• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Jumat, Maret 6, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Ekonomi Industri

Harga Emas Sempat Fluktuatif, HRTA Melihat Permintaan Tetap Kuat

oleh Sandy Romualdus
9 Februari 2026 - 16:14
45
Dilihat
HRTA Gold Insights November 2025: Memahami Tren Harga Emas Terkini dan Peluang Ke Depan
0
Bagikan
45
Dilihat

Stabilitas.id – Harga emas global mencatatkan lonjakan signifikan di awal tahun 2026, di tengah dinamika geopolitik dan ketidakpastian kebijakan global. Pada 29 Januari 2026, harga emas dunia mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di level USD5.594 per ounce, meningkat tajam dari posisi USD4.372 per ounce pada awal Januari. Secara year-to-date dan month-to-date, harga emas telah naik sekitar 24%. Dalam denominasi Rupiah, kenaikan harga emas bahkan lebih terasa saat sempat menyentuh level Rp3.021.839 per gram, mencatatkan pertumbuhan sekitar 28% YTD/MTD, seiring dengan pelemahan nilai tukar Rupiah ke kisaran Rp16.790 per dolar AS.

Namun, harga emas global sempat mengalami koreksi tajam lebih dari 10%, turun ke kisaran USD 4.400 per ounce dalam beberapa hari berikutnya. Koreksi ini dipicu oleh penguatan dolar AS dan respons pasar terhadap ekspektasi kebijakan moneter AS yang lebih ketat. Di pasar domestik, volatilitas juga terlihat. Pada awal Februari 2026, harga emas batangan sempat turun sekitar Rp183.000 per gram dalam satu hari, mencerminkan sensitivitas pasar terhadap dinamika global. Meski demikian, harga tetap berada jauh di atas level awal tahun, menegaskan bahwa tren jangka menengah emas masih berada dalam fase penguatan.

“Koreksi jangka pendek ini justru menunjukkan karakter emas sebagai aset yang likuid dan responsif terhadap dinamika global, sekaligus membuka peluang akumulasi bagi konsumen yang ingin menabung untuk jangka panjang. Ketidakpastian geopolitik, risiko fiskal, serta arah kebijakan moneter global terus mendorong minat terhadap emas,” ujar Thendra Crisnanda, Direktur Investor Relations PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA).

BERITA TERKAIT

HRTA Raih Akreditasi KAN, Tegaskan Komitmen pada Standar Emas Kelas Dunia

Tarif Pesawat dan Harga Emas Angkat Inflasi November, BI Pastikan Sasaran Aman

HRTA Gold Insights November 2025: Memahami Tren Harga Emas Terkini dan Peluang Ke Depan

Emas Tembus USD 4.356 per Ounce, HRTA Optimistis Permintaan Tetap Kuat

Didorong Geopolitik, Kebijakan Moneter, dan Pembelian Bank Sentral

Kenaikan harga emas pada Januari 2026 terjadi di tengah dinamika geopolitik dan makroekonomi global yang penuh ketidakpastian. Sejumlah isu internasional, mulai dari potensi government shutdown di Amerika Serikat hingga ketegangan geopolitik, mendorong masyarakat untuk kembali melirik emas sebagai tabungan bernilai yang dapat membantu menjaga nilai aset secara bertahap dan jangka panjang. Di saat yang sama, kondisi makroekonomi AS yang relatif stabil dengan inflasi di kisaran 2% serta sikap The Fed yang masih menahan suku bunga turut membentuk ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter ke depan, yang berdampak langsung pada pergerakan harga emas global.

Dari sisi makroekonomi, inflasi Amerika Serikat tercatat stabil di kisaran 2%, dengan The Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuannya. Bank Indonesia juga mengambil sikap serupa untuk menjaga stabilitas nilai tukar, sementara inflasi Indonesia pada Desember 2025 berada di level 2,9%, masih dalam target Bank Indonesia. Pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026 dapat mencapai sekitar 5%.

