dengan aman tahun ini?

Tahun ini, investor tampaknya akan berhitung lebih hati-hati sebelum menempatkan dananya di saat kisruh sektor keuangan di dua kutub perekonomian, Eropa dan Amerika Serikat, belum mereda. Di samping tentunya faktor-faktor makroekonomi dalam negeri, seperti inflasi, tingkat bunga serta pertumbuhan ekonomi.

Bagi para risk taker, makin besar potensi keuntungan makin baik meskipun searah dengan besarnya risiko. Meski dana yang dimiliki terbatas, pilihan menaruh uang di bank menjadi opsi ke sekian karena suku bunga deposito yang rendah. Sebaliknya kondisi pasar modal yang belum stabil bisa jadi malah membuat investor lebih tertarik karena potensi keuntungan yang besar.

Namun berinvestasi di saham memerlukan keahlian khusus dan modal yang tidak sedikit. Tapi jangan takut, investor yang modalnya terbatas dan belum berpengalaman bisa memilih berinvestasi di reksa dana saham (RDS). Investasi ini menempatkan hampir 80 persen dana pada instrumen saham.

Memang secara total, tahun lalu instrumen RDS kalah kinclong dari tahun-tahun sebelumnya. Sepanjang Januari- November kemarin, rata-rata return RDS, baik konvensional maupun syariah minus 4,35 persen. Meskipun demikian jika ditilik lebih dalam lagi, angka total itu tidak sepenuhnya menggambarkan RDS yang lesu karena terdapat 15 RDS yang sukses membukukan return di atas pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 2011.

Di antara yang untung itu adalah RDS Makinta Mantap milik PT Makinta Securities yang mampu membukukan pertumbuhan return sebesar 16,04 persen. Pertumbuhan return tertinggi kedua dibukukan RDS Panin Dana Maksima milik PT Panin Asset Management sebesar 6,92 persen. RDS Millenium Equity milik PT Millenium Danatama Indonesia mencatatkan return 6,47 persen, menduduki peringkat ketiga terbesar.

Setidaknya begitulah berdasarkan data PT Infovesta Utama, perusahaan penyedia jasa informasi dan riset independen untuk reksa dana dan obligasi. Menurut sumber yang sama pada 2010, return RDS mampu mencapai 30,63 persen, yang terutama ditunjang oleh kenaikan IHSG yang mencapai 46,13 persen. Imbal hasil tertinggi sempat terjadi pada 2009 tatkala return RDS mencapai 80 persen. Bahkan, beberapa RDS sekuritas mencetak return di atas 150 persen setahun!

Bagaimana peluang RDS di 2012? Infovesta Utama memproyeksikan pertumbuhan return-nya akan mampu menyentuh level 18-20 persen meski krisis Eropa masih menghantui. Proyeksi itu sejalan dengan prediksi IHSG yang akan terapresiasi hingga ke level 4.600-4.700.

  • Baca juga: Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

“Rata-rata return RDS itu dengan asumsi indeks 4.600. Memang saat ini semua juga berdasar asumsi. Cuma memang mesti hati-hati ngomong, kami melihat dari berbagai sisi,” kata analis riset Infovesta Utama, Edbert Suryajaya.

Bahkan dengan laporan dari lembaga pemeringkat Fitch yang menaikkan peringkat Indonesia ke level investment grade, membuat peluang naiknya indeks saham makin terbuka.

Fitch Ratings menaikkan peringkat utang menjadi BBB- dari BB+ dengan outlook atas kedua peringkat tersebut Stabil. Country Ceiling juga dinaikkan menjadi ‘BBB”, dan Short-Term Foreign-Currency dinaikkan menjadi F3 yang membuat Indonesia sejajar dengan beberapa negara maju.

Dengan kondisi itu pula maka banyak pelaku yang optimistis kinerja RDS juga akan meningkat seiring dengan kenaikan indeks saham, meski kondisi Eropa tetap menjadi perhatian. “Dari sisi valuasi mestinya lebih murah dari awal tahun. Kalau dibandingkan dengan deposito itu earning yield-nya 8 persen, obligasi 6 persen, RDS ke depan kami rasa cukup baik,” kata Direktur Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia Putut Andanawarih.

Jangka Panjang

Tetapi bukan berarti tidak ada peluang instrumen investasi itu tidak memberikan hasil seperti yang diharapkan terutama dalam waktu singkat. Meski begitu Ketua Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) Abipriyadi Riyanto tetap merekomendasikan investor untuk tetap berinvestasi di reksa dana karena dalam jangka panjang tetap menguntungkan.

“Untuk berinvestasi di reksa dana itu tidak cukup hanya setahun. Tapi setidaknya butuh waktu lima tahun hingga 10 tahun,” kata dia.

Dia mengibaratkan berinvestasi dalam reksa dana tersebut harus dibangun sedikit demi sedikit seperti menyusun bata. “Jadi investor jangka panjang sebaiknya investasi terus per bulannya. Nah, nanti lihat hasilnya di 2017 ke atas seperti apa,” paparnya.

Abi menambahkan, krisis di Eropa memang akan berpengaruh, namun dalam kurun waktu jangka pendek, bukan pada kurun waktu jangka panjang.

  • Baca juga: Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Sekedar informasi, dana kelolaan reksa dana per akhir Oktober tahun lalu mencapai Rp27,91 triliun. Total dana kelolaan tersebut berasal dari reksa dana sebesar Rp10,5 triliun, lalu Rp2,5 triliun dari bisnis penasihat keuangan dan sisanya berasal dari kontrak pengelolaan dana (KPD). SP

 

 
 
 
 
 
Previous Post

Wajah Ganda Investment Grade

Next Post

Sensasi Mobil Konsep di Tahun Naga

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 19:53

Hans Kwee menilai bursa RI mustahil turun kelas ke Standalone Market di tengah pendapatan emiten kuartal II/2026 yang tumbuh 13,31...

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 19:45

OJK menjatuhkan denda rekor total Rp2,1 triliun kepada DSSA, BREN, dan CUAN atas pelanggaran manipulasi pasar dan penjatahan semu penawaran...

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 11:34

MSCI mengusulkan penurunan status bursa saham Indonesia langsung ke Standalone Market akibat isu transparansi free float dan dugaan transaksi terkoordinasi....

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 10:33

Rupiah terperosok ke level Rp18.000 per dolar AS bersamaan dengan trading halt IHSG, Bank Indonesia gelar intervensi terpadu di pasar...

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 09:19

IHSG dibuka anjlok 8,01 persen ke level 5.393,92 pada Jumat (16/10/2026), memicu penghentian sementara perdagangan BEI akibat sentimen usulan MSCI...

Ancam Arus Modal Ratusan Triliun Rupiah: MSCI Konsultasikan Status Bursa Efek Indonesia

Ancam Arus Modal Ratusan Triliun Rupiah: MSCI Konsultasikan Status Bursa Efek Indonesia

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 08:12

MSCI membuka konsultasi usulan penurunan status pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market yang diputuskan Juni 2027. Stabilitas.id...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
BI: Efisiensi Melalui Interkoneksi ATM

BI: Efisiensi Melalui Interkoneksi ATM

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance