• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Rabu, Januari 14, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Perbankan

Hindari Tertipu Investasi Bodong, UOB Kenalkan Metode Risk-First

Peningkatan inklusi tidak beriringan dengan peningkatan literasi terkait pasar modal, yang membuat potensi penipuan semakin besar

oleh Stella Gracia
1 April 2023 - 14:24
26
Dilihat
Hindari Tertipu Investasi Bodong, UOB Kenalkan Metode Risk-First
0
Bagikan
26
Dilihat

JAKARTA, Stabilitas.id –Dalam rangka mendorong literasi dan inklusi keuangan khususnya yang berkaitan dengan invesatasi, UOB Indonesia mengadakan literasi bertajuk “Preserve and Grow Your Wealth Through Risk-First Approach” yang berlangsung di Jakarta, pada Kamis (30/3/23).

Dalam kegiatan tersebut, UOB Indonesia memberikan informasi komprehensif mengenai investasi pasar modal agar masyarakat dapat mengoptimalkan portofolio kekayaannya dan terhindar dari risiko berlebih.

Head of Deposit & Wealth Management UOB Indonesia, Vera Margaret mengatakan, ada berbagai risiko yang harus dikenali, yaitu risiko diri sendiri maupun risiko dari produk yang akan diinvestasikan. Melalui pendekatan Risk-First, UOB Indonesia menekankan akan pentingnya keseimbangan antara risiko dan imbal hasil.

BERITA TERKAIT

Edukasi Keuangan OJK Sasar Pelajar, Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda

Investasi Semakin Mudah, Fitur Reksa Dana Hadir di Super Apps BRImo

Lewat Pedoman Baru, OJK Perluas Layanan Keuangan Ramah Disabilitas

Lewat Dialog Akhir Tahun, OJK Tekankan Penguatan UMKM, KPR, dan Digitalisasi Keuangan

“Masyarakat harus melakukan literasi keuangan. Pahami produk-produk investasi yang ditawarkan. Kadang kita tahu risiko kita, tapi lupa kalau produk punya risiko yang harus dipelajari. Dengan begitu kita bisa menikmati hasil investasi yang kita lakukan,” ungkap Vera.

Melalui metode Risk-First Approach, diharapkan masyarakat dapat memahami tingkat toleransi risiko pribadi yang dapat digunakan untuk mengelola portfolio keuangan dengan risiko yang lebih terukur.

“Sebenarnya tidak cukup hanya tahu risiko, tujuan juga penting mulai dari rangka pendek, jangka panjang, uang sekolah anak, dana pensiun, kebutuhan sehari-hari, dan kebutuhan investasi lainnya. Tujuan dari investasi ini akan mempengaruhi produk apa yang paling tepat dimiliki nasabah sesuai dengan profil risikonya,” lanjut Vera.

Dalam pendekatan Risk-First, terdapat tiga langkah dalam perencanaan keuangaan.

Pertama adalah melindungi (protect) diri dan orang yang dicintai dengan alokasi dana yang sesuai dengan kebutuhan, solusi asuransi yang tepat, serta aset berisiko rendah lainnya.

Kedua membangun (build) kekayaan dengan portofolio investasi inti yang kuat. Skema ini dirancang untuk membantu mencari imbal hasil yang stabil guna mencapai tujuan fundamental dan jangka panjang, seperti investasi hari tua.

Ketiga adalah meningkatkan (enhance) nilai kekayaan dengan investasi taktis dengan membantu menangkap peluang pasar yang muncul.

Sementara itu, Wealth Advisitor Head UOB Indonesia, Diendy Liu mengkatakan, saat ini pasar modal dihadapkan pada volatilitas pergerakan harga yang cukup tinggi. Selain itu, beberapa kegagalan bank di AS dan pengambilalihan bank di Eropa juga memperparah kondisi yang ada.

Menurutnya, kombinasi kejadian ini menyebabkan sentimen negatif tidak kunjung berakhir menghinggapi pasar modal global maupun lokal. Namun demikian, sedikit angin segar dan harapan muncul di kawasan Asia Pasifik.

Setelah mengakhiri kebijakan zero-covid pemerintah China langsung melakukan beberapa perubahan kebijakan untuk sesegera mungkin mempercepat laju pertumbuhan ekonominya, bahkan mencanangkan target pertumbuhan sebesar 5% di tahun 2023.

Di dalam negeri, pemerintah Indonesia diyakini tetap sigap dalam memitigasi imbas dari ketidakpastian ekonomi dengan terus mendorong investasi.

Untuk menjaga pertumbuhan tersebut, pemerintah Indonesia harus melakukan beberapa langkah antara lain melakukan investasi berkelanjutan, memanfaatkan bonus demografi, potensi kemajuan teknologi, peningkatan daya saing ekonomi dan menciptakan iklim usaha yang aman dan andal.***

Tags: #perbankaninvestasiLiterasiliterasi keuanganUOB Indonesia
 
 
 
 
Sebelumnya

Ketua DK LPS: Perbankan Nasional Tetap Stabil Walau Perbankan Global Terguncang

Selanjutnya

Jelang Lebaran, BRI Sediakan Uang Tunai Rp32Triliun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Bank Jatim Gandeng LPPI Kembangkan Calon Pimpinan Cabang Lewat JLDP

Bank Jatim Gandeng LPPI Kembangkan Calon Pimpinan Cabang Lewat JLDP

oleh Sandy Romualdus
13 Januari 2026 - 15:25

Stabilitas.id — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) menyelenggarakan...

IHSG Naik 22% Sepanjang 2025, OJK Catat Likuiditas dan Investor Menguat

OJK: Kredit Perbankan Tumbuh 7,74% per November 2025, Likuiditas dan Risiko Tetap Terjaga

oleh Stella Gracia
13 Januari 2026 - 09:55

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kinerja sektor perbankan nasional tetap solid dengan fungsi intermediasi yang meningkat, profil risiko...

CIMB Niaga Luncurkan CIMB Private Wealth, Standar Baru Pengelolaan Kekayaan bagi Nasabah HNWI

CIMB Niaga Luncurkan CIMB Private Wealth, Standar Baru Pengelolaan Kekayaan bagi Nasabah HNWI

oleh Stella Gracia
12 Januari 2026 - 23:15

Stabilitas.id - Bagi nasabah dengan aset bernilai signifikan, tantangan pengelolaan kekayaan kini semakin kompleks, mulai dari optimalisasi investasi, perlindungan aset,...

BRI Terbitkan Surat Berharga Komersial Senilai Rp 500 Miliar

BRI Terbitkan Surat Berharga Komersial Senilai Rp 500 Miliar

oleh Stella Gracia
12 Januari 2026 - 22:52

Stabilitas.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI secara resmi menerbitkan Surat Berharga Komersial (SBK) dengan nilai sebesar...

Bank Mandiri Salurkan KUR Rp41 Triliun hingga Desember 2025

Bank Mandiri Salurkan KUR Rp41 Triliun hingga Desember 2025

oleh Stella Gracia
12 Januari 2026 - 21:14

Stabilitas.id - Bank Mandiri terus menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat sektor produktif serta mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan...

Rebranding Produk Tabungan BTN Pos, BTN Bidik Dana Murah Rp5 Triliun

Rebranding Produk Tabungan BTN Pos, BTN Bidik Dana Murah Rp5 Triliun

oleh Sandy Romualdus
11 Januari 2026 - 16:33

Stabilitas.id - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) resmi melakukan rebranding nama dan logo untuk produk yang selama ini...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPSLB Bank Mandiri Tegaskan Dukungan Pemegang Saham dan Penguatan Strategi Menuju 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BRI Umumkan Dividen Interim Rp137 per Saham Tahun Buku 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Terbitkan POJK 32/2025 tentang Penyelenggaraan Buy Now Pay Later

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jelang Natal dan Akhir Tahun, BI Perpanjang Jam BI-RTGS hingga 23.55 WIB

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

OJK Dorong Keterbukaan Informasi Pasar Modal lewat Akses AKSes KSEI

POJK 35/2025 Terbit, OJK Longgarkan Aturan Perusahaan Pembiayaan

OJK Terbitkan POJK 31/2025, Perkuat Tata Kelola SRO Pasar Keuangan

Bank Jatim Gandeng LPPI Kembangkan Calon Pimpinan Cabang Lewat JLDP

Respons Bencana, TASPEN Pastikan Hak JKM ASN di Aceh Tamiang Terpenuhi

Kuatkan Integritas Pegawai, TASPEN Dorong Target Zero Fraud 2026

OJK Catat Akselerasi ITSK dan Aset Kripto, Sandbox hingga Transaksi Tembus Ratusan Triliun

OJK: Multifinance hingga Pindar Tumbuh, Risiko Tetap Terkendali

Premi Asuransi Stagnan, OJK Pastikan Ketahanan Industri Terjaga

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Jelang Lebaran, BRI Sediakan Uang Tunai Rp32Triliun

Jelang Lebaran, BRI Sediakan Uang Tunai Rp32Triliun

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance