JAKARTA, Stabilitas — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menggapai laba bersih sebesar Rp491 miliar per kuartal I-2016. Total laba mengalami pertumbuhan 22 persen bila dibanding posisi Rp402 miliar di kuartal I-2015.
”Perolehan laba bersih perseroan ini juga berada diatas rata-rata industri di mana pada umumnya pada periode yang sama laba industri tumbuh secara melambat,” tutur Direktur Utama Bank BTN Maryono, ditemui dalam acara konperensi pers triwulan I-2016 di Menara Bank BTN, Jakarta, Senin (25/4/2016).
Laba yang tumbuh, menurut Maryono, dikarenakan BTN berhasil memperoleh net interest income (NII) sebesar Rp1,8 triliun di kuartal I-2016 atau lebih baik dari posisi NII periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,55 triliun. “Kami juga berhasil memupuk fee based income sebesar Rp262 miliar di kuartal I-2016,” jelas Maryono.
BERITA TERKAIT
Maryono menuturkan, perseroan berhasil meraih kinerja yang cemerlang untuk aset. Di mana posisi aset menjadi Rp178 triliun di Kuartal I 2016, bila dibanding aset di periode yang sama tahun 2015 sebesar Rp149 triliun. ”Pertumbuhan aset ini berada diatas industri yang pertumbuhannya rata-rata hanya berada pada 7,6 persen,” tutup Maryono.
Saluran KPR
Sepanjang kuartal I-2016, BTN telah merealisasi penyaluran rumah sebanyak 58.712 unit, dari target 570 ribu unit. “Sebanyak 58.712 unit, terdiri dari rumah subsidi 44.449 unit, sedangkan nonsubsidi sebanyak 14.263 unit. Dengan dana kredit yang disalurkan sebesar Rp7,6 triliun,” ungkap Maryono.
Pada April sendiri, menurut Maryono, telah ada yang mem-booking sebanyak 89 ribu unit. Akhirnya, total penyaluran dari Januari-April 2016 sebanyak 25 persen dari target hingga akhir tahun ini yang sebanyak 570.000 unit. “Itulah yang menjadi alasan, kalau kami sangat optimis akan mencapai target yang telah ditentukan hingga akhir 2016,” jelas Maryono.
Maryono menerangkan, berdasarkan catatan kinerja di kuartal I-2016, Bank BTN menjadi pemimpin pasar pembiayaan perumahan di tanah air dengan penguasaan pangsa pasar total kredit pemilkan rumah (KPR) sebesar 31 persen. Sementara, porsi KPR subsidi, peran Bank BTN dominan dengan menguasai pangsa pasar 97 persen dari total penyaluran FLPP sepanjang 2015.
Porsi penyaluran kredit dan pembiayaan Bank BTN telah mencapai Rp143 triliun di kuartal I-2016. Raihan kredit tersebut mengalami 18,9 persen dari posisi Rp120 triliun per 30 Maret 2015.
Pertumbuhan kredit pada kuartal I-2016 ini sekaligus menjawab permintaan masyarakat terhadap rumah masih cukup tinggi. Khusus untuk pasar Bank BTN, pertumbuhan kredit untukkuartal I-2016 ini adalah potret permintaan masyarakat akan hunian kelas menengah bawah masih cukup tinggi.
“Kami optimis dengan potret kinerja kredit kuartal I-2016, Bank BTN akan dapat memenuhi target yang ditetapkan sampai dengan akhir tahun 2016,” pungkas Maryono.






.jpg)










