• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Kamis, Oktober 8, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Finance

Resiliensi Akar Bambu: Strategi BI Ubah Ketahanan Finansial Jadi Mesin Pembiayaan

by Stella Gracia
15 September 2026 - 12:19
11
VIEWS
Titik Balik Sang Petani Perempuan: Menyiasati Cuaca, Mengelola Permodalan
0
SHARES
11
VIEWS

Bank Indonesia merilis Kajian Stabilitas Keuangan No. 47 dengan optimisme pertumbuhan kredit mencapai 12 persen. Melalui penguatan makroprudensial dan filosofi “akar bambu”, BI dorong perbankan biayai sektor riil di tengah ketidakpastian global.

Stabilitas.id – Lentur mengikuti arah hembusan angin, namun memiliki akar yang terlampau kokoh untuk bisa dicabut begitu saja. Analogi sebatang bambu ini dipilih oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Solikin M. Juhro, untuk menggambarkan postur sistem keuangan Tanah Air yang tengah diimpit ketidakpastian global. Di tengah ancaman turbulensi, fundamental ekonomi domestik dipaksa untuk tidak sekadar bertahan keras kepala, tetapi juga adaptif merespons perubahan haluan.

  • Baca juga: Perkuat Sistem Pembayaran Kawasan: SEACEN Rumuskan Tiga Prioritas Bank Sentral di Era AI

Analogi tersebut menjadi benang merah dalam peluncuran buku Kajian Stabilitas Keuangan No. 47 (KSK No. 47) di markas Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (15/9/2026). Ruang peluncuran hari itu terasa padat oleh deretan nama-nama besar yang memiliki rekam jejak panjang dalam menavigasi krisis. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae dan Sekretaris KSSK Arief Wibisono tampak hadir.

Tak ketinggalan, para veteran penjaga gawang stabilitas makroekonomi dan perbankan turut turun gunung; mantan Deputi Gubernur Senior BI Miranda Goeltom, serta mantan Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad, terlihat berada di antara bangku undangan bersama perwakilan LPS, ekonom, dan akademisi.

BERITA TERKAIT

Perkuat Sistem Pembayaran Kawasan: SEACEN Rumuskan Tiga Prioritas Bank Sentral di Era AI

Cetak Pemimpin Bank Berwawasan Global: LPPI Resmi Tutup Program Sespibank Angkatan 83

Kredit UMKM 2026 Sentuh Rp1.949 Triliun, Sektor Perbankan Kuasai Pangsa Pasar 82 Persen

Ekonomi Batang Tumbuh 8,38 Persen: OJK Dorong Ratusan ASN Jadi Investor Pasar Modal

Di hadapan para tamu, Solikin membedah konsep ketahanan tersebut melalui akronim “RESILIENSI”. Sebuah penegasan bahwa otoritas harus “Responsif” membaca gejolak global, membangun “Sinergi” lintas lembaga, tampil “Lincah dan Enduring” dalam beradaptasi, serta selalu “Siaga” mengantisipasi kerentanan. Namun, bagi sang Deputi Gubernur, bertahan di zona aman saja tidaklah cukup. “Sistem keuangan yang resilien harus mampu mengubah ketahanan menjadi pembiayaan yang lebih kuat bagi perekonomian,” tegasnya.

Amunisi Makroprudensial dan Realitas Sektor Riil

  • Baca juga: Cetak Pemimpin Bank Berwawasan Global: LPPI Resmi Tutup Program Sespibank Angkatan 83

Di atas kertas, rapor industri perbankan memang memberikan ruang bernapas yang sangat lega. Merujuk pada data KSK No. 47 bertajuk “Menjaga Resiliensi Sistem Keuangan, Memperkuat Momentum Pertumbuhan Ekonomi”, indikator permodalan dan risiko terparkir rapi di zona hijau pada paruh pertama 2026. Bantalan modal alias Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan tercatat sangat tebal di level 23,70 persen per Juni 2026. Di saat yang sama, ancaman kredit macet (Non-Performing Loan/NPL) berhasil ditekan di angka 2,09 persen secara bruto dan 0,82 persen secara neto.

Berbekal ruang intermediasi yang masih terbentang luas ini, Bank Indonesia memutar tuas kebijakan makroprudensial agar lebih longgar. Pelonggaran ini dieksekusi melalui injeksi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) dan peluncuran program Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI). Target akhirnya jelas: mendorong perbankan agar lebih agresif mengucurkan kredit ke sektor-sektor produktif. BI bahkan mematok asa bahwa pembiayaan perbankan tahun ini mampu melaju kencang di kisaran 8 hingga 12 persen.

Meski demikian, memompa likuiditas dari menara otoritas tentu harus seirama dengan denyut nadi di lapangan. Hal ini yang menjadi sorotan dalam sesi seminar nasional. Ketua Umum APINDO, Shinta Widjaja Kamdani, secara blak-blakan membeberkan deretan permasalahan struktural yang masih membelenggu para pelaku usaha. Optimisme dunia usaha, menurutnya, membutuhkan lebih dari sekadar insentif likuiditas; ia menuntut resolusi hambatan di lapangan agar mesin intermediasi tak bertepuk sebelah tangan.

