JAKARTA, Stabilitas.id — Kementerian Keuangan akan kembali menggelar Annual International Forum of Economic Development and Public Policy (AIFED) yang ke-10 dengan tema “Finding New Sources of Growth to Recover Stronger” pada 1-3 Desember 2021 mendatang.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu mengungkapkan, forum ini merupakan hasil kerja sama dengan Pemerintah Australia dan Asian Development Bank.
“Forum yang melibatkan banyak kalangan dari berbagai latar saat ini sangat dibutuhkan untuk terus menciptakan inovasi kebijakan fiskal yang mendukung pemulihan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan dari pandemi Covid-19 ke depan. Selain itu, AIFED ke-10 ini akan sangat bermanfaat sebagai landasan bagi penyusunan rekomendasi kebijakan strategis bagi Rancangan APBN ke depan,”ungkap Febrio.
BERITA TERKAIT
Febrio melanjutkan, Indonesia mempunyai visi untuk menjadi negara maju di ulang tahun kemerdekaan yang ke-100 atau yang kita kenal dengan “Visi Indonesia 2045”. Cita-cita untuk menjadi negara maju di tahun 2045 membutuhkan komitmen yang kuat untuk bisa direalisasikan.
Namun hal ini tentunya tidak akan mudah dilakukan, di tengah berbagai tantangan baik secara domestik maupun internasional. Seluruh tantangan ini harus kita selesaikan agar Visi Indonesia 2045 bisa terwujud.
Salah satu tantangan yang paling nyata adalah pandemi Covid-19 yang masih dinamis. Berbagai ahli virus dan penyakit menular maupun juru bicara World Health Organization telah mengemukakan bahwa pandemi ini masih belum berakhir, bahkan berpotensi menjadi endemi. P
andemi Covid-19 telah berdampak signifikan pada berbagai aspek kehidupan masyarakat, baik dalam interaksi, menjalankan usaha, termasuk proses penyusunan kebijakan. Saat ini fokus kita adalah bagaimana menciptakan lingkungan pengaktif (enabling environment) agar kita bisa hidup berdampingan dengan endemi terutama melalui perbaikan sistem kesehatan dan kesiapan anggaran.
Tantangan tidak kalah penting lain yang dihadapi Indonesia adalah produktivitas yang belum optimal, angkatan kerja yang masih didominasi oleh penduduk berpendidikan menengah ke bawah, dan ketergantungan pada komoditas. Selain itu, masih ada risiko ketidakpastian global dalam bentuk pemulihan yang tidak merata di seluruh dunia dan ancaman perubahan iklim.
Terlebih lagi Indonesia berkomitmen untuk menurunkan emisi karbon sebanyak 29% di tahun 2030 dan meningkakan proporsi energi alternatif dalam bauran energi nasional hingga 23% di tahun 2025. Selain itu, Indonesia juga menargetkan emisi nol bersih (Net Zero Emission/NZE) di tahun 2060 atau lebih awal.
Perhelatan AIFED ke-10 akan dibuka oleh Wakil Menteri Keuangan RI, Prof. Suahasil Nazara; Australian Ambassador to Indonesia, Penny Williams PSM; dan Vice President of Asian Development Bank (ADB), Ahmed M. Saeed. Selain itu, gelaran AIFED kali ini juga akan mendatangkan beberapa figur ahli dari berbagai bidang seperti, Prof. Keun Lee, Seoul National University; Prof. Paul Ekins, University College London; Kaushik Das, McKinsey & Company; Prof. Ahmad Erani Yustika, Sekretariat Wakil Presiden; Prof. Warwick McKibbin, Australian National University; Kazutoshi Chatani, International Labour Organization (ILO); Henri Blas, Global Infrastructure Hub; Jennifer Gordon, Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), Australian Government; Ridha Wirakusumah, Indonesia Investment Authority; dan sejumlah pakar lainnya.

















