• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Sabtu, Februari 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Perbankan

Kartu E-Money Terinterkoneksi di 2013

oleh Sandy Romualdus
15 November 2011 - 00:00
4
Dilihat
Kartu E-Money Terinterkoneksi di 2013
0
Bagikan
4
Dilihat

Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Informasi dan Telekomunikasi, dan Kementerian Perhubungan bersama Bank Indonesia (BI) menyepakati platform aturan interkoneksi dan interoperabilitas untuk kartu uang elektronik (e-money) dalam bentuk nota kesepahaman. Nantinya, kartu yang saat ini terbatas sektornya, tergantung layanan yang diberikan bank, akan disatukan sehingga satu kartu dapat digunakan untuk banyak layanan.

Saat ini, kartu e-money terbatas digunakan perlayanan, misalnya Bank Mandiri melayani pembayaran tol, BCA melayani pembelian bahan bakar minyak, Bank DKI melayani pembelian tiket Trans Jakarta, dan sebagainya. Ke depannya, satu kartu dari bank manapun harus mampu digunakan untuk seluruh layanan, termasuk layanan yang ditambahkan misalnya pembelian tiket KRL, MRT, electronic road pricing, dan sebagainya.

Deputi Gubernur BI Ardhayadi kepada di Jakarta, Senin (14/11) mengatakan, dengan keseluruhan sistem tersebut, pembangunannya dijadwalkan tuntas pada 2013 setelah diujicobakan tahun depan. "Penerbit akan melakukan migrasi dari kartu yang ke standard elektronik," kata Ardhayadi. Saat ini, BI dan Kemenkominfo tersebtu membuat road map menuju satu kartu untuk seluruh keperluan transportasi. Kemenhub pada akhirnya akan mengatur penggunaan e-money di lapangan.

BERITA TERKAIT

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Menurut Ardhayadi, pengembangan tersebut dirasa penting, setelah mencermati pertumbuhan penggunakan e-money dan potensinya ke depan. Pada 2007, saat instrumen tersebut baru dikeluarkan, jumlah e-money baru mencapai 165 ribu kartu dengan transaksi sebesar Rp 19,15 juta dengan volume harian 2 ribu. Hanya dalam empat tahun jumlah kartu tumbuh menjadi 11,7 juta per September 2011 dengan rata-rata transaksi harian sebesar Rp 2,5 miliat dengan volume 102 ribu. transaksi.

Ardhayadi mengatakan, efisiensi nasional bisa jadi berbeda dengan efisiensi perusahaan yang berorientasi laba. "Efisiensi nasional dan efisiensi pelaku berbeda. Mereka bicara efisien biasanya mikro pada perusahaan dan profit maksimum. Kita melihat efisien penggunaan sehingga e-money bisa digunakan di mana saja. Setahun pengguna transportasi itu hampir 100 juta. Ini pasar yang bagus sekali," katanya.

Gubernur BI Darmin Nasution berpendapat serupa. Saat ini, kata Darmin, kendala e-money merupakan interoperabilitas dan interkonektivitas kartu. "Ini kurang menguntungkan bagi pengguna, merchant, maupun penerbit. Bagi pengguna, banyak kartu untuk macam-macam. Idealnya satu saja busway bisa, tol bisa, dan sebagainya. Bagi merchant cash handling dan kebocorannya bisa tinggi. Bagi penerbit, biaya investasi cukup tinggi karena harus mengembangkan infrastruktur sendiri," kata Darmin.

BI memfokuskan aturan kepada transportasi juga karena melihat pentingnya sektor ini. Darmin menggambarkan, transaksi transportasi merupakan transaksi yang jumlahnya kecil, namun dilakukan massal dan berulang-ulang. Aturan ini akan dibakukan dalam bentuk peraturan BI atau surat edaran, diputuskan kemudian. Aturan terkait kementerian lainnya akan dibuat oleh masing-masing.

 

 
 
 
 
Sebelumnya

Suku Bunga Deposito Naik Tipis

Selanjutnya

Belanja Negara Baru Terserap 69,1 Persen

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Bank Indonesia Tetapkan Jadwal Rapat Dewan Gubernur Bulanan 2026, Fokus Transparansi Kebijakan

Outlook Moody’s Negatif, BI Pastikan Likuiditas Perbankan Jumbo Tetap Solid

oleh Stella Gracia
20 Februari 2026 - 15:11

Stabilitas.id – Bank Indonesia (BI) menegaskan ketahanan sektor perbankan nasional tetap kokoh di tengah langkah Moody’s Ratings yang merevisi outlook...

Dirut BRI: Fundamental Industri Perbankan Solid, Akselerasi Kredit Butuh Penguatan dari Sisi Demand

Dirut BRI: Fundamental Industri Perbankan Solid, Akselerasi Kredit Butuh Penguatan dari Sisi Demand

oleh Sandy Romualdus
20 Februari 2026 - 10:32

Stabilitas.id – Industri perbankan nasional masih memiliki ruang yang solid untuk menopang pertumbuhan kredit ke depan dengan kondisi likuiditas dan...

Laba Danamon Tumbuh 14% Jadi Rp4 Triliun pada 2025, Kredit Naik 9%

Laba Danamon Tumbuh 14% Jadi Rp4 Triliun pada 2025, Kredit Naik 9%

oleh Sandy Romualdus
19 Februari 2026 - 19:20

Stabilitas.id — PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp4 triliun sepanjang 2025, tumbuh 14% secara...

Transaksi SeaBank Tembus 10 Juta per Hari, Deposito Digital Jadi Tren Penahan Konsumsi Gen Z

Transaksi SeaBank Tembus 10 Juta per Hari, Deposito Digital Jadi Tren Penahan Konsumsi Gen Z

oleh Stella Gracia
19 Februari 2026 - 12:11

Stabilitas.id – Tren digitalisasi perbankan yang semakin lekat dengan gaya hidup generasi muda mendorong perbankan digital untuk memperkuat strategi pengelolaan...

Terjerat Fraud & Modal Cekak, Izin Usaha BPR Kamadana Dicabut OJK

Terjerat Fraud & Modal Cekak, Izin Usaha BPR Kamadana Dicabut OJK

oleh Stella Gracia
19 Februari 2026 - 10:47

Stabilitas.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mencabut izin usaha PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Kamadana yang berlokasi di Kintamani,...

Pendaftaran BTN Run 2026 Resmi Dibuka, Targetkan 7.600 Peserta

Pendaftaran BTN Run 2026 Resmi Dibuka, Targetkan 7.600 Peserta

oleh Sandy Romualdus
19 Februari 2026 - 07:22

Stabilitas.id - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk resmi membuka pendaftaran BTN RUN 2026 mulai 13 Februari 2026 melalui superapps...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Puncak BIK 2025: Ribuan Warga Banyumas Dapat Akses Keuangan Baru dari LJK

    OJK Tunjuk Friderica sebagai ADK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Akhiri Riwayat BPR Bank Cirebon, Ini Kronologi Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Jejak Panji Irawan, Dirut Bank Mandiri Taspen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Korupsi Pertamina, Riza Chalid Masuk Daftar Buronan Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Siap-siap! THR TNI/Polri dan ASN Mulai Disalurkan Minggu Pertama Ramadan

Purbaya Tolak Usulan IMF Naikkan PPh 21, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

Strategi Pembiayaan APBN: Serapan Lelang SUN Tembus Rp40 Triliun di Tengah Penurunan Bids

Outlook Moody’s Negatif, BI Pastikan Likuiditas Perbankan Jumbo Tetap Solid

Barter Tarif: 1.819 Produk Ekspor RI Jadi 0%, Gandum & Kedelai AS Bebas Bea Masuk

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Meratakan Jalan Penurunan Bunga

Meratakan Jalan Penurunan Bunga

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance