• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Sabtu, Juni 20, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Market

Geliat Reksa Dana di Tahun Naga

oleh Sandy Romualdus
16 Januari 2012 - 00:00
11
Dilihat
Geliat Reksa Dana di Tahun Naga
0
Bagikan
11
Dilihat

Di tengah ancaman krisis global dan tren turunnya suku bunga di dalam negeri, instrumen reksa dana dinilai sebagai salah satu pilihan tepat bagi investor. Mengapa?

Oleh : Lila Intana

 

BERITA TERKAIT

Sasar Komunitas Muda Blok M, CIMB Niaga Tebar Cashback 50% di ‘Ada OCTO Land’

BNI Dukung Penanganan Stunting di Pangalengan Lewat Program Desa Sehat

Andalkan AI dan Platform Elevate, SIG Rombak Total Sistem Manajemen Performa

Kemenkeu Kantongi Dukungan Beijing, Penerbitan Panda Bond Dipercepat

Bagi para pemilik dana, akhir tahun selalu menjadi momentum untuk menghitung kembali investasi yang sudah dilakukan. Momen tersebut sekaligus juga digunakan untuk merencanakan investasi di tahun yang baru. Lalu dimanakah keranjang investasi yang paling potensial memberikan keuntungan di Tahun Naga Air ini atau minimal agar “telur” investasi bisa menetas dengan aman tahun ini?

Tahun ini, investor tampaknya akan berhitung lebih hati-hati sebelum menempatkan dananya di saat kisruh sektor keuangan di dua kutub perekonomian, Eropa dan Amerika Serikat, belum mereda. Di samping tentunya faktor-faktor makroekonomi dalam negeri, seperti inflasi, tingkat bunga serta pertumbuhan ekonomi.

Bagi para risk taker, makin besar potensi keuntungan makin baik meskipun searah dengan besarnya risiko. Meski dana yang dimiliki terbatas, pilihan menaruh uang di bank menjadi opsi ke sekian karena suku bunga deposito yang rendah. Sebaliknya kondisi pasar modal yang belum stabil bisa jadi malah membuat investor lebih tertarik karena potensi keuntungan yang besar.

Namun berinvestasi di saham memerlukan keahlian khusus dan modal yang tidak sedikit. Tapi jangan takut, investor yang modalnya terbatas dan belum berpengalaman bisa memilih berinvestasi di reksa dana saham (RDS). Investasi ini menempatkan hampir 80 persen dana pada instrumen saham.

Memang secara total, tahun lalu instrumen RDS kalah kinclong dari tahun-tahun sebelumnya. Sepanjang Januari- November kemarin, rata-rata return RDS, baik konvensional maupun syariah minus 4,35 persen. Meskipun demikian jika ditilik lebih dalam lagi, angka total itu tidak sepenuhnya menggambarkan RDS yang lesu karena terdapat 15 RDS yang sukses membukukan return di atas pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 2011.

Di antara yang untung itu adalah RDS Makinta Mantap milik PT Makinta Securities yang mampu membukukan pertumbuhan return sebesar 16,04 persen. Pertumbuhan return tertinggi kedua dibukukan RDS Panin Dana Maksima milik PT Panin Asset Management sebesar 6,92 persen. RDS Millenium Equity milik PT Millenium Danatama Indonesia mencatatkan return 6,47 persen, menduduki peringkat ketiga terbesar.

Setidaknya begitulah berdasarkan data PT Infovesta Utama, perusahaan penyedia jasa informasi dan riset independen untuk reksa dana dan obligasi. Menurut sumber yang sama pada 2010, return RDS mampu mencapai 30,63 persen, yang terutama ditunjang oleh kenaikan IHSG yang mencapai 46,13 persen. Imbal hasil tertinggi sempat terjadi pada 2009 tatkala return RDS mencapai 80 persen. Bahkan, beberapa RDS sekuritas mencetak return di atas 150 persen setahun!

Bagaimana peluang RDS di 2012? Infovesta Utama memproyeksikan pertumbuhan return-nya akan mampu menyentuh level 18-20 persen meski krisis Eropa masih menghantui. Proyeksi itu sejalan dengan prediksi IHSG yang akan terapresiasi hingga ke level 4.600-4.700.

“Rata-rata return RDS itu dengan asumsi indeks 4.600. Memang saat ini semua juga berdasar asumsi. Cuma memang mesti hati-hati ngomong, kami melihat dari berbagai sisi,” kata analis riset Infovesta Utama, Edbert Suryajaya.

Bahkan dengan laporan dari lembaga pemeringkat Fitch yang menaikkan peringkat Indonesia ke level investment grade, membuat peluang naiknya indeks saham makin terbuka.

Fitch Ratings menaikkan peringkat utang menjadi BBB- dari BB+ dengan outlook atas kedua peringkat tersebut Stabil. Country Ceiling juga dinaikkan menjadi ‘BBB”, dan Short-Term Foreign-Currency dinaikkan menjadi F3 yang membuat Indonesia sejajar dengan beberapa negara maju.

Dengan kondisi itu pula maka banyak pelaku yang optimistis kinerja RDS juga akan meningkat seiring dengan kenaikan indeks saham, meski kondisi Eropa tetap menjadi perhatian. “Dari sisi valuasi mestinya lebih murah dari awal tahun. Kalau dibandingkan dengan deposito itu earning yield-nya 8 persen, obligasi 6 persen, RDS ke depan kami rasa cukup baik,” kata Direktur Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia Putut Andanawarih.

