• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Senin, Desember 8, 2025
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Keuangan

Kuartal III, Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Melambat 15%

oleh Sandy Romualdus
8 Desember 2018 - 00:00
3
Dilihat
0
Bagikan
3
Dilihat

JAKARTA, Stabilitas — Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat total pendapatan industri asuransi jiwa Indonesia mengalami perlambatan sebesar 15,5%, namun pertumbuhan premi dan total klaim dan manfaat yang dibayarkan meningkat masingmasing 1,2% dan 6,7%.

“Ini memberikan gambaran kinerja industri asuransi jiwa yang tetap tumbuh sampai dengan kuartal III 2018,” ungkap Ketua Bersama Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia ( AAJI) Wiroyo Karsono di Jakarta, Jumat (7/12/2018).

Disebutkan, industri asuransi jiwa pada kuartal ketiga 2018 mencatatkan total pendapatan (income) Rp 149,87 triliun, melambat dibandingkan periode yang sama tahun 2017 sebesar Rp 177,42 triliun atau mangalami perlambatan 15,5%. “Total pendapatan premi merupakan kontributor terbanyak atas total pendapatan industri asuransi jiwa, yakni sebesar 94,0%,” ungkap Wiroyo.

BERITA TERKAIT

Dia menjelaskan, total pendapatan premi bertumbuh 1,2% pada kuartal tiga 2018 menjadi Rp 140,94 triliun dibandingkan periode yang sama tahun 2017 sebesar Rp 139,27 triliun, didorong oleh bertumbuhnya total premi bisnis baru, yang meningkat sebesar 6,4% menjadi Rp. 89,58 triliun dan berkontribusi sebesar 63,6% terhadap total premi.

“Ini lebih besar dibandingkan kontribusi total premi lanjutan yang nilainya mengalami penurunan 6,8% menjadi Rp. 51,36 triliun, dan berkontribusi sebesar 36,4%. Produk unit link masih mendorong pertumbuhan total pendapatan premi dengan kontribusi sebesar 58,4% dan produk tradisional menyumbang sebesar 41,6%,” katanya.

Selain itu, premi dari saluran distribusi keagenan turut mengalami pertumbuhan sebesar 6,2% dibandingkan periode yang sama tahun 2017 dan memiliki kontribusi terhadap total premi
sebesar 39,7%. Selanjutnya, dari saluran distribusi alternatif pun turut mengalami peningkatan sebesar 2,5% yang berkontribusi sebesar 18,3% terhadap total premi di kuartal ketiga 2018.

Dari sisi totalinvestasi pada kuartal ketiga 2018, mengalami perlambatan sebesar 0,02% menjadi Rp.457,55 triliun dobandingkan dengan periode yang sama di tahun 2017. Penurunan tersebut sehubungan dengan kondisi pasar yang masih fluktuatif. Namun demikian, lanjut Wiroyo, total investasi tetap mengalami kenaikan sebesar 2,6% dibandingkan kuartal kedua 2018.

“Instrumen investasi dalam bentuk reksadana tetap menjadi kontributor tertinggi yaitu sebesar 33,3% dari Total Investasi industri asuransi jiwa di Indonesia. Disusul instrumen investasi dari Saham dengan kontribusi terhadap total investasi sebesar 32,4% dan mengalami kenaikan sebesar 11,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” jelasnya.

Berdasarkan pencapaian ini, menurut Wiroyo, terlihat bahwa industri asuransi jiwa terus tumbuh dan memiliki peran yang signifikan dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional.

“Industri asuransi jiwa juga mengalami perkembangan yang progresif, dan terus meningkatkan pelayanan kepada para nasabah, juga menawarkan berbagai macam inovasi produk yang memberikan perlindungan jangka panjang,” katanya.

Klaim

Lebih lanjut Wiroyo menjelaskan, klaim dan manfaat yang dibayarkan industri asuransi jiwa terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi para nasabah dalam membayarkan klaim, baik klaim murni saat risiko terjadi, maupun penarikan dana sebagian, penebusan polis, anuitas, dan manfaat lainnya.

“Pada kuartal ketiga 2018, total klaim dan manfaat meningkat 6,7% menjadi Rp 88,82 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 83,26 triliun. Klaim nilai tebus (Surrender), meningkat sebesar 0,7% dibandingkan tahun 2017 menjadi Rp 47,66 triliun. Klaim ini memiliki porsi terbesar dalam pembayaran klaim dan manfaat, yakni sebesar 53,7%,” katanya.

Sementara itu, klaim penarikan sebagian (Partial Withdrawal) mengalami perlambatan sebesar 16,6% dibandingkan periode yang sama tahun 2017, menjadi Rp 10,39 triliun dan berkontribusi sebesar 11,7%. Klaim medis mengalami kenaikan sebesar 3,2% menjadi Rp 7,05 triliun di kuartal tiga 2018 jika dibandingkan dengan kuartal tiga 2017.

“Kenaikan tersebut didukung oleh kenaikan yang terjadi pada klaim kesehatan perorangan sebesar 6,9% dan klaim kesehatan kumpulan sebesar 0,1% dibandingkan Kuartal tiga 2017. Sebanyak 53,3% dari klaim medical berasal dari produk asuransi kesehatan kumpulan dan sisanya sebesar 46,7% berasal dari produk asuransi kesehatan perorangan,” urai Wiroyo.

Selain itu, dari klaim akhir kontrak memiliki kontribusi sebesar 15,5% dan mengalami peningkatan sebesar 58,2% dibandingkan dengan kuartal ketiga 2017. “Tingginya kenaikan pada klaim akhir kontrak dan menurunnya klaim partial withdrawal menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berasuransi dan berinvestasi dalam jangka panjang,” katanya.

Nasabah dan Agen

Wiroyo menyebutkan, total tertanggung industri asuransi jiwa pada kuartal tiga 2018, mencatat perlambatan 10,5% menjadi 54.367.527 orang. Penurunan jumlah tertanggung diakibatkan adanya penurunan dari jumlah tertanggung kumpulan sebesar 14,7% dan penurunan jumlah tertanggung perorangan sebesar 0,5%.

“Penyebab dari terjadinya penurunan jumlah tertanggung, baik perorangan maupun kumpulanadalah banyaknya klaim nilai tebus (surrender) yang menjadi proporsi klaim terbesar. AAJI terus berusaha untuk tetap menjaga kepercayaan masyarakat dengan merekrut danmengembangkan tenaga pemasaran yang andal dan berkualitas,” jelas Wiroyo.

Jumlah tenaga pemasar asuransi jiwa berlisensi pada kuartal tiga 2018, sedikit melambat sebesar 1,6% menjadi 573.244 orang, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu
sebanyak 582.702 orang, di mana 90,3% dari total tenaga pemasar tersebut berasal dari saluran keagenan.

“Penurunan tersebut dikarenakan jumlah perekrutan yang menurun dan adanya terminasi sesuai ketentuan dari internal perusahaanperusahaan anggota AAJI,” tutup Wiroyo.

Tags: aaji,pendapatan premi,Asuransi
 
 
 
 
Sebelumnya

Harbolnas 2018 Targetkan Transaksi Rp7 triliun

Selanjutnya

BI: Cadangan Devisa Meningkat pada Bulan November

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

POJK Baru Sederhanakan Regulasi Pergadaian, Akses Pembiayaan Masyarakat Diperluas

POJK Baru Sederhanakan Regulasi Pergadaian, Akses Pembiayaan Masyarakat Diperluas

oleh Stella Gracia
8 Desember 2025 - 10:03

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui penyederhanaan regulasi industri pergadaian. Langkah ini diwujudkan lewat penerbitan...

Penjaminan Polis LPS : Sabuk Pengaman Industri Asuransi yang Lama Tertekan

Penjaminan Polis LPS : Sabuk Pengaman Industri Asuransi yang Lama Tertekan

oleh Sandy Romualdus
6 Desember 2025 - 17:18

Stabilitas.id - Di tengah tantangan meningkatkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mulai menapaki peran barunya:...

Sun Life Luncurkan SiSuper, Solusi Asuransi dengan Manfaat Tunai hingga 360%

Sun Life Luncurkan SiSuper, Solusi Asuransi dengan Manfaat Tunai hingga 360%

oleh Stella Gracia
5 Desember 2025 - 09:44

Stabilitas.id — Di tengah tekanan ekonomi 2025 yang semakin berat, Sun Life Indonesia memperkenalkan produk terbaru Sun Prosperity Prime (SiSuper)....

Kasus Penggelapan Premi 2018–2022 Tuntas Disidik, Dua Tersangka Diserahkan OJK ke Jaksa

Kasus Penggelapan Premi 2018–2022 Tuntas Disidik, Dua Tersangka Diserahkan OJK ke Jaksa

oleh Stella Gracia
5 Desember 2025 - 09:35

Stabilitas.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi melimpahkan tersangka dan barang bukti perkara tindak pidana perasuransian berupa penggelapan premi asuransi...

BNC Gandeng Zurich, Perkuat Layanan Perlindungan Nasabah Lewat Bancassurance

BNC Gandeng Zurich, Perkuat Layanan Perlindungan Nasabah Lewat Bancassurance

oleh Stella Gracia
3 Desember 2025 - 12:09

Stabilitas.id – PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) memperluas portofolio layanan perlindungan nasabah dengan menjalin kerja sama bancassurance bersama PT...

Togar Pasaribu Purna Tugas, AAJI Tunjuk Emira E. Oepangat sebagai Direktur Eksekutif Baru

Togar Pasaribu Purna Tugas, AAJI Tunjuk Emira E. Oepangat sebagai Direktur Eksekutif Baru

oleh Sandy Romualdus
2 Desember 2025 - 15:45

Stabilitas.id - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) resmi mengumumkan pengangkatan Emira E. Oepangat sebagai Direktur Eksekutif baru, efektif 1 Desember 2025....

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • WIKA Umumkan Gagal Bayar Surat Utang Jumbo Rp4,64 Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 50 Tahun Summarecon: Membangun Kota, Merawat Ingatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 106 Perusahaan Asuransi Raih Predikat Market Leaders 2025 Versi Media Asuransi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga BBM Oktober 2025: Pertamina Naikkan Dexlite dan Pertamina Dex, Subsidi Tetap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ratusan Pinjol Ilegal Dibongkar, Satgas PASTI Soroti Modus Penipuan AI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

BNI Perkuat Pemberdayaan Disabilitas Lewat Dukungan Usaha dan Program UMKM Inklusif

Lewat Dialog Akhir Tahun, OJK Tekankan Penguatan UMKM, KPR, dan Digitalisasi Keuangan

Dorong Aksi Hijau, BRI Lanjutkan Komitmen ESG Lewat Penanaman Pohon Produktif

POJK Baru Sederhanakan Regulasi Pergadaian, Akses Pembiayaan Masyarakat Diperluas

Anak usaha BRI Group Catat Laba Rp8,2 Triliun, Kontribusi ke Induk Capai 19,9%

OJK Temukan 47 Kredit Bermasalah, Direksi Bankaltimtara Terjerat Dugaan Pidana Perbankan

“Timur” Resmi Tayang Perdana, BNI Bawa Angin Segar Film Laga Nasional Bersama Iko Uwais

Penjaminan Polis LPS : Sabuk Pengaman Industri Asuransi yang Lama Tertekan

Buah Gotong Royong Baru: Saat 16.000 Mangrove Menjadi Jejak Kolaborasi Blibli Tiket Action

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Inflasi November 2018 Terkendali

BI: Cadangan Devisa Meningkat pada Bulan November

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance