Jakarta – PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) melakukan pencatatan saham perdananya di papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI). Membuka perdagangan perdana sesi pertama, tepatnya pukul 09.00, saham MIKA langsung memberikan keuntungan (gain) bagi investor dengan kenaikan harga sebesar 25% dari harga penawaran awal yang sebesar Rp17.000 per lembar saham menjadi Rp21.000 perlembar saham.
Adapun harga saham MIKA di awal perdagangan sempat menyentuh angka tertinggi di level Rp21.200 per lembar saham, dan harga terendah di level Rp19.000 per lembar saham. Selanjutnya, hingga 10 menit pertama proses perdagangan saham MIKA stabil di kisaran harga Rp20.000 per lembar saham.
Direktur Utama Kresna Sekuritas, Michael Steven mengatakan, peningkatan harga saham MIKA di awal perdaganan perdana telah diprediksi mengingat dalam masa penawaran, antusiasme investor sangat tinggi. “Jadi analis yang mengatakan saham MIKA sangat mahal, mungkin perlu dikaji kembali,” kata Michael seusai acara Pencatatan Saham Perdana (Listing) di BEI, Selasa (24/3).
Dia mengungkapkan, saat masa penawaran terjadi kelebihan permintaan (oversubscribe) hingga 10,3 kali untuk investor institusi. “Memang terlihat kecil, tetapi nilai kelebihan permintaan itu sekitar Rp45 triliun. Ini sangat dashat. Komposisi investor institusi antara lain asing 53% dan lokal 47%,” ungkap Michael.
Sementara itu, kelebihan permintaan juga datang dari investor ritel yakni sebanyak 8,3 kali. “Porsi ritel 90% fix, dan 10% pool. Nah yang oversubscribe 8,3 kali itu dari yang pool,” pungkas Michael.
Sesuai rencana, dengan perolehan dana segar hasil IPO yang senilai Rp4,5 triliun, MIKA berencana membangun tambahan 7 RS baru dalam 5 tahun ke depan. “Tahun ini kita bangun 1 RS Mitra Keluarga di Kali Deres, Jakarta. Secara keseluruhan dari rencana 7 RS baru itu, 1 RS akan dibangun di Surabaya, 6 di Jabodetabek. Tetapi kita buka kesempatan untuk bangun lebih dari 7 rumah sakit baru kalau memungkinkan,” jelas Direktur Utama Mitra Keluarga, Ir. Rustiyan Oen, MBA, di kesempatan yang sama.
Untuk membangun 1 RS baru, lanjut Rustiyan, pihaknya menghabiskan dana investasi Rp200-Rp300 miliar. Ke depan, selain pengembangan RS baru, MIKA juga akan terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Dari sisi kinerja, Rustyan menambahkan bahwa sepanjang 2015 perkiraan laba MIKA tumbuh di atas 20%. Dengan adanya penambahan rumah sakit baru, Rustyan berharap pertumbuhan laba dalam 2-3 tahun ke depan, sama dengan capaian pertumbuhan MIKA di lima tahun terakhir.
Sementara Direktur Utama BEI, Ito Warsito mengatakan, MIKA merupakan emiten kedua yang melakukan listing di awal tahun ini. Dia berharap saham MIKA akan Menjadi salah satu koleksi investor. “Kami yakin pertumbuhan industri healt care semakin pesat. Sehingga RS mitra Keluarga bisa tumbuh bersama pasar modal,” pungkas Ito.

