Jangka Panjang

Tetapi bukan berarti tidak ada peluang instrumen investasi itu tidak memberikan hasil seperti yang diharapkan terutama dalam waktu singkat. Meski begitu Ketua Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) Abipriyadi Riyanto tetap merekomendasikan investor untuk tetap berinvestasi di reksa dana karena dalam jangka panjang tetap menguntungkan.

“Untuk berinvestasi di reksa dana itu tidak cukup hanya setahun. Tapi setidaknya butuh waktu lima tahun hingga 10 tahun,” kata dia.

Dia mengibaratkan berinvestasi dalam reksa dana tersebut harus dibangun sedikit demi sedikit seperti menyusun bata. “Jadi investor jangka panjang sebaiknya investasi terus per bulannya. Nah, nanti lihat hasilnya di 2017 ke atas seperti apa,” paparnya.

Abi menambahkan, krisis di Eropa memang akan berpengaruh, namun dalam kurun waktu jangka pendek, bukan pada kurun waktu jangka panjang.

Sekedar informasi, dana kelolaan reksa dana per akhir Oktober tahun lalu mencapai Rp27,91 triliun. Total dana kelolaan tersebut berasal dari reksa dana sebesar Rp10,5 triliun, lalu Rp2,5 triliun dari bisnis penasihat keuangan dan sisanya berasal dari kontrak pengelolaan dana (KPD). SP

 

 
 
 
 
 
Sebelumnya

Wajah Ganda Investment Grade

Selanjutnya

Sensasi Mobil Konsep di Tahun Naga

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Tertahan di Level ‘Gocap’, GOTO Kebut Restu Buyback Saham Rp3,5 Triliun

Tertahan di Level ‘Gocap’, GOTO Kebut Restu Buyback Saham Rp3,5 Triliun

oleh Stella Gracia
18 Juni 2026 - 11:17

Stabilitas.id – Setelah pergerakan harga sahamnya tertidur pulas di level terendah Rp50 per lembar alias "gocap" selama lebih dari sebulan,...

Rupiah, Capital Outflow dan Trikotomi Friedmen*

Tiga Motor Penopang Beraksi, Rupiah Dibidik Menguat ke Rp17.500 per Dolar AS

oleh Stella Gracia
17 Juni 2026 - 17:13

Stabilitas.id – Langkah sinkronisasi kebijakan antara otoritas moneter dan fiskal sukses membangun benteng pertahanan yang solid bagi mata uang Garuda....

Ketika Sungai Mulai Mengering

Proyeksi Valas Q3/2026: Euro dan Poundsterling Bersiap Unjuk Gigi Lawan Dolar AS

oleh Stella Gracia
17 Juni 2026 - 17:13

Stabilitas.id – Pergerakan pasar valuta asing (valas) utama dunia diproyeksikan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS)....

Rombak Direksi, RUPST Bukit Asam (PTBA) Setujui Dividen Tunai Rp1,32 Triliun

Selat Hormuz Dibuka, Harga Emas Global US$4.325 & Antam Dibidik Tembus Rp3,1 Juta

oleh Stella Gracia
17 Juni 2026 - 17:13

Stabilitas.id – Pamor logam mulia sebagai instrumen lindung nilai (hedging) utama dunia kembali bersinar terang. Kendati tensi geopolitik Timur Tengah...

Perluas Akses Investasi Global, BRI Hadirkan Reksa Dana USD Batavia

Perluas Akses Investasi Global, BRI Hadirkan Reksa Dana USD Batavia

oleh Stella Gracia
15 Juni 2026 - 16:23

Stabilitas.id -  PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat layanan wealth management dengan menghadirkan pilihan investasi global...

Bidik Kredit Konsumer, BRI (BBRI) Tebar Promo KPR Bunga Mulai 2,50% dan Tenor 20 Tahun

BRI Siapkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

oleh Stella Gracia
15 Juni 2026 - 07:41

Stabilitas.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI (BBRI) mengumumkan rencana pembelian kembali saham dalam kondisi pasar yang...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Manjakan Investor Ritel, BBCA Berencana Bagikan Dividen Interim Setiap Kuartal

    Tekanan Rebalancing MSCI Mereda, Saham BCA (BBCA) Siap Rebound ke Level Rp6.000

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Danamon-Manulife Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Freeport Indonesia Setor Rp4,8 Triliun ke Pemda Papua, Total Kontribusi Negara Tembus Rp75 T

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Plus Minus Perdagangan Karbon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gebrakan Ekonomi Desa, Presiden Prabowo Resmikan Operasional 1.061 Koperasi Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Sasar Komunitas Muda Blok M, CIMB Niaga Tebar Cashback 50% di ‘Ada OCTO Land’

BNI Dukung Penanganan Stunting di Pangalengan Lewat Program Desa Sehat

Andalkan AI dan Platform Elevate, SIG Rombak Total Sistem Manajemen Performa

Kemenkeu Kantongi Dukungan Beijing, Penerbitan Panda Bond Dipercepat

Kedok IPO Fiktif & Jasa Pelunasan Pinjol Dibongkar, Satgas PASTI Sikat Dua Entitas Ini

Perkuat Beyond Mortgage, BTN (BBTN) Gandeng Pemprov DKI dan Kementerian UMKM

Jaga Stabilitas PVML, OJK Longgarkan Aturan Modal Asing & Batasi Pemain Paylater

Resmi! Satgas PASTI Terbitkan SP 10, Tindak KOL Pempromosi Aset Digital Bodong

Laba Bank BSN Mengalir Deras, Tercatat Melampaui 40%

STABILITAS CHANNEL

 
Selanjutnya
BI: Efisiensi Melalui Interkoneksi ATM

BI: Efisiensi Melalui Interkoneksi ATM

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance