• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Sabtu, Februari 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Liputan Khusus

Inovasi Gadai Emas “Zaman Now”

oleh Sandy Romualdus
7 Maret 2018 - 00:00
149
Dilihat
Gadai Emas Syariah
0
Bagikan
149
Dilihat

Oleh Romualdus San Udika

Praktik financial technology kini juga telah merambah ke lembaga keuangan non bank, setelah berhasil mem-preteli jasa keuangan dari bank dengan maraknya layanan lewat aplikasi. Tak mau ketinggalan dan akhirnya termakan zaman, lembaga pergadaian terkemuka nasional mulai berbenah dengan mengembangkan aplikasi daring untuk memudahkan layanannya.

Aplikasi tersebut, akan memudahkan orang yang ingin menggadaikan barangnya ke Pegadaian lebih mudah dan efisien. “Orang yang mau tanya ke Pegadaian tidak perlu datang ke kantor atau telepon, cukup dengan aplikasi,” kata Sunarso, Direktur Utama Pegadaian baru-baru ini.

BERITA TERKAIT

Menata Dana Pensiun Sejak Dini, Ini Tips Investasi Emas dari Pegadaian

BRI-MI Siap Hadirkan ETF Emas Pertama di Indonesia, Gandeng CIMB Niaga, Pegadaian, dan Mandiri Sekuritas

Emas Makin Dilirik untuk Dana Pendidikan Anak, Ini Alasan dan Strateginya

Puncak BIK 2025: Ribuan Warga Banyumas Dapat Akses Keuangan Baru dari LJK

Sunarso menceritakan, nantinya dengan aplikasi ini masyarakat yang ingin menggadaikan hanya tinggal memilih dan menekan tombol di aplikasi tersebut. Layanan gadai ‘on demand’ tersebut mempercepat proses gadai yang diajukan nasabah. Dalam aplikasi tersebut, nasabah bisa langsung memasukan jumlah barang dan alamat dirinya.

Selanjutnya, pegawai Pegadaian dari kantor terdekat akan menyambangi nasabah dengan membawa serta alat tes dan timbangan. Usai diperiksa, petugas akan menentukan harga yang nanti lansung ditransfer ke rekening nasabah. “Mudah sekali, ini transaksi ‘zaman now’,” imbuh mantan wakil direktur utama BRI ini.

Menghadirkan electronicchanneldalam layanannya menjadi sebuah inovasi baru bagi bisnis gadai, meski bukanlah yang pertama dilakukan. Karena sebelumnya ada layanan dari Pinjam.co.id, platform online untuk mendapatkan dana cepat dengan taksiran tinggi dan kredibel. Layanan ini pada Oktober lalu menggandeng Columbia Cash & Credit, sebuah perusahaan penyedia barang-barang kebutuhan rumah tangga, sebagai salah satu mitra strategis.

Kerja sama tersebut menghasilkan Layanan Gadai Emas Pinjam.co.id yang dapat ditemui di gerai Columbia Cash & Credit yang ditujukan bagi nasabah yang ingin mendapatkan dana cepat dengan sisitem gadai.

Teguh Ariwibowo, Co-Founder dan Chief Executive Officer Pinjam.co.id menyampaikan, layanan Gadai Emas merupakan implementasi kemitraan dari model bisnis kolaborasi dan ekonomi berbagi dalam rangka terus menambah jaringan layanan nasabah Pinjam.co.id untuk mendekatkan diri kepada nasabah.

“Melalui jaringan Columbia yang cukup luas, dengan adanya layanan Gadai Emas ini, nasabah Columbia bisa mendapatkan nilai tambah yang dapat membantu kebutuhan mereka. Terlebih lagi, profil nasabah kami dan Columbia cenderung sama,” paparnya medio Nember 2017 lalu.

Bahkan layanan gadai emas secara online sendiri sudah dilakukan oleh Pinjam.co.id sejak berdirinya tahun 2015 dan mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan setahun kemudian. Dan mulai akhir tahun lalu sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat di puluhan gerai Columbia.

Masyarakat dapat langsung mendapatkan layanan gadai emas lewat Pinjam.co.id ketika mendatangi gerai Columbia Cash & Credit. Di sana nasabah bisa menemui penaksir id yang akan langsung melakukan penaksiran terhadap emas yang dimiliki pegadai. Proses tersebut bisa mencairkan dana hanya dalam waktu 30 menit.

Jika pada Pinjam.co.id nasabah harus mendatangi gerai Columbia Cash & Credit terlebih dulu untuk mendapatkan pinjaman lewat gadai emas, dengan aplikasi Pegadaian, nasabah bisa mengajukan dari rumah, dan petugas Pegadaian yang mendatanginya.Dengan demikian, pertarungan meraih ceruk pasar gadai online akan ditentukan oleh nasabah. Nasabah yang akan menilai, layanan mana yang efektif.

Faika Aulia, seorang nasabah Gadai Pinjam Columbia menyatakan bahwa dirinya terbantu dengan adanya layanan emas tersebut. Menurutnya, di samping proses gadai yang mudah dan cepat, Faika juga mendapatkan taksiran harga yang tinggi. “Gadai Emas ini sekarang menjadi salah satu alternatif saya untuk mendapatkan dana cepat untuk kebutuhan pribadi saya, tinggal datang ke gerai Columbia terdekat,” ungkap dia.

Sejak diluncurkan pada Desember 2015, melalui layanannya, yaitu Gadai dan Pinjaman Usaha, hingga akhir tahun 2016 Pinjam.co.id telah membantu 2.000 nasabah dan mempunyai 30.000 anggota, khususnya para pelaku UMKM. Pinjam.co.id menyediakan taksiran online realtime 24 jam yang dapat membantu pelanggan untuk mengetahui estimasi harga dari kolateral atau barang jaminan gadai, dengan memilih jangka waktu pembiayaan yang fleksibel mulai dari 1 sampai 16 minggu.

Jaringan & Agen

Bisa jadi karena besarnya kue bisnis gadai itulah maka Pegadaian mengembangkan bisnisnya berbasis aplikasi. Bahkan tidak cukup dengan itu saja, Pegadaian juga terus memperluas jaringan dengan meningkatkan konsep keagenan. Sekedar informasi, saat ini jumlah kantor cabang Pegadaian di seluruh Indonesia telah mencapai 4.319 outlet.

Sunarso menyebutkan, agen akan menjadi kepanjangan tangan dari Pegadaian untuk menjangkau wilayah yang belum ter-cover. Menurut dia, keagenan juga akan disesuaikan dengan produk yang akan dipasarkan. Misalnya, untuk produk gadai emas, maka Pegadaian akan membuka agen di toko emas. “Terus mau perluas gadai elektronik seperti handphone ya kita buka di toko elektronik dan counter handphone, kita akan perluas ke sana,” ujarnya.

Kemudian, setelah perluasan jaringan, Pegadaian juga terus meningkatkan variasi produk, jadi tidak hanya gadai yang akan diandalkan. Misalnya penambahan produk berjenis kredit, menurut Sunarso hal tersebut sangat diperlukan. Karena saat ini saingan Pegadaian tidak hanya perusahaan gadai saja, tapi juga perusahaan keuangan non bank. “Karena itu Pegadaian harus mampu mengembangan produk dengan infrastruktur yang cukup, kompetensi perusahaan dan bagaimana people dalam hal ini karyawan, hingga risk management kami siapkan,” pungkas dia.

Nah, jika strategi tersebut sudah dilakukan, Pegadaian akan datang ke masyarakat dengan produk yang lebih variatif, mulai dari gadai dan non gadai. Menurut Sunarso, kedua strategi tersebut telah dimasukan dalam cetak biru Pegadaian yang saat ini tengah disusun. Tujuannya untuk bertransformasi ke arah digital, yang memang harus didukung dengan mental dan kultural perusahaan.

Nasabah Milenial

Selain pengembangan e-channel melalui mobile apps dan perluasan jaringan, Pegadaian juga memperkuat varian produk dengan target nasabah tertentu. Sejauh ini, Pegadaian terkenal sebagai tempat masyarakat ‘mendapatkan’ uang dari hasil menjaminkan barang miliknya. Padahal, tak hanya gadai, Pegadaian juga memiliki produk lain seperti pembiayaan hingga tabungan emas.

Di era milenial, Pegadaian pun ingin fokus membidik generasi milenial supaya bisa jadi nasabahnya. Sunarso bermimpi untuk membuat Pegadaian bisa dibuat berkonsep kafe ala ‘Jaman Now’. “Sekarang orang kan suka nongkrong di kafe, saya punya mimpi bisa tawarkan produk Pegadaian selain pembiayaan dan gadai di sana. Misalnya produk tabungan emas, jadi sambil ngopi bisa buka tabungan emas juga,” kata Sunarso.

Dia meyakini tabungan emas adalah yang paling prospektif untuk membidik generasi milenial. Dia mencontohkan, misalnya harga satu gram emas Rp 500 ribu, kemudian si generasi milenial membuka 1 gram, lalu beberapa hari lagi datang dan menabung Rp 250 ribu. Karena menabungnya sedikit demi sedikit, tidak terasa bisa mencapai 1,5 gram. Nah, ketika nasabah ingin langsung mengambilnya, bisa saja dilakukan dan tentu harganya juga meningkat.

Untuk itu, menurut Sunarso, menyasar generasi milenial akan terus dikampanyekan. Satu hal yang akan dilakukan adalah dengan mengubah budaya perusahaan atau corporate culture. Selama ini, dengan tagline “Mengatasi Masalah Tanpa Masalah”, menciptakan kesan bahwa orang yang mendatangi Pegadaian pasti sedang bermasalah. “Datang diam diam terus ngomong-nya pelan pelan. Padahal tidak seperti itu,” ujar dia.

Menurut Sunarso, Pegadaian adalah lembaga jasa keuangan non bank yang memiliki sejumlah produk dan menyediakan solusi. Sangat memungkinkan jika nasabah datang ke Pegadaian dengan tujuan berkonsultasi untuk pengambilan kredit. Maka, lanjutnya, rasanya memang Pegadaian penampilannya harus diubah agar kekinian.

 

Tags: pegadaian
 
 
 
 
Sebelumnya

Ini 57 Entitas Yang Aktivitasnya Dilarang Satgas Waspada Investasi OJK

Selanjutnya

Kolaborasi Ketimbang Kompetisi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Banyak Suka Menjadi Mandirians

Banyak Suka Menjadi Mandirians

oleh Sandy Romualdus
4 Februari 2020 - 17:25

Bekerja di Bank Mandiri berarti mendapatkan gaji mentereng, masa depan terjamin dan banyak ilmu dan pengetahuan yang didapat.

Rahasia Membentuk Mandirian Tangguh

Rahasia Membentuk Mandirian Tangguh

oleh Sandy Romualdus
4 Februari 2020 - 17:17

Strategi pengembangan pegawai yang dilakukan Bank Mandiri tahun-tahun sebelumnya telah membuahkan hasil fantastis.

Ketika Mandirians Mengambil Alih Panggung

Ketika Mandirians Mengambil Alih Panggung

oleh Sandy Romualdus
4 Februari 2020 - 17:08

Satu dekade belakangan banyak perusahaan di industri keuangan mengincar lulusan Bank Mandiri.

Sistem Pembayaran Tunai Dominasi Transaksi Harbolnas

Sistem Pembayaran Tunai Dominasi Transaksi Harbolnas

oleh Stella Gracia
16 Desember 2016 - 00:00

Jumlah transaksi tunai melalui ATM dan cash on delivery (COD) masih besar, sebab masih ada ketakutan yang besar pada masyarakat...

Ketika Moneter-Fiskal Tak Seiring

oleh Sandy Romualdus
24 November 2016 - 00:00

Kebijakan fskal saat ini tengah naik daun dan mendominasi perekonomian, untuk mendorong pertumbuhan.

Panggung Fiskal yang Menantang

oleh Sandy Romualdus
24 November 2016 - 00:00

Kebijakan fskal saat ini kembali mendapat tantangan berat, terutama meningkatnya defsit anggaran negara.

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Puncak BIK 2025: Ribuan Warga Banyumas Dapat Akses Keuangan Baru dari LJK

    OJK Tunjuk Friderica sebagai ADK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Akhiri Riwayat BPR Bank Cirebon, Ini Kronologi Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Jejak Panji Irawan, Dirut Bank Mandiri Taspen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Korupsi Pertamina, Riza Chalid Masuk Daftar Buronan Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Siap-siap! THR TNI/Polri dan ASN Mulai Disalurkan Minggu Pertama Ramadan

Purbaya Tolak Usulan IMF Naikkan PPh 21, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

Strategi Pembiayaan APBN: Serapan Lelang SUN Tembus Rp40 Triliun di Tengah Penurunan Bids

Outlook Moody’s Negatif, BI Pastikan Likuiditas Perbankan Jumbo Tetap Solid

Barter Tarif: 1.819 Produk Ekspor RI Jadi 0%, Gandum & Kedelai AS Bebas Bea Masuk

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya

OJK Fokuskan Kebijakan Pada Perlindungan Konsumen Fintech

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance