Nusa Dua – PT CIMB Securities Indonesia kembali menyelenggarakan serangkaian kegiatan sebagai bagian dari Konferensi Tahunan CIMB ke-9 tentang Indonesia 2015. Prakarsa ini menjadi sarana bagi peserta untuk membahas dan mendapatkan peluang guna meningkatkan pertumbuhan dan kerja sama di Indonesia. Konferensi yang dilaksanakan untuk kesembilan kalinya ini, sekaligus memperkokoh komitmen CIMB untuk memperkuat bisnis dan kehadirannya di Indonesia, yang sejalan dengan posisi CIMB Group sebagai yang terdepan di dalam industri perbankan ASEAN.
Sebagai salah satu yang terbesar di Indonesia, konferensi ini berhasil menarik lebih dari 150 investor, fund manager, dana pensiun, dan korporasi dari lima negara yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Hong Kong. Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan lapangan ke sejumlah pabrik di Sulawesi pada 8 – 10 Juni 2015. Dari kegiatan tersebut diperoleh gambaran langsung dan perspektif seputar industri setempat dan peran mereka dalam perekonomian Indonesia secara keseluruhan.
Adapun kegiatan utamanya adalah konferensi bertema “Setelah satu tahun pemerintahan yang baru – apa yang akan diharapkan selama empat tahun mendatang” yang dilaksanakan pada 11 – 12 Juni 2015 di Bali. Konferensi ini menghadirkan Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Juda Agung, Direktur Eksekutif Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia.
Dalam sambutannya, Harry Supoyo, Presiden Direktur PT CIMB Securities Indonesia mengatakan, ”Konferensi Tahunan CIMB ke-9 tentang Indonesia 2015 diselenggarakan pada saat yang tepat dan penting dalam sejarah bangsa ini. Transisi politik dan pergantian pemerintahan yang baru di Indonesia pada Oktober 2014 berlangsung tanpa hambatan, dan reformasi kebijakan mulai dijalankan. Namun langkah yang diambil selama dua tahun untuk menekan permintaan dalam negeri dan mengurangi defisit transaksi berjalan, ditambah melambatnya ekspor, telah berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional.”
“Meski demikian, kami yakin pada 2015 dan 2016 mendatang, langkah perubahan yang diusung pemerintah yang baru akan berkelanjutan melalui kebijakan yang kuat, upaya mempercepat pembangunan infrastruktur dan memperkuat iklim investasi, inisiatif memangkas biaya logistik, dan meningkatkan implementasi anggaran belanja,” tambah Harry.
Menurut Harry, CIMB mengakui potensi yang dimiliki Indonesia, dan bertekad mendukung kemajuannya. Oleh sebab itu, CIMB siap menarik investor masuk ke negara ini dalam kondisi ekonomi Indonesia yang dinamis dan menjanjikan.






.jpg)










