• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Asuransi

Kesenjangan AI: Pemimpin di Industri Keuangan Hadapi Tantangan Tata Kelola Data & Tuntutan Infrastruktur

by Stella Gracia
27 Maret 2025 - 11:08
32
VIEWS
Kesenjangan AI: Pemimpin di Industri Keuangan Hadapi Tantangan Tata Kelola Data & Tuntutan Infrastruktur
0
SHARES
32
VIEWS

SANTA CLARA, Stabilitas.id – Kemajuan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI) menimbulkan tekanan luar biasa terhadap infrastruktur data tradisional, memaksa pelaku industri di sektor perbankan, jasa keuangan, dan asuransi (BFSI) untuk memprioritaskan antara keamanan, kualitas, dan keberlanjutan. Demikian menurut survei terbaru dari Hitachi Vantara, anak perusahaan Hitachi, Ltd. yang bergerak di bidang penyimpanan data, infrastruktur, dan manajemen cloud hybrid.

Berdasarkan masukan dari 231 pemimpin TI dan bisnis global, Laporan State of Data Infrastructure 2024 menemukan bahwa meskipun 36% responden mengakui pentingnya kualitas data untuk keberhasilan AI, para pemimpin sektor keuangan tetap lebih fokus pada keamanan data — yang pada akhirnya menciptakan celah dalam kinerja AI dan pengembalian investasi (ROI) jangka panjang.

  • Baca juga: TÜV Rheinland Kuatkan Standar Keamanan EV, Soroti Risiko Asuransi dan SDM

“Lembaga keuangan di seluruh dunia tengah mempercepat adopsi AI, namun banyak yang menyadari bahwa infrastruktur data mereka belum siap untuk mendukungnya,” ujar Joe Ong, Vice President dan General Manager untuk wilayah ASEAN di Hitachi Vantara dalam siaran pers, dikutip Kamis (27/3).

BERITA TERKAIT

TÜV Rheinland Kuatkan Standar Keamanan EV, Soroti Risiko Asuransi dan SDM

OJK Luncurkan Tata Kelola Kecerdasan Artifisial Perbankan Indonesia

“Penelitian global ini mencerminkan apa yang juga kami dengar di Asia Tenggara — bahwa hambatan utama dalam keberhasilan AI bukan pada teknologinya, melainkan pada kemampuan untuk mengelola data secara aman, akurat, dan dalam skala besar. Organisasi keuangan perlu memperkuat fondasi data mereka agar AI dapat memberikan dampak nyata dan berkelanjutan,” katanya menambahkan.

Hampir setengah (48%) responden menyebut keamanan data sebagai perhatian utama dalam penerapan AI, mencerminkan pentingnya perlindungan terhadap ancaman baik dari dalam maupun luar organisasi. Hal ini dapat dipahami mengingat 84% responden mengakui bahwa kehilangan data akibat serangan atau kesalahan akan berdampak katastrofik.

Namun, hasil studi juga menunjukkan bahwa mengabaikan kualitas data membawa konsekuensi serius bagi institusi BFSI, di antaranya: di perusahaan BFSI, data hanya tersedia saat dan di tempat yang dibutuhkan seperempat waktu (25%), dan model AI di sektor BFSI hanya akurat 21% dari waktu. Selain itu, 36% responden mengkhawatirkan risiko kebocoran data akibat AI internal, dan 38% khawatir tidak mampu memulihkan data dari serangan ransomware.

Meskipun serangan ransomware menjadi perhatian utama para pemimpin TI di sektor BFSI, 36% menyatakan bahwa kebocoran data akibat kesalahan AI merupakan tiga kekhawatiran teratas mereka, dan 32% khawatir bahwa serangan yang didukung AI dapat menyebabkan pelanggaran data.

“Model bisnis dalam layanan keuangan secara inheren sangat bergantung pada kepercayaan. Kerusakan reputasi merupakan risiko yang sangat besar, sehingga dalam industri kami, interaksi antara keamanan dan akurasi menjadi tantangan yang krusial sekaligus kompleks,” ujar Mark Katz, CTO untuk sektor Jasa Keuangan, Hitachi Vantara.

  • Baca juga: OJK Luncurkan Tata Kelola Kecerdasan Artifisial Perbankan Indonesia

“Sebagai contoh, jika sebuah chatbot secara tidak sengaja mengungkapkan informasi sensitif yang terdapat dalam data pelatihan, hal tersebut dapat menimbulkan konsekuensi serius. Selain itu, biaya dari jawaban yang salah atau hallucination (hasil yang tidak akurat dari AI) juga menimbulkan risiko besar; jika seseorang mengambil keputusan berdasarkan data yang salah, akan muncul berbagai pertanyaan terkait tanggung jawab hukum,” imbuhnya.

Meskipun terdapat tantangan akurasi, adopsi AI di sektor BFSI terus mengalami percepatan. Namun, banyak organisasi yang menerapkan AI tanpa persiapan memadai, dengan 71% responden mengakui bahwa mereka melakukan pengujian dan iterasi langsung pada implementasi aktif, sementara hanya 4% yang menggunakan lingkungan sandbox (uji coba terkendali).

Penelitian ini menegaskan bahwa para pemimpin sektor jasa keuangan meyakini kualitas data sebagai pertimbangan paling penting untuk keberhasilan implementasi AI. Namun, kekhawatiran seperti keamanan data terlalu mendesak untuk diabaikan—dan hal ini berdampak pada menurunnya return on investment (ROI).

Survei ini menguraikan sejumlah pertimbangan utama dalam membangun infrastruktur yang lebih tangguh dan siap untuk AI, guna membantu organisasi BFSI mempersiapkan diri menghadapi masa depan, di antaranya: Pertama, Eksperimen yang Bertanggung Jawab: Dua dari lima pemimpin BFSI (42%) menyatakan bahwa mereka membangun keterampilan yang dibutuhkan untuk menerapkan AI melalui eksperimen. Pengujian yang bertanggung jawab di lingkungan sandbox yang aman dapat mengurangi risiko sekaligus membuka potensi AI.

Kedua, Keberlanjutan di Setiap Tingkatan: Mulai dari penyimpanan data yang hemat energi hingga perangkat lunak yang dioptimalkan, para pemimpin bisnis dan TI harus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam infrastruktur, aplikasi, model, praktik data, dan strategi sejak awal.

Ketiga, Menyederhanakan dan Menyatukan Sistem: Kurangi kompleksitas dengan mengelola lingkungan hybrid secara terpadu, mengotomatisasi tugas-tugas keamanan, dan memanfaatkan platform data yang terintegrasi untuk mempercepat wawasan dan menyederhanakan pelatihan AI.

  • Baca juga: Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

Keempat, Memastikan Ketahanan Data dan Memanfaatkan AI untuk Pertahanan: Rancang rencana pemulihan dengan sistem redundansi, penyimpanan roll-back, dan pemulihan model AI untuk mengurangi risiko akibat kegagalan atau serangan. Gunakan AI untuk mengidentifikasi risiko, meningkatkan proses pemulihan, dan mengamankan data melalui penyimpanan yang immutable, terenkripsi, dan dapat memperbaiki diri secara otomatis—sebagai langkah melawan ancaman dari pelaku yang juga memanfaatkan AI.

Laporan ini disusun berdasarkan Survei Global State of Data Infrastructure 2024 dari Hitachi Vantara, dan mewakili pandangan dari 231 spesialis BFSI, eksekutif tingkat C, serta pengambil keputusan di bidang TI yang berasal dari 15 negara di seluruh dunia. ***

Tags: AI sektor jasa keuanganKesenjangan AITantangan Tata Kelola DataTata Kelola DataTuntutan Infrastruktur
 
 
 
 
 
Previous Post

Akhirnya Bank Neo Commerce Balikkan Rugi Menjadi Laba di Akhir 2024

Next Post

Perkuat Integrasi Rantai Pasok Aluminium Nasional, SGAR Fase II Dimulai

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

by Sandy Romualdus
17 Oktober 2026 - 00:22

LPS menargetkan aktivasi Program Penjaminan Polis asuransi berlaku mulai Juli 2027 dengan menerapkan skema pendaftaran bertahap dan seleksi kesehatan modal....

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 21:02

BNI menyabet peringkat keempat Top 10 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026 berkat penguatan kanal digital wondr...

Porsi Kredit Produktif Tembus 62 Persen: Bank BPD Bali Salurkan Pembiayaan UMKM Rp14,15 Triliun

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

by Sandy Romualdus
16 Oktober 2026 - 20:36

Bank BPD Bali meraup laba Rp1 triliun dan menyalurkan kredit UMKM Rp14,43 triliun per kuartal III/2026 dengan NPL Gross terjaga...

Bicara di Forum IMF-World Bank: Wadirut Bank BSN Dorong Integrasi Pasar Syariah ASEAN

Bicara di Forum IMF-World Bank: Wadirut Bank BSN Dorong Integrasi Pasar Syariah ASEAN

by Sandy Romualdus
15 Oktober 2026 - 15:56

Wadirut Bank BSN Arga M. Nugraha menyerukan integrasi pasar keuangan syariah ASEAN guna melayani 250 juta umat Muslim di forum...

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Lebih dari Sekadar Modal, KUR BRI Dorong Toko Grosir Fitriani Ciptakan Lapangan Kerja di Pesawaran

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 11:48

Berkat pembiayaan KUR BRI, Fitriani berhasil kembangkan kios kecil di Pesawaran jadi toko grosir sembako dan buka lapangan kerja warga...

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 09:49

Shifa Celluler di Binjai Utara jadi ujung tombak inklusi dan literasi keuangan BRI, layani 4.500 transaksi bulanan serta dampingi nasabah...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Perkuat Integrasi Rantai Pasok Aluminium Nasional, SGAR Fase II Dimulai

Perkuat Integrasi Rantai Pasok Aluminium Nasional, SGAR Fase II Dimulai

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance