• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Kolom

Kapal Layar

by Sandy Romualdus
30 September 2015 - 00:00
20
VIEWS
Kapal Layar
0
SHARES
20
VIEWS

Seorang ekonom menganalogikan ekonomi Indonesia –terkait pelemahan kurs yang saat ini terjadi, sebagai kapal besar yang terombang-ambing di tengah laut dan hanya mengandalkan layar. Ekonomi RI, bergerak sesuai mata angin kebijakan moneter global yang dihembuskan negara lain. Untuk membeli mesin pendorong kapal, di saat nilai tukar anjlok, tentu membutuhkan duit yang besar.

Sejatinya pada saat nilai tukar rupiah menguat di level Rp9.000 per dollar beberapa tahun lalu, pemerintah bisa membeli mesin pendorong kapal, namun tidak dilakukan. Ketika rupiah melorot ke level 14.000-an per dollar AS belakangan semua pihak mengeluh karena harga mesinnya bisa dua kali lebih mahal dibanding sebelumnya. Dan kini, ekonomi kita tetap saja mengandalkan layar yang anginnya berasal dari kebijakan moneter negara lain.

  • Baca juga: Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan

Sejak 2013, angin dari barat selalu menggoyang-goyangkan layar ketika The Federal Rerserve berniat untuk menaikkan suku bunganya sebagai tanda berakhirnya masa krisis AS yang sudah berlangsung sejak 2008. Tahun ini, angin dari timur tiba-tiba datang menghempas ketika bank sentral China mendevaluasikan nilai tukarnya untuk mendongkrak ekspornya. Dan kapal RI kembali hanya pasrah mengikuti arah angin.

BERITA TERKAIT

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Amerika Serikat yang mengaku sebagai negara penganut pasar bebas, pemerintahnya berupaya mendorong perekonomian dengan kebijakan-kebijakannya. Di saat krisis, dan untuk menyelamatkan ekonominya, mereka memompa dana besar-besaran ke pasar keuangan agar aliran darah ke perekonomian tidak terputus.

Jadi jika mereka mendesak pemerintah dan otoritas negara-negara lain di dunia untuk ‘membiarkan’ ekonomi berjalan sesuai gerakan pasar, kita seharusnya tidak benar-benar harus menelannya mentah-mentah.

  • Baca juga: Melampaui Awareness: Strategi Deteksi dan Respons Insiden Siber di Era Digital

Kembali ke Indonesia. Mulai dari pemerintahan lalu, muncul ungkapan-ungkapan bahwa pemerintahan dijalankan pakai mode auto pilot. Jika pasar bebas berarti makin sedikit campur tangan negara pada ekonomi makin baik, maka seharusnya Indonesia menjadi negara yang paling mendekati sistem pasar bebas. Dan jika seperti Adam Smith bilang pada 1776, bahwa pasar bebas adalah sarana terbaik mencapai kesejahteraan, seharusnya Indonesia sudah sejahtera, minimal mendekati sejahtera.

Seharusnya kini, pelemahan nilai tukar yang merupakan imbas dari dibebaskannya kurs sesuai dengan kekuatan pasar, dibebaskannya harga bahan bakar minyak sesuai harga pasar, dan lainnya sesuai harga pasar, Indonesia selangkah lebih dekat kepada hidup yang lebih baik.

Kenyataannya, penurunan nilai tukar rupiah akan membuat indikator kesejahteraan masyarakat juga melorot. Karena dengan semakin terdepresiasinya nilai tukar rupiah, maka tingkat daya beli masyarakat juga semakin tertekan. Kenyataannya, setelah harga BBM dilepaskan sesuai mekanisme pasar, rakyat belum tambah sejahtera.

Urusan mendorong pertumbuhan dan menciptakan sejatinya memang bukan urusan pemerintah semata. Akan tetapi alih-alih mengupayakan solusi atas masalah –seperti pelemahan ekonomi dan depresiasi rupiah, pemerintah lebih memilih mencari kambing hitam. Dan yang kerap kali menjadi tumpuan kesalahan pemerintah adalah kondisi eksternal dan juga pemerintahan sebelumnya.

  • Baca juga: Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan mengatakan perlambatan ekonomi yang dialami Indonesia saat ini sudah dimulai sejak tahun 2012. Pada tahun itu, kendali pemerintahan masih di tangan Susilo Bambang Yudhoyono. Dan saat ini katanya, bukan rupiah yang melemah, tapi dolar yang menguat.

Mudah-mudahan dia tidak sedang mencari angin agar perekonomian RI yang mengandalkan layar itu bisa bergerak maju. Atau dia sedang mencicil membeli mesin pendorong?

 
 
 
 
 
Previous Post

Dari Guru Menjadi CEO

Next Post

Samsung Luncurkan Galaxy S6 Edge & Note 5

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan

Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan

by Sandy Romualdus
23 September 2026 - 11:21

Mengapa 88% perusahaan menggunakan AI tetapi gagal meraih value bisnis yang nyata? Temukan akar masalah gap adopsi AI, risiko halusinasi...

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

Melampaui Awareness: Strategi Deteksi dan Respons Insiden Siber di Era Digital

by Sandy Romualdus
16 September 2026 - 13:34

Menghadapi kompleksitas lanskap ancaman siber 2025, organisasi harus berevolusi dari sekadar membangun kesadaran menuju implementasi Cyber Threat Detection dan Incident...

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

by Sandy Romualdus
7 September 2026 - 10:28

Transformasi digital menuntut Indonesia memperkuat benteng pertahanan siber melalui kombinasi kesadaran keamanan siber dan literasi digital guna mengatasi kerentanan faktor...

Menakar Dampak dan Implikasi Perampingan BUMN

Menakar Dampak dan Implikasi Perampingan BUMN

by Sandy Romualdus
1 September 2026 - 10:00

Kebijakan perampingan dan konsolidasi BUMN bukan sekadar persoalan pemangkasan biaya operasional atau peningkatan dividen semata, melainkan sebuah pertaruhan krusial yang...

Salary Survey BPD: Antara Data Nasional dan Realitas Daerah

Salary Survey BPD: Antara Data Nasional dan Realitas Daerah

by Sandy Romualdus
8 Juli 2026 - 12:25

Pendekatan salary survey pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) memerlukan strategi kontekstual. Salah satunya adalah pendekatan metode hybrid benchmarking untuk menjaga...

Toxic Productivity

Toxic Productivity

by Sandy Romualdus
8 Juli 2026 - 11:57

"Bekerja keras adalah hal yang baik. Namun, ketika keinginan untuk terus produktif membuat kita mengabaikan kesehatan, waktu istirahat, hingga hubungan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
AsiaMoney: BNI Tetap Paling Piawai Dalam Cash Management

BNI Buka 45 Kantor Baru Secara Serentak di Indonesia

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance