JAKARTA, Stabilitas.id – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mengoptimalkan potensi desa-desa wisata di Jawa Barat melalui kegiatan “Misi Penjualan Destinasi Prioritas untuk Pasar Nusantara”.
Hal ini diungkapkan oleh Menparekraf/Kabaparekraf Sandiaga Salahuddin Uno dalam acara yang dilaksanakan di Cianjur, Jawa Barat, pada Jumat (23/9/22).
Kegiatan ini digelar di Hotel Gino Feruci, Cianjur, Jawa Barat pada 20-22 September 2022 dan melibatkan tujuh perwakilan desa wisata di Jawa Barat sebagai seller serta 14 industri berupa travel agent/tour operator (TA/TO), Profesional Conference Organizer (PCO), Event Organizer (EO), Wedding Organizer (WO), dan Online Travel Agent (OTA) sebagai buyer.
BERITA TERKAIT
Sandiaga mengatakan, Misi Penjualan Destinasi Prioritas Untuk Pasar Nusantara ini merupakan kegiatan kolaborasi dan kolaboraksi pentahelix dengan melibatkan desa wisata, pemerintah daerah, industry pariwisata, dan akademisi.
“Kegiatan ini juga merupakan follow up dari Anugerah Desa Wisata Indonesia dan untuk mempromosikan desa wisata secara luas,” ungkap Sandiaga.
Ia juga menjelaskan, perwakilan desa wisata dipertemukan dengan pelaku industri pariwisata di Cianjur agar dapat membantu mempromosikan hingga menjual paket desa wisata.
Selain itu, Plt. Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf, Ni Wayan Giri Adnyani menambahkan sebelum kegiatan misi penjualan dimulai, perwakilan desa wisata berkesempatan untuk memperoleh ilmu mengenai pembuatan paket wisata yang menarik serta bagaimana menjual paket tersebut agar dapat menjaring wisatawan untuk datang.
“Selain itu keterlibatan akademisi khususnya anak muda dalam kegiatan ini dimaksudkan untuk dapat membantu memberi masukan mengenai paket-paket desa wisata serta membantu mempromosikan desa wisata melalui media sosial mereka,” ungkap Giri.
Ia berharap, kegiatan ini bisa menghasilkan paket-paket wisata menarik untuk desa wisata se-Jawa Barat, khususnya ketujuh desa yang terlibat dalam kegiatan ini.
“Rencananya promosi desa-desa wisata ini akan di-branding dalam inovasi baru Kemenparekraf dengan nama ‘Beti Dewi’ atau Beli Kreatif Desa Wisata yang akan langsung dijual oleh Travel Agent/Tour Operator (TA/TO), Online Travel Agent (OTA), Event Organizer (EO), dan lain-lain,” ungkapnya.***






.jpg)










