JAKARTA, Stabilitas– Investasi real estate di kawasan Asia Pasifik telah mencapai 125 miliar dollar AS pada tiga kuartal pertama di tahun 2019, naik 10 persen dibandingkan dengan tahun lalu dan diproyeksikan terus meningkat pada 2020. Hal itu diungkapkan oleh kata JLL, perusahaan layanan profesional terkemuka yang memiliki spesialisasi dalam manajemen real estat dan investasi.
Menurut konsultan real estate tersebut, investasi asing di Asia Pasifik berada pada tingkat tertinggi dalam satu decade terakhir, mencakup 35 persen dari total volume investasi di wilayah tersebut, utamanya didorong oleh dana ekuitas swasta dan transaksi berskala besar.
“Asia Pasifik menjadi tujuan para investor real estate selama satu tahun terakhir untuk meraih keuntungan di tengah iklim ketidakpastian geopolitik dan perlambatan pertumbuhan ekonomi. Seiring meningkatnya modal yang disalurkan ke sektor real estate, kami melihat peningkatan jumlah klien yang melakukan investasi dengan skala besar untuk memperluas portofolio mereka,” jelas Stuart Crow, CEO of Capital Markets Asia Pacific, JLL.
“Selama dua tahun ke depan, kami berharap volume transaksi real estate global akan tetap tinggi dan Asia Pasifik akan mengungguli Eropa dan Amerika dengan menarik lebih banyak investor global.”
“Investor global masih sangat aktif di Indonesia. Investasi dari Jepang, Singapura, Hong Kong dan pasar-pasar penting lainnya dari seluruh Asia Pasifik tetap menunjukkan ketertarikan pada sektor real estate, dengan perhatian terbesar tertuju pada logistik dan perumahan. Jakarta dan Jabodetabek menjadi pilihan utama bagi para investor yang baru pertama kali memasuki pasar real estate Indonesia, sementara para investor yang sudah lama hadir mulai menjelajahi lokasi lain seperti Surabaya di Jawa Timur,” kata James Taylor, Head of Research, JLL Indonesia.





.jpg)










