• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Selasa, Februari 17, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Internasional

Kesenjangan AI: Pemimpin di Industri Keuangan Hadapi Tantangan Tata Kelola Data & Tuntutan Infrastruktur

oleh Stella Gracia
27 Maret 2025 - 11:08
24
Dilihat
Kesenjangan AI: Pemimpin di Industri Keuangan Hadapi Tantangan Tata Kelola Data & Tuntutan Infrastruktur
0
Bagikan
24
Dilihat

SANTA CLARA, Stabilitas.id – Kemajuan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI) menimbulkan tekanan luar biasa terhadap infrastruktur data tradisional, memaksa pelaku industri di sektor perbankan, jasa keuangan, dan asuransi (BFSI) untuk memprioritaskan antara keamanan, kualitas, dan keberlanjutan. Demikian menurut survei terbaru dari Hitachi Vantara, anak perusahaan Hitachi, Ltd. yang bergerak di bidang penyimpanan data, infrastruktur, dan manajemen cloud hybrid.

Berdasarkan masukan dari 231 pemimpin TI dan bisnis global, Laporan State of Data Infrastructure 2024 menemukan bahwa meskipun 36% responden mengakui pentingnya kualitas data untuk keberhasilan AI, para pemimpin sektor keuangan tetap lebih fokus pada keamanan data — yang pada akhirnya menciptakan celah dalam kinerja AI dan pengembalian investasi (ROI) jangka panjang.

“Lembaga keuangan di seluruh dunia tengah mempercepat adopsi AI, namun banyak yang menyadari bahwa infrastruktur data mereka belum siap untuk mendukungnya,” ujar Joe Ong, Vice President dan General Manager untuk wilayah ASEAN di Hitachi Vantara dalam siaran pers, dikutip Kamis (27/3).

BERITA TERKAIT

TÜV Rheinland Kuatkan Standar Keamanan EV, Soroti Risiko Asuransi dan SDM

OJK Luncurkan Tata Kelola Kecerdasan Artifisial Perbankan Indonesia

“Penelitian global ini mencerminkan apa yang juga kami dengar di Asia Tenggara — bahwa hambatan utama dalam keberhasilan AI bukan pada teknologinya, melainkan pada kemampuan untuk mengelola data secara aman, akurat, dan dalam skala besar. Organisasi keuangan perlu memperkuat fondasi data mereka agar AI dapat memberikan dampak nyata dan berkelanjutan,” katanya menambahkan.

Hampir setengah (48%) responden menyebut keamanan data sebagai perhatian utama dalam penerapan AI, mencerminkan pentingnya perlindungan terhadap ancaman baik dari dalam maupun luar organisasi. Hal ini dapat dipahami mengingat 84% responden mengakui bahwa kehilangan data akibat serangan atau kesalahan akan berdampak katastrofik.

Namun, hasil studi juga menunjukkan bahwa mengabaikan kualitas data membawa konsekuensi serius bagi institusi BFSI, di antaranya: di perusahaan BFSI, data hanya tersedia saat dan di tempat yang dibutuhkan seperempat waktu (25%), dan model AI di sektor BFSI hanya akurat 21% dari waktu. Selain itu, 36% responden mengkhawatirkan risiko kebocoran data akibat AI internal, dan 38% khawatir tidak mampu memulihkan data dari serangan ransomware.

Meskipun serangan ransomware menjadi perhatian utama para pemimpin TI di sektor BFSI, 36% menyatakan bahwa kebocoran data akibat kesalahan AI merupakan tiga kekhawatiran teratas mereka, dan 32% khawatir bahwa serangan yang didukung AI dapat menyebabkan pelanggaran data.

“Model bisnis dalam layanan keuangan secara inheren sangat bergantung pada kepercayaan. Kerusakan reputasi merupakan risiko yang sangat besar, sehingga dalam industri kami, interaksi antara keamanan dan akurasi menjadi tantangan yang krusial sekaligus kompleks,” ujar Mark Katz, CTO untuk sektor Jasa Keuangan, Hitachi Vantara.

