PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) menyalurkan pembiayaan Rp 14,09 triliun di Semester I-2026. Laba bersih melesat 33,9% YoY jadi Rp 391 miliar.
Stabilitas.id – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF terus memperkuat perannya sebagai penyedia likuiditas (liquidity provider) dalam ekosistem pembiayaan perumahan nasional. Sepanjang Semester I-2026, perseroan berhasil menyalurkan pembiayaan mencapai Rp 14,09 triliun.
Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo, mengungkapkan bahwa dengan capaian tersebut, akumulasi penyaluran pembiayaan SMF sejak awal berdiri hingga akhir Juni 2026 telah menembus Rp 141,61 triliun.
“Dukungan tersebut disalurkan kepada lembaga keuangan penyalur pembiayaan perumahan guna memperkuat kapasitas penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) kepada masyarakat,” ujar Ananta dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Rabu (22/7).
BERITA TERKAIT
Ananta menekankan pentingnya peran SMF dalam mengatasi ketidaksesuaian jangka waktu (maturity mismatch) pada sektor perumahan. KPR memiliki karakteristik pendanaan jangka panjang, sementara sumber dana perbankan atau lembaga keuangan umumnya berjangka pendek.
Optimalisasi Sekuritisasi dan KPR FLPP
Selain pembiayaan langsung, SMF menjalankan fungsi liquidity provider melalui sekuritisasi aset KPR. Hingga Juni 2026, SMF telah memfasilitasi 17 transaksi sekuritisasi dengan nilai akumulasi mencapai Rp 14,21 triliun. Skema ini memungkinkan perbankan mendaur ulang (recycle) aset KPR menjadi sumber likuiditas baru.
Sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan, SMF juga menyediakan dana pendamping sebesar 25% dalam program KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Pendanaan ini mengusung skema blended finance, yaitu mengombinasikan Penyertaan Modal Negara (PMN) dengan dana hasil penerbitan surat utang SMF.
-
Akumulasi PMN Diterima: Rp 17,91 triliun (per Juni 2026).
-
Total Penyaluran KPR FLPP: Rp 36,77 triliun.
-
Manfaat Rumah: Mendukung pembiayaan 962.650 unit rumah.
-
Status Dana PMN: Seluruh PMN yang diterima telah tersalurkan 100% hingga Juni 2026.
“Setiap dana pemerintah yang dipercayakan kepada SMF harus mampu memberikan manfaat yang lebih besar. Melalui skema pendanaan yang terukur dan berkelanjutan, SMF menciptakan kapasitas pembiayaan baru yang dapat menjangkau lebih banyak masyarakat,” tegas Ananta.
Berdasarkan hasil kajian SMF bersama konsultan, setiap investasi sebesar Rp 1 triliun di sektor perumahan mampu mendorong kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) hingga Rp 1,83 triliun serta memberikan multiplier effect bagi lebih dari 185 sektor ekonomi terkait.
Kinerja Keuangan Solid: Laba Melonjak 33,90%
Seiring ekspansi bisnisnya, SMF mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada Semester I-2026:
-
Pendapatan: Mencapai Rp 1,70 triliun, tumbuh 6,25% secara Year on Year (YoY).
-
Laba Bersih: Melesat 33,90% YoY menjadi Rp 391 miliar.
-
Kualitas Aset: Sangat terjaga dengan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) net di level 0,00%.
-
Total Aset: Meningkat 21,79% YoY menjadi Rp 68,29 triliun.
-
Liabilitas & Ekuitas: Liabilitas tercatat Rp 40,35 triliun (naik 14,23% YoY), sedangkan ekuitas tumbuh 34,65% YoY menjadi Rp 27,95 triliun. ***

















