Jakarta – Bank Indonesia (BI) menilai stabilitas sistem perbankan hingga saat ini tetap terjaga dan disertai dengan fungsi intermediasi yang semakin baik. Industri perbankan menunjukkan kinerja yang semakin solid sebagaimana tercermin pada tingginya rasio kecukupan modal (CAR/Capital Adequacy Ratio) dan terjaganya rasio kredit bermasalah (NPL/Non Performing Loan).
“Rasio kecukupan modal (CAR) berada jauh di atas minimum 8 persen dan rasio kredit bermasalah (NPL) gross di bawah 5 persen,” ungkap Kepala Biro Humas BI Difi A. Johansyah dalam siaran pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Maret 2012 di Jakarta, Kamis (8/3/2012).
Sementara itu, lanjut Difi, intermediasi perbankan juga terus membaik, tercermin dari pertumbuhan kredit yang hingga akhir Januari 2012 mencapai 23,7 persen (yoy).
BERITA TERKAIT
“Kredit investasi tumbuh cukup tinggi,sebesar 38,1 persen (yoy) dan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas perekonomian,” katanya.
Sementara itu, kredit modal kerja dan kredit konsumsi masing-masing tumbuh sebesar 20,2 persen (yoy) dan 20,3 persen (yoy).






.jpg)