“Sebagai contoh, jika sebuah chatbot secara tidak sengaja mengungkapkan informasi sensitif yang terdapat dalam data pelatihan, hal tersebut dapat menimbulkan konsekuensi serius. Selain itu, biaya dari jawaban yang salah atau hallucination (hasil yang tidak akurat dari AI) juga menimbulkan risiko besar; jika seseorang mengambil keputusan berdasarkan data yang salah, akan muncul berbagai pertanyaan terkait tanggung jawab hukum,” imbuhnya.

Meskipun terdapat tantangan akurasi, adopsi AI di sektor BFSI terus mengalami percepatan. Namun, banyak organisasi yang menerapkan AI tanpa persiapan memadai, dengan 71% responden mengakui bahwa mereka melakukan pengujian dan iterasi langsung pada implementasi aktif, sementara hanya 4% yang menggunakan lingkungan sandbox (uji coba terkendali).

Penelitian ini menegaskan bahwa para pemimpin sektor jasa keuangan meyakini kualitas data sebagai pertimbangan paling penting untuk keberhasilan implementasi AI. Namun, kekhawatiran seperti keamanan data terlalu mendesak untuk diabaikan—dan hal ini berdampak pada menurunnya return on investment (ROI).

Survei ini menguraikan sejumlah pertimbangan utama dalam membangun infrastruktur yang lebih tangguh dan siap untuk AI, guna membantu organisasi BFSI mempersiapkan diri menghadapi masa depan, di antaranya: Pertama, Eksperimen yang Bertanggung Jawab: Dua dari lima pemimpin BFSI (42%) menyatakan bahwa mereka membangun keterampilan yang dibutuhkan untuk menerapkan AI melalui eksperimen. Pengujian yang bertanggung jawab di lingkungan sandbox yang aman dapat mengurangi risiko sekaligus membuka potensi AI.

Kedua, Keberlanjutan di Setiap Tingkatan: Mulai dari penyimpanan data yang hemat energi hingga perangkat lunak yang dioptimalkan, para pemimpin bisnis dan TI harus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam infrastruktur, aplikasi, model, praktik data, dan strategi sejak awal.

Ketiga, Menyederhanakan dan Menyatukan Sistem: Kurangi kompleksitas dengan mengelola lingkungan hybrid secara terpadu, mengotomatisasi tugas-tugas keamanan, dan memanfaatkan platform data yang terintegrasi untuk mempercepat wawasan dan menyederhanakan pelatihan AI.

Keempat, Memastikan Ketahanan Data dan Memanfaatkan AI untuk Pertahanan: Rancang rencana pemulihan dengan sistem redundansi, penyimpanan roll-back, dan pemulihan model AI untuk mengurangi risiko akibat kegagalan atau serangan. Gunakan AI untuk mengidentifikasi risiko, meningkatkan proses pemulihan, dan mengamankan data melalui penyimpanan yang immutable, terenkripsi, dan dapat memperbaiki diri secara otomatis—sebagai langkah melawan ancaman dari pelaku yang juga memanfaatkan AI.

Laporan ini disusun berdasarkan Survei Global State of Data Infrastructure 2024 dari Hitachi Vantara, dan mewakili pandangan dari 231 spesialis BFSI, eksekutif tingkat C, serta pengambil keputusan di bidang TI yang berasal dari 15 negara di seluruh dunia. ***

Tags: AI sektor jasa keuanganKesenjangan AITantangan Tata Kelola DataTata Kelola DataTuntutan Infrastruktur
 
 
 
 
Sebelumnya

Akhirnya Bank Neo Commerce Balikkan Rugi Menjadi Laba di Akhir 2024

Selanjutnya

Perkuat Integrasi Rantai Pasok Aluminium Nasional, SGAR Fase II Dimulai

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

BNI dan BNI Ventures Luncurkan Dropbox Kertas, Dorong Ekonomi Sirkular di Lingkungan Kantor

BNI dan BNI Ventures Luncurkan Dropbox Kertas, Dorong Ekonomi Sirkular di Lingkungan Kantor

oleh Sandy Romualdus
17 Februari 2026 - 13:51

Stabilitas.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI bersama anak usahanya, BNI Ventures, memperkuat komitmen keberlanjutan melalui peluncuran...

BNI Integrasikan Ekonomi Sirkular dan Inklusi Keuangan Lewat Program Agen46 Bank Sampah

BNI Integrasikan Ekonomi Sirkular dan Inklusi Keuangan Lewat Program Agen46 Bank Sampah

oleh Sandy Romualdus
17 Februari 2026 - 13:44

Stabilitas.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperkuat implementasi ekonomi sirkular sekaligus mendorong inklusi keuangan melalui Program...

Kredit Tumbuh, Likuiditas Terjaga: OJK Ungkap Proyeksi Perbankan 2025

OJK Bidik Praktik Jual Beli Rekening, Nasabah Terancam Masuk Daftar Hitam Perbankan

oleh Stella Gracia
15 Februari 2026 - 16:09

Stabilitas.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperketat pengawasan terhadap fenomena jual beli rekening bank yang marak terjadi di platform media...

BNI JCB Corporate Card Raih Penghargaan, Bukti Ekspansi BNI di Segmen Korporasi

BNI JCB Corporate Card Raih Penghargaan, Bukti Ekspansi BNI di Segmen Korporasi

oleh Stella Gracia
15 Februari 2026 - 09:36

Stabilitas.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) mempertegas posisinya sebagai pemain utama di industri kartu kredit melalui raihan...

Dukung Asta Cita, BRI Group Pangkas Bunga PNM Mekaar 5% dan Double Kuota FLPP

Dukung Asta Cita, BRI Group Pangkas Bunga PNM Mekaar 5% dan Double Kuota FLPP

oleh Stella Gracia
15 Februari 2026 - 09:27

Stabilitas.id — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI Group mengambil langkah strategis untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dan mendukung...

Gandeng UNEJ dan AAJI, OJK Luncurkan Beasiswa Riset Asuransi Jiwa di Jember

Gandeng UNEJ dan AAJI, OJK Luncurkan Beasiswa Riset Asuransi Jiwa di Jember

oleh Stella Gracia
15 Februari 2026 - 09:17

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memacu tingkat literasi dan inklusi keuangan di sektor perasuransian, dengan membidik generasi muda...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Puncak BIK 2025: Ribuan Warga Banyumas Dapat Akses Keuangan Baru dari LJK

    OJK Tunjuk Friderica sebagai ADK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Jejak Panji Irawan, Dirut Bank Mandiri Taspen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Korupsi Pertamina, Riza Chalid Masuk Daftar Buronan Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Purbaya Sebut Juda Agung Calon Kuat Wakil Menteri Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

BNI dan BNI Ventures Luncurkan Dropbox Kertas, Dorong Ekonomi Sirkular di Lingkungan Kantor

BNI Integrasikan Ekonomi Sirkular dan Inklusi Keuangan Lewat Program Agen46 Bank Sampah

Mandiri Institute: Penguatan Link and Match Kunci Optimalkan Momentum Perbaikan Tenaga Kerja Nasional

OJK Bidik Praktik Jual Beli Rekening, Nasabah Terancam Masuk Daftar Hitam Perbankan

BNI JCB Corporate Card Raih Penghargaan, Bukti Ekspansi BNI di Segmen Korporasi

Dukung Asta Cita, BRI Group Pangkas Bunga PNM Mekaar 5% dan Double Kuota FLPP

Gandeng UNEJ dan AAJI, OJK Luncurkan Beasiswa Riset Asuransi Jiwa di Jember

Penukaran Uang Lebaran 2026 Dibuka: Cek Jadwal Aplikasi PINTAR dan Lokasi Terpadu di GBK

Gerai Baru Hadir di Central Park, BTN Bidik 100 Digital Store di 2027

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Perkuat Integrasi Rantai Pasok Aluminium Nasional, SGAR Fase II Dimulai

Perkuat Integrasi Rantai Pasok Aluminium Nasional, SGAR Fase II Dimulai

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance