• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Rabu, September 16, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Finance

Resiliensi Akar Bambu: Strategi BI Ubah Ketahanan Finansial Jadi Mesin Pembiayaan

oleh Stella Gracia
15 September 2026 - 12:19
3
Dilihat
Titik Balik Sang Petani Perempuan: Menyiasati Cuaca, Mengelola Permodalan
0
Bagikan
3
Dilihat

Bank Indonesia merilis Kajian Stabilitas Keuangan No. 47 dengan optimisme pertumbuhan kredit mencapai 12 persen. Melalui penguatan makroprudensial dan filosofi “akar bambu”, BI dorong perbankan biayai sektor riil di tengah ketidakpastian global.

Stabilitas.id – Lentur mengikuti arah hembusan angin, namun memiliki akar yang terlampau kokoh untuk bisa dicabut begitu saja. Analogi sebatang bambu ini dipilih oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Solikin M. Juhro, untuk menggambarkan postur sistem keuangan Tanah Air yang tengah diimpit ketidakpastian global. Di tengah ancaman turbulensi, fundamental ekonomi domestik dipaksa untuk tidak sekadar bertahan keras kepala, tetapi juga adaptif merespons perubahan haluan.

  • Baca juga: Kembalinya Short Selling: Karpet Merah yang Memantik Alarm Kewaspadaan

Analogi tersebut menjadi benang merah dalam peluncuran buku Kajian Stabilitas Keuangan No. 47 (KSK No. 47) di markas Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (15/9/2026). Ruang peluncuran hari itu terasa padat oleh deretan nama-nama besar yang memiliki rekam jejak panjang dalam menavigasi krisis. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae dan Sekretaris KSSK Arief Wibisono tampak hadir.

Tak ketinggalan, para veteran penjaga gawang stabilitas makroekonomi dan perbankan turut turun gunung; mantan Deputi Gubernur Senior BI Miranda Goeltom, serta mantan Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad, terlihat berada di antara bangku undangan bersama perwakilan LPS, ekonom, dan akademisi.

BERITA TERKAIT

Kembalinya Short Selling: Karpet Merah yang Memantik Alarm Kewaspadaan

Indeks Persepsi Risiko Terjaga di Level 57, Perbankan Nasional Waspadai Efek Suku Bunga Global

Sarjito Resmi Dilantik Jadi KE Pengawas BMKS, Bidik Status Price Maker Komoditas Global

Adopsi Kripto RI Tembus Peringkat 7 Global, Tokocrypto Sebut Pasar Domestik Masih Underrated

Di hadapan para tamu, Solikin membedah konsep ketahanan tersebut melalui akronim “RESILIENSI”. Sebuah penegasan bahwa otoritas harus “Responsif” membaca gejolak global, membangun “Sinergi” lintas lembaga, tampil “Lincah dan Enduring” dalam beradaptasi, serta selalu “Siaga” mengantisipasi kerentanan. Namun, bagi sang Deputi Gubernur, bertahan di zona aman saja tidaklah cukup. “Sistem keuangan yang resilien harus mampu mengubah ketahanan menjadi pembiayaan yang lebih kuat bagi perekonomian,” tegasnya.

Amunisi Makroprudensial dan Realitas Sektor Riil

  • Baca juga: Indeks Persepsi Risiko Terjaga di Level 57, Perbankan Nasional Waspadai Efek Suku Bunga Global

Di atas kertas, rapor industri perbankan memang memberikan ruang bernapas yang sangat lega. Merujuk pada data KSK No. 47 bertajuk “Menjaga Resiliensi Sistem Keuangan, Memperkuat Momentum Pertumbuhan Ekonomi”, indikator permodalan dan risiko terparkir rapi di zona hijau pada paruh pertama 2026. Bantalan modal alias Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan tercatat sangat tebal di level 23,70 persen per Juni 2026. Di saat yang sama, ancaman kredit macet (Non-Performing Loan/NPL) berhasil ditekan di angka 2,09 persen secara bruto dan 0,82 persen secara neto.

Berbekal ruang intermediasi yang masih terbentang luas ini, Bank Indonesia memutar tuas kebijakan makroprudensial agar lebih longgar. Pelonggaran ini dieksekusi melalui injeksi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) dan peluncuran program Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI). Target akhirnya jelas: mendorong perbankan agar lebih agresif mengucurkan kredit ke sektor-sektor produktif. BI bahkan mematok asa bahwa pembiayaan perbankan tahun ini mampu melaju kencang di kisaran 8 hingga 12 persen.

Meski demikian, memompa likuiditas dari menara otoritas tentu harus seirama dengan denyut nadi di lapangan. Hal ini yang menjadi sorotan dalam sesi seminar nasional. Ketua Umum APINDO, Shinta Widjaja Kamdani, secara blak-blakan membeberkan deretan permasalahan struktural yang masih membelenggu para pelaku usaha. Optimisme dunia usaha, menurutnya, membutuhkan lebih dari sekadar insentif likuiditas; ia menuntut resolusi hambatan di lapangan agar mesin intermediasi tak bertepuk sebelah tangan.

