Stabilitas.id – PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) membuka tahun 2026 dengan catatan kinerja keuangan yang solid. Pada kuartal I/2026, bank digital ini mencatatkan laba bersih sebesar Rp6,79 miliar, didorong oleh akselerasi penyaluran kredit digital serta pengelolaan likuiditas yang efisien.
Pertumbuhan kinerja ini tidak lepas dari peningkatan pendapatan bunga yang mencapai Rp308,35 miliar atau tumbuh 7,5% secara tahunan (year-on-year/yoy). Secara spesifik, pendapatan bunga dari sektor kredit berkontribusi sebesar Rp226,29 miliar, meningkat 11,0% (yoy).
Direktur Utama Bank Raya, Ida Bagus Ketut Subagia (Bagus), menegaskan bahwa capaian awal tahun ini merupakan buah dari konsistensi strategi transformasi digital yang terukur.
BERITA TERKAIT
“Pertumbuhan kinerja pada awal tahun 2026 mencerminkan konsistensi kami dalam menjalankan strategi transformasi digital secara terukur dan memperkuat bisnis digital secara berkelanjutan,” ujar Bagus, Kamis (23/4/2026).
Akselerasi Kredit Digital
Segmen bisnis digital menjadi motor pertumbuhan utama Bank Raya. Outstanding kredit digital perseroan tumbuh signifikan sebesar 33,1% (yoy) menjadi Rp3,14 triliun. Secara total, penyaluran kredit digital mencapai Rp8,14 triliun atau naik 29,0% (yoy).
Produk unggulan perseroan, Pinang Dana Talangan, mencatatkan kinerja cemerlang dengan penyaluran mencapai Rp7,25 triliun selama tiga bulan pertama 2026, tumbuh 33,4% (yoy). Outstanding produk ini mencapai Rp1,15 triliun dengan jangkauan sekitar 52 ribu Agen BRILink dan Agen Gadai.
Kinerja Keuangan dan Likuiditas (Kuartal I/2026)
| Indikator Keuangan | Capaian / Rasio | Pertumbuhan (yoy) |
| Laba Bersih | Rp6,79 Miliar | – |
| Pendapatan Bunga | Rp308,35 Miliar | 7,5% |
| Outstanding Kredit Digital | Rp3,14 Triliun | 33,1% |
| CASA (Dana Murah) | Rp3 Triliun | 30,2% |
| Digital Saving | Rp2,30 Triliun | 63,9% |
| NIM | 5,78% | +91bps |
| CAR | 41,8% | – |
Dana Murah dan Inovasi Produk
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp8,44 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh dana murah (Giro dan Tabungan) yang mencapai Rp3 triliun atau tumbuh 30,2% (yoy). Fenomena ini dipicu oleh adopsi Digital Saving yang melonjak 63,9% (yoy) menjadi Rp2,30 triliun.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan, Bank Raya meluncurkan program apresiasi nasabah “Raya Poin” bagi pengguna Aplikasi Raya. Selain itu, perseroan juga mengoptimalkan fitur QRIS Tampil guna mempermudah pelaku usaha dalam menerima pembayaran secara praktis dan terintegrasi.
Kesehatan Rasio Keuangan
Bank Raya juga mencatatkan perbaikan pada rasio profitabilitas. Rasio Net Interest Margin (NIM) meningkat 91 bps menjadi 5,78%, berkat optimalisasi aset produktif dan pengelolaan biaya dana yang efisien.
Struktur permodalan dan likuiditas perseroan pun berada dalam kondisi yang sangat terjaga:
-
LDR (Loan to Deposit Ratio): 81,64%
-
LCR (Liquidity Coverage Ratio): 442,55%
-
NSFR (Net Stable Funding Ratio): 164,71%
-
CAR (Capital Adequacy Ratio): 41,8%
Dengan rasio permodalan yang kuat di atas ketentuan minimum, Bank Raya optimistis dapat terus memperluas jangkauan layanan, meningkatkan kualitas pengalaman nasabah, serta menghadirkan inovasi keuangan digital yang aman dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. ***






.jpg)