Di sisi permintaan global, bank sentral dunia masih mencatatkan pembelian emas dalam volume besar. Data perdagangan Swiss menunjukkan ekspor emas Swiss meningkat 27% secara bulanan pada Desember 2025, mencerminkan kuatnya permintaan global. World Gold Council mencatat hingga kuartal III 2025, Amerika Serikat masih menjadi pemegang cadangan emas terbesar dengan 8.133 ton, diikuti negara-negara Eropa Barat sebesar 10.727 ton, Eropa Timur dan Tengah 3.985 ton, serta Tiongkok 2.303 ton.

Proyeksi Harga Emas 2026: Konsensus Tetap Tinggi

Sejumlah institusi keuangan global telah menaikkan proyeksi harga emas untuk 2026. Deutsche Bank menargetkan harga emas mencapai USD6.000 per ounce. Morgan Stanley memproyeksikan skenario bullish di level USD5.700 per ounce. UBS AG menaikkan targetnya menjadi USD6.200 per ounce untuk periode kuartal I–III 2026, sebelum memperkirakan koreksi moderat ke sekitar USD5.900 di akhir tahun. Sementara itu, Goldman Sachs mempertahankan target USD5.400 per ounce hingga akhir 2026, meskipun level tersebut telah tercapai pada akhir Januari.

Secara umum, konsensus pasar menempatkan harga emas 2026 di kisaran USD5.000–6.000 per ounce, mencerminkan ekspektasi berlanjutnya permintaan safe haven dan lingkungan suku bunga riil yang relatif rendah.

Di tengah reli harga emas global, saham PT Hartadinata Abadi Tbk mencatatkan kinerja yang menonjol sepanjang 2025. Saham HRTA melonjak sekitar 580% secara tahunan, dari Rp328 per saham menjadi Rp2.150 per saham pada penutupan akhir 2025, dengan valuasi sekitar 14 kali price-to-earnings (PE).

Kinerja tersebut mencerminkan kepercayaan pasar terhadap fundamental dan prospek pertumbuhan Perseroan. Bahkan saat pasar saham domestik mengalami tekanan, termasuk akibat penyesuaian indeks MSCI yang sempat melemahkan IHSG, saham HRTA relatif menunjukkan ketahanan dibandingkan pasar secara keseluruhan.

“Dengan fundamental yang terjaga dan ekosistem bisnis emas yang semakin terintegrasi, kami melihat momentum harga emas saat ini sebagai peluang untuk memperkuat peran HRTA dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik, baik untuk investasi, konsumsi, maupun ekosistem emas nasional,” tambah Thendra.

Sebagai informasi, harga terbaru HRTA Gold per 9 Februari 2026, pukul 13.17 WIB tercatat sebesar Rp 2.926.000 per gram. Informasi harga emas HRTA Gold serta harga buyback terbaik yang diperbarui secara berkala dan dapat diakses melalui melalui website hrtagold.id/en/gold-price, atau melalu aplikasi HRTA Gold yang tersedia di App Store maupun Play Store. Pengguna juga dapat melakukan transaksi emas fisik maupun buyback secara praktis dan aman, serta mendapatkan referensi terkini dalam merencanakan tabungan emasnya.***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tags: harga emasHRTA
 
 
 
 
Sebelumnya

BNI Gelar Market Outlook 2026, Perkuat Ketahanan Pasar Modal di Tengah Tantangan Siber

Selanjutnya

Mahakarya 76 Tahun BTN: Melampaui KPR, Memahat Laba dari Efisiensi dan Inovasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Seni Cadas 44.000 Tahun Tetap Lestari, Indeks Kehati Semen Tonasa Meroket

Seni Cadas 44.000 Tahun Tetap Lestari, Indeks Kehati Semen Tonasa Meroket

oleh Sandy Romualdus
5 Maret 2026 - 17:28

Stabilitas.id — PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui anak usahanya, PT Semen Tonasa, menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian Leang...

Direktur Berlian Laju Tanker (BLTA) Yulian Hery Mundur, Manajemen Jamin Operasional Aman

Direktur Berlian Laju Tanker (BLTA) Yulian Hery Mundur, Manajemen Jamin Operasional Aman

oleh Stella Gracia
2 Maret 2026 - 14:42

Stabilitas.id — Emiten pelayaran spesialis pengangkutan barang cair dan gas, PT Berlian Laju Tanker Tbk. (BLTA), mengumumkan pengunduran diri salah...

