JAKARTA, Stabilitas – PT Capri Nusa Satu Properti Tbk (CPRI) secara resmi telah melakukan pencatatan perdana saham (Initial Public Offering/IPO) pada papan pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (11/4). Jumlah saham yang dilepas ke publik tercatat sebanyak 683.375.000 saham atau setara dengan 28,08 persen dari jumlah saham yang ditempatkan dalam perusahaan.
Dalam perdagangan perdananya, saham CPRI dilepas dengan harga Rp125 per saham, sehingga lewat proses IPO kali ini perusahaan dapat mengantongi dana segar setidaknya sebesar Rp79,79 miliar. “Ini adalah momen bersejarah bagi kami, di mana ini menjadi langkah awal kami sebagai sebuah perusahan publik yang accountable, transparan dan bertanggung jawab kepada seluruh investor, masyarakat dan segenap stakeholder terkait,” ujar Direktur Utama CPRI, Jansen Surbakti.
Yang menarik, pasar merespon positif mulai melantainya saham CPRI di bursa saham domestik Indonesia. Hal ini terlihat dari catatan perdagangannya sejak sesi I di pagi hari dibuka, di mana harga saham CPRI seketika melejit ke level Rp150 per saham dan bahkan terus ‘terbang’ ke level tertingginya pada posisi Rp202 per saham. Bahkan, kencangnya pergerakan saham CPRI di hari pertama perdagangan membuatnya hampir menyentuh batasan aturan auto reject atas, di mana untuk saham dengan harga perdana diantara Rp50 hingga Rp200 per saham, batasan tersebut berada pada level kenaikan 70 persen pada hari pertama dan 35 persen pada hari-hari berikutnya.
Terkait IPO kali ini sendiri, Jansen menyatakan bahwa dari total dana segar yang terkumpul separuhnya bakal digunakan untuk mendanai pembangunan resor dan spa berstandar internasional di Nusa Penida, Bali. Selain itu sebesar 40 persen lagi juga akan dimanfaatkan untuk menyelesaikan convention center dan perkantoran di Jatiwaringin, Jakarta Timur.
“Setelah itu sisanya sekitar 10 persen akan kami gunakan untuk penguatan modal kerja perusahaan demi mengejar target pendapatan kami di tahun ini yang telah dipatok sebesar Rp25 miliar hingga akhir tahun. Sedangkan laba bersih kami targetkan bisa mencapai Rp6 miliar,” tegas Jansen. (TS)

