Sinergi untuk menjembatani celah ini turut diamini oleh Direktur Perencanaan Fiskal, Moneter, dan Sektor Keuangan Kementerian PPN, Tari Lestari, serta Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Dhaha Praviandi K. Pada akhirnya, seperti yang disuarakan oleh Sekretaris Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) Eko Setyo Nugroho, pekerjaan rumah terbesarnya kini adalah memastikan pelonggaran aturan di atas kertas benar-benar menjelma menjadi roda penggerak ekonomi riil di akar rumput. ***

  • Baca juga: Sarjito Resmi Dilantik Jadi KE Pengawas BMKS, Bidik Status Price Maker Komoditas Global

Editor : Sandy Romualdus

Tags: APINDOCAR perbankanKajian Stabilitas Keuangan BImakroprudensial BINPL Perbankanojkpertumbuhan kredit 2026program PINISISolikin M JuhroStabilitas Sistem Keuangan
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Jaring Pengaman Korporasi: Cara BNC dan Akulaku Menjawab Krisis Pangan Pascagempa NTT

Selanjutnya

Tanjung Emas Menuju Gerbang Utama: Berlomba Melawan Arus Investasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Semester I 2023: Maybank Indonesia Raih Laba Rp1,27 Triliun, Tumbuh 34,1%

Konsolidasi Lima Entitas: Maybank Indonesia Resmi Lahir Sebagai Raksasa Keuangan Terintegrasi

oleh Stella Gracia
15 September 2026 - 22:09

Maybank Indonesia resmi beroperasi sebagai Grup Keuangan Terintegrasi (PIKK) usai merampungkan akuisisi Maybank Sekuritas, Asset Management, dan Asuransi Etiqa, mengonsolidasikan...

BNI Perkuat Edukasi Anti-Phishing, Kenalkan Panduan Aman PERIKSA untuk Nasabah Korporasi

Sasar Pelaku UMKM, Kolaborasi BNIdirect Bisnis dan Pajakind Tawarkan Pengelolaan Pajak Terpadu

oleh Sandy Romualdus
15 September 2026 - 21:34

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) berkolaborasi dengan Pajakind untuk mengintegrasikan layanan transaksi perbankan dan perpajakan digital khusus bagi...

Titik Balik Sang Petani Perempuan: Menyiasati Cuaca, Mengelola Permodalan

Jaring Pengaman Korporasi: Cara BNC dan Akulaku Menjawab Krisis Pangan Pascagempa NTT

oleh Stella Gracia
15 September 2026 - 12:18

PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) dan Akulaku Group berkolaborasi dengan BAZNAS RI menyalurkan bantuan pangan darurat bagi masyarakat terdampak...

Lebih dari Sekadar Beasiswa, Kawah Candradimuka PNM Cetak Generasi Baru Sociopreneur

Lebih dari Sekadar Beasiswa, Kawah Candradimuka PNM Cetak Generasi Baru Sociopreneur

oleh Stella Gracia
15 September 2026 - 10:46

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menggelar Jambore MEA 2026 di Magelang, membekali puluhan anak nasabah Mekaar dengan ilmu bisnis, jejaring,...

Estafet Mendadak di Lapangan Banteng: Suahasil Nazara Naik Kelas Pegang Kendali Fiskal

Estafet Mendadak di Lapangan Banteng: Suahasil Nazara Naik Kelas Pegang Kendali Fiskal

oleh Sandy Romualdus
14 September 2026 - 15:52

Presiden Prabowo Subianto merombak susunan kabinet dengan melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa per 14 September...

Berburu 380 Debitur Mikro, Menolak Godaan Kerja Sama Gelap Lintah Darat

Berburu 380 Debitur Mikro, Menolak Godaan Kerja Sama Gelap Lintah Darat

oleh Stella Gracia
14 September 2026 - 15:01

Menelusuri kisah Dewi Natalia, Mantri BRI yang selama 14 tahun berjuang mengedukasi pedagang pasar di Lampung dan membebaskan mereka dari...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Duta Literasi Keuangan, OJK Integrasikan Kecakapan Finansial ke Dasa Dharma Pramuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Desak Bank KBMI 1 Konsolidasi, Buka Opsi Merger Demi Penuhi Free Float 15%

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Konsolidasi Lima Entitas: Maybank Indonesia Resmi Lahir Sebagai Raksasa Keuangan Terintegrasi

Kembalinya Short Selling: Karpet Merah yang Memantik Alarm Kewaspadaan

Sasar Pelaku UMKM, Kolaborasi BNIdirect Bisnis dan Pajakind Tawarkan Pengelolaan Pajak Terpadu

Tanjung Emas Menuju Gerbang Utama: Berlomba Melawan Arus Investasi

Resiliensi Akar Bambu: Strategi BI Ubah Ketahanan Finansial Jadi Mesin Pembiayaan

Jaring Pengaman Korporasi: Cara BNC dan Akulaku Menjawab Krisis Pangan Pascagempa NTT

Titik Balik Sang Petani Perempuan: Menyiasati Cuaca, Mengelola Permodalan

IHSG Fluktuatif: Pasar Cermati Reshuffle Menkeu, Aturan Short Selling, dan Gejolak Minyak Global

Lebih dari Sekadar Beasiswa, Kawah Candradimuka PNM Cetak Generasi Baru Sociopreneur

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Tanjung Emas Menuju Gerbang Utama: Berlomba Melawan Arus Investasi

Tanjung Emas Menuju Gerbang Utama: Berlomba Melawan Arus Investasi

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance