JAKARTA, Stabilitas — PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) hari ini mengumumkan laba bersih setelah pajak dan kepentingan non pengendali (PATAMI – profit after tax & minority interest) mencapai Rp1,14 triliun untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2015, meningkat sebesar 60,9% dibanding periode yang sama tahun lalu. Laba sebelum pajak juga tumbuh 59% dari Rp973 miliar pada Desember 2014 menjadi Rp1,54 triliun pada Desember 2015.
Menurut Presiden Direktur Maybank Indonesia, Taswin Zakaria, kinerja yang solid ini dicapai dengan dukungan Marjin Bunga Bersih (NIM) yang lebih baik, pertumbuhan Pendapatan Non Bunga yang kuat dan pencapaian yang luar biasa di Perbankan Syariah, serta upaya pengelolaan biaya secara disiplin.
Pendapatan Bunga Bersih naik 9,4% menjadi Rp6,49 triliun pada 31 Desember 2015 dari Rp5,93 triliun pada periode yang sama tahun lalu, sementara Marjin Bunga Bersih (NIM) meningkat 4,86% dari 4,78%. Peningkatan Pendapatan Bunga Bersih (NII) dicapai melalui kedisiplinan Perseroan dalam penetapan bunga pinjaman dan pengelolaan pendanaan secara aktif.
Dia menambahkan, pendapatan non bunga (fee based income) juga tumbuh sebesar 40,8% menjadi Rp2,73 triliun pada Desember 2015 dari Rp1,94 triliun pada Desember 2014. Kenaikan fee based income yang signifikan terutama didukung fee bancassurance, jasa layanan Maybank Indonesia sebagai arranger dan penasehat nasabah korporasi, transaksi valuta asing, administrasi pinjaman, asuransi, dan jasa layanan lain yang disediakan Maybank Indonesia.
“Kami telah menutup tahun 2015 dengan hasil yang menggembirakan di tengah kondisi perekonomian yang penuh tantangan. Kinerja yang kuat selama 2015 merupakan bukti upaya yang dilakukan seluruh jajaran kami untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan dan memberikan yang terbaik kepada seluruh stakeholder,” kata Taswin Zakaria di Jakarta, Selasa (23/1).
Sementara dari lini Perbankan Syariah juga terus menunjukkan kinerja yang kuat sepanjang 2015 dengan total pembiayaan bertumbuh 52,8% dari Rp5,68 triliun pada Desember 2014 menjadi Rp8,67 triliun pada Desember 2015 dan total simpanan bertumbuh 53,6% dari Rp4,16 triliun menjadi Rp6,39 triliun. Total aset Perbankan Syariah meningkat 122,7% menjadi Rp16 triliun, memberikan kontribusi 10,1% dari total aset Maybank Indonesia sementara laba bersih naik secara impresif sebesar 192,7% menjadi Rp287,92 miliar pada Desember 2015 dari Rp98,36 miliar pada Desember 2014.
Kredit
Taswin juga mengungkapkan pertumbuhan kredit Maybank Indonesia sebesar 5,9% menjadi Rp112,5 triliun per 31 Desember 2015 dari Rp106,3 triliun per 31 Desember 2014. Perbankan Bisnis dan Perbankan Ritel terus membukukan pertumbuhan kredit yang kuat, sementara Perbankan Global tetap fokus pada re-profiling dan re-alligning portofolio korporasi, dengan strategi memberikan layanan kepada BUMN dan nasabah top tier.
Kredit Perbankan Bisnis mencatat pertumbuhan 12,5% dari Rp40,8 triliun menjadi Rp45,9 triliun, kredit Perbankan Ritel meningkat sebesar 9,0% dari Rp41,5 triliun menjadi Rp45,2 triliun dan kredit Perbankan Global menurun 10,7% dari Rp24,0 triliun menjadi Rp21,5 triliun. Kredit dari Perbankan Bisnis memberikan kontribusi 41% dari total kredit Bank, sementara kredit Perbankan Ritel sebesar 40% dan Perbankan Global sebesar 19%.
“Perbankan Bisnis dan Perbankan Ritel tetap menjadi tulang punggung kami dalam menghasilkan pendapatan, upaya kami dalam melakukan re-profiling dan re-alligning portofolio korporasi terus diintensifkan selama 2016 untuk memastikan kualitas aset. Kami melihat kondisi perekonomian yang penuh tantangan masih akan berlanjut dalam tahun mendatang, pada saat yang sama kami optimis dapat mencari peluang untuk pertumbuhan berkelanjutan,” kata dia.
Sepanjang tahun Maybank Indonesia memprioritaskan fokus pada upaya lebih jauh memperkuat posisi likuiditas dan simpanan nasabah. Total simpanan nasabah bertumbuh 12,7% dari Rp102,49 triliun menjadi Rp115,49 triliun dengan Loan to Funding Ratio (LFR–Bank saja) tetap terkelola dengan baik sebesar 85,13% dan modified consolidated Loan to Deposit Ratio (modified LDR-konsolidasian) sebesar 80,95%.
Tingkat NPL Maybank Indonesia konsolidasian adalah 3,67% (gross) dan 2,42% (net) per Desember 2015 dibandingkan 2,23% (NPL gross) dan 1,48% (NPL net) tahun lalu. Maybank Indonesia akan lebih memperhatikan kualitas kredit sehubungan beberapa bisnis, yang masih terkena dampak perlambatan ekonomi serta pelemahan mata uang Rupiah.
Maybank Indonesia menjaga posisi modal yang kuat dengan modal Tier-1 mencapai Rp13,6 triliun dan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 15,17% per 31 Desember 2015.

