Pendapatan Terkoreksi, Laba Bersih Astra Turun 3,33% Jadi Rp32,76 Triliun pada 2025

Pendapatan Terkoreksi, Laba Bersih Astra Turun 3,33% Jadi Rp32,76 Triliun pada 2025

oleh Stella Gracia
27 Februari 2026 - 15:10

Stabillitas.id — PT Astra International Tbk. (ASII) melaporkan kinerja keuangan yang cenderung melambat sepanjang tahun buku 2025. Emiten konglomerasi ini...

SIG Catatkan Nihil Fatalitas Sepanjang 2025, Fokus Transformasi Budaya K3

SIG Catatkan Nihil Fatalitas Sepanjang 2025, Fokus Transformasi Budaya K3

oleh Sandy Romualdus
26 Februari 2026 - 15:52

Stabilitas.id — PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SIG) berhasil mencatatkan rapor hijau dalam implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan...

Strategi Ekonomi Sirkular Semen Merah Putih: Kelola Limbah Organik Lewat Budidaya Maggot

oleh Stella Gracia
26 Februari 2026 - 12:48

Stabilitas.id — Menyambut Ramadan dan memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, produsen Semen Merah Putih, PT Cemindo Gemilang Tbk....

Shopee Ramal ‘Clean Look’ Jadi Tren Hijab Ramadan 2026, Bahan Serat Bambu Kian Diminati

Shopee Ramal ‘Clean Look’ Jadi Tren Hijab Ramadan 2026, Bahan Serat Bambu Kian Diminati

oleh Stella Gracia
25 Februari 2026 - 13:07

Stabilitas.id — Platform e-commerce Shopee memprediksi tren hijab Ramadan 2026 akan didominasi oleh gaya clean look yang mengutamakan kenyamanan material...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Tekan Risiko dan Overutilitas, OJK Terbitkan POJK 33 dan POJK 36

    Catut Nama Perusahaan Asing, Satgas PASTI Blokir AMG Pantheon dan Mbastack

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST Bank Jateng Angkat Bambang Widiyatmoko Jadi Dirut, Adnas Jabat Komut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Skandal BEBS Terkuak: OJK Geledah Kantor PT MASI Terkait Goreng Saham hingga 7.000 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga BBM Oktober 2025: Pertamina Naikkan Dexlite dan Pertamina Dex, Subsidi Tetap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Akhiri Riwayat BPR Bank Cirebon, Ini Kronologi Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Skandal BPR Panca Dana Depok: Modus Kredit Fiktif Rp32 Miliar dan Bobol Deposito

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kompak Naik! Ini Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo per 2 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Transformasi BRIVolution Berhasil, Laba Anak Usaha BRI Group Melejit Rp10,38 Triliun

Transaction Banking BRI Tumbuh Impresif, Dorong Penguatan Dana Murah

Transaksi Mandiri Agen Melesat 89 Persen, Ekonomi Desa Jadi Motor Pertumbuhan

BNI Perkuat Sinergi dengan Merchant lewat BNI wondrful Iftar 2026

Pakar Investasi MUFG Nobuya Kawasaki Calon Nakhoda Baru Bank Danamon

Livin’ Fest Heritage Raya: Bank Mandiri Siapkan Cicilan 0% dan Cashback Rp8,88 Juta

Seni Cadas 44.000 Tahun Tetap Lestari, Indeks Kehati Semen Tonasa Meroket

Stress Test Kemenkeu: Defisit 2026 Dijamin Tetap di Bawah 3 Persen Meski Harga Minyak Naik

Misi Humanising Financial Services, Maybank Indonesia Tebar Santunan Rp1,98 Miliar di 20 Kota

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Mahakarya 76 Tahun BTN: Melampaui KPR, Memahat Laba dari Efisiensi dan Inovasi

Mahakarya 76 Tahun BTN: Melampaui KPR, Memahat Laba dari Efisiensi dan Inovasi

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance