Stabilitas.id — Bank Indonesia mencatat posisi uang primer (base money) pada Januari 2026 mencapai Rp1.792,22 triliun, menurun dibandingkan posisi Desember 2025 yang sebesar Rp1.976,43 triliun. Meski terkoreksi secara bulanan, level likuiditas tetap berada pada kisaran tinggi seiring kebijakan moneter yang akomodatif dan dukungan stabilitas eksternal .
Sejalan dengan itu, uang primer yang disesuaikan (adjusted base money) tercatat Rp2.192,99 triliun pada Januari 2026, turun dari Rp2.367,78 triliun pada bulan sebelumnya. Penyesuaian ini memperhitungkan ketentuan giro wajib minimum (GWM) perbankan yang dikalikan dengan dana pihak ketiga (DPK), sehingga mencerminkan kondisi likuiditas riil di sistem keuangan .
Dari sisi komponen, uang kartal yang diedarkan mencapai Rp1.267,60 triliun pada Januari 2026, relatif stabil dibandingkan Desember 2025 sebesar Rp1.359,94 triliun. Adapun uang kartal di luar bank umum dan BPR tercatat Rp1.156,89 triliun, menandakan kebutuhan transaksi masyarakat tetap kuat di awal tahun .
Sementara itu, giro bank umum di Bank Indonesia berada di level Rp501,93 triliun, turun dari Rp588,51 triliun pada Desember 2025. Di sisi lain, posisi aktiva luar negeri bersih (net foreign assets) tetap solid sebesar Rp2.172,77 triliun, mencerminkan ketahanan sektor eksternal dan kecukupan cadangan devisa dalam menopang stabilitas moneter domestik. ***





.jpg)