Sinergi untuk menjembatani celah ini turut diamini oleh Direktur Perencanaan Fiskal, Moneter, dan Sektor Keuangan Kementerian PPN, Tari Lestari, serta Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Dhaha Praviandi K. Pada akhirnya, seperti yang disuarakan oleh Sekretaris Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) Eko Setyo Nugroho, pekerjaan rumah terbesarnya kini adalah memastikan pelonggaran aturan di atas kertas benar-benar menjelma menjadi roda penggerak ekonomi riil di akar rumput. ***

  • Baca juga: Kredit UMKM 2026 Sentuh Rp1.949 Triliun, Sektor Perbankan Kuasai Pangsa Pasar 82 Persen

Editor : Sandy Romualdus

Tags: APINDOCAR perbankanKajian Stabilitas Keuangan BImakroprudensial BINPL Perbankanojkpertumbuhan kredit 2026program PINISISolikin M JuhroStabilitas Sistem Keuangan
 
 
 
 
 
Previous Post

Jaring Pengaman Korporasi: Cara BNC dan Akulaku Menjawab Krisis Pangan Pascagempa NTT

Next Post

Tanjung Emas Menuju Gerbang Utama: Berlomba Melawan Arus Investasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Manjakan Nasabah Tajir: BNI Perkuat Layanan Digital Emerald dan Private via Wondr

Manjakan Nasabah Tajir: BNI Perkuat Layanan Digital Emerald dan Private via Wondr

by Sandy Romualdus
8 Oktober 2026 - 15:10

BNI memperkaya fitur aplikasi wondr by BNI bagi nasabah Emerald dan Private guna mempermudah akses investasi terpadu dan fasilitas global...

Menyatukan Akar Lokal dan Jaringan Global: Lahirnya Bank MUFG Danamon

Menyatukan Akar Lokal dan Jaringan Global: Lahirnya Bank MUFG Danamon

by Stella Gracia
8 Oktober 2026 - 11:54

Danamon dan MUFG Indonesia usulkan nama baru Bank MUFG Danamon. Penyatuan jaringan global dan lokal, layanan nasabah dipastikan tetap berjalan...

Meringankan Beban 14 Juta Ibu-Ibu Prasejahtera, Bunga Pembiayaan PNM Mekaar Anjlok dari 20% ke 8%

Oversubscribed 1,73 Kali, Orange Bond PNM Serap Dana Segar Rp2,59 Triliun

by Sandy Romualdus
8 Oktober 2026 - 11:45

PNM serap Rp2,59 triliun lewat Orange Bond dan Sukuk 2026 yang oversubscribed 1,73 kali. Dana perkuat pembiayaan perempuan ultra mikro...

Stabilitas dalam Tekanan, OJK Waspadai Risiko Fintech & Geopolitik

Jaga Keseimbangan Bisnis PVML: OJK Perketat Pagar Pembatas Industri Finansial

by Sandy Romualdus
8 Oktober 2026 - 10:35

OJK perketat aturan industri PVML per Agustus 2026. Laba pergadaian capai Rp8,57 triliun, kredit kendaraan listrik melejit, dan revisi regulasi...

Perkuat Sistem Pembayaran Kawasan: SEACEN Rumuskan Tiga Prioritas Bank Sentral di Era AI

Perkuat Sistem Pembayaran Kawasan: SEACEN Rumuskan Tiga Prioritas Bank Sentral di Era AI

by Sandy Romualdus
7 Oktober 2026 - 18:22

Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali mengajak bank sentral regional memperkuat tata kelola AI dan konektivitas pembayaran pada KTT SEACEN...

Siapkan 22 Pemimpin Cabang Pembantu: Bank NTT Gandeng LPPI Gelar Pelatihan Manajemen Eksekutif

Gandeng Pelita Jaya Basket: Bank Jakarta Padukan Edukasi Finansial dan Olahraga di SMAK 1 Penabur

by Stella Gracia
7 Oktober 2026 - 18:10

Bank Jakarta menggelar program Goes to School di SMAK 1 Penabur dengan memadukan edukasi literasi Program KEJAR dan coaching clinic...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Manjakan Nasabah Tajir: BNI Perkuat Layanan Digital Emerald dan Private via Wondr

Melesat 142 Persen di Tengah Likuiditas Ketat, BEI Tetapkan BSWD Masuk Radar Konsentrasi Tinggi

Menyatukan Akar Lokal dan Jaringan Global: Lahirnya Bank MUFG Danamon

Merambah Wall Street dari Satu Aplikasi: Siasat Ajaib Perluas Akses Saham AS dan ETF

Saham JARR Digadaikan ke Bank Mandiri, Manajemen Pastikan Kendali Tak Bergeser

Perkuat Lini Bancassurance, IFG Life Bidik Basis Nasabah Bank Sulselbar

Manfaatkan Alat Otomatis Artex AI: Peretas Tembus Sistem Tujuh Bank Raksasa di Seoul

Oversubscribed 1,73 Kali, Orange Bond PNM Serap Dana Segar Rp2,59 Triliun

Jaga Keseimbangan Bisnis PVML: OJK Perketat Pagar Pembatas Industri Finansial

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Tanjung Emas Menuju Gerbang Utama: Berlomba Melawan Arus Investasi

Tanjung Emas Menuju Gerbang Utama: Berlomba Melawan Arus Investasi

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance