• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Teknologi

Membumikan Komputasi Awan

by Sandy Romualdus
17 November 2011 - 00:00
15
VIEWS
Membumikan Komputasi Awan
0
SHARES
15
VIEWS

Tingginya biaya teknologi informasi (TI) memaksa sejumlah perusahaan memutar otak untuk mencari pembiayaan yang lebih murah. Nah, kehadiran cloud computing (komputasi awan) bisa dijadikan solusi tepat karena menyajikan berbagai aplikasi dalam satu jaringan yang bisa diakses secara cepat, tanpa harus berinvestasi secara besar-besaran.

 

  • Baca juga: Sorot PP TUNAS di Forum 100 Negara: Akademisi UI Gaungkan Kedaulatan AI Berpusat pada Manusia

Oleh: Romualdus San Udika

BERITA TERKAIT

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

 

Untuk kebutuhan listrik di rumah, atau kantor, tentunya tidak harus membuat pembangkit listrik sendiri. Yang perlu dilakukan hanya membayar sesuai pemakaian ke operator yang menyediakan listrik, dalam hal ini PLN. Kira-kira demikian juga gambaran sederhana tentang cloud computing (komputasi awan). Itu adalah sebuah metode baru dalam dunia komputer yakni tidak lagi berorientasi pada kinerja komputer di rumah kita, namun semua kegiatan komputasi dilakukan di internet.

Jadi tak perlu investasi besar-besaran untuk sejumlah server, listrik, ruang server, staf operasional, storage/prosesor, software dan biaya terkait pengelolaan infrastruktur teknologi informasi (TI) lainnya. Yang perlu dilakukan tinggal bayar sewa atau membayar sesuai pemakaian.

Oleh salah satu lembaga di AS, National Institute of Standards and Technology (NIST), computasi awan ini didefinisikan sebagai model untuk menciptakan kenyamanan dalam akses jaringan sesuai keperluan ke dalam wadah bersama. sumber daya komputasi yang dapat dikonfigurasi dengan cepat dan dirilis dengan upaya manajemen yang minimal atau minimal interaksi antar penyedia jasa manajemen.

Layanan cloud computing secara garis besar dapat dikelompokan menjadi, Infrastructure as a Service (IAAS), Platform as a Service (PAAS), sampai kepada Software as a Service (SAAS) yang seluruhnya disalurkan ke pelanggan melalui jejaring yang aman dan terpecaya.

Model cloud computing memang tergolong masih anyar karena baru ramai digunakan oleh sejumlah perusahaan di dunia pada 2010. Sebuah survei yang dilakukan Springboard Research mencatat, 83 persen perusahaan berskala besar di Asia Pasifik beranggapan cloud computing sebagai teknologi yang relevan bagi bisnis mereka. Persentase ini meningkat lebih dari dua kali lipat dalam 18 bulan terakhir.

Masih dari catatan Springboard Research, sejumlah perusahaan di Jepang dan Australia memimpin adopsi cloud computing, masing-masing 36 persen dan 31 persen. Sementara, India dan China, masing-masing 43 persen dan 39 persen. Di Asia Tenggara, perusahaan di Singapura memimpin dengan 23 persen, disusul Malaysia dan Thailand, masing- masing 21 persen.

Namun, menariknya inovasi cloud computing ini ternyata belum begitu membumi di pengguna jasa TI di Tanah air. Kurang berkembangnya cloud computing di Tanah Air ini diperkirakan oleh beberapa waktor seperti kekhawatiran akan keamanan dan keraguan akan kesiapan jaringan (broadband).

Seperti dikatakan Senior Consultant ICT Practice Frost&Sullivan Indonesia Iwan Rachmat bahwa masih banyak perusahaan yang menunjukkan sikap skeptis terhadap penerapan sistem ini. “Karena adanya kekhawatiran atas keamanan dan privasi. Hal ini, ditambah dengan rendahnya konektivitas internet broadband yang handal di Indonesia, dapat menghambat penerapan sistem cloud,” ungkap Iwan dalam pernyataan resminya di Jakarta, baru-baru ini.

Menurut Iwan, cloud computing di Indonesia masih dalam tahap pengembangan awal. Tentu karena persoalan kurangnya infrastruktur yang terkait dengan ketersediaan dan konektivitas internet. Dia mencermati penetrasi internet di luar ibukota Jakarta pada umumnya melalui konektivitas nirkabel dan tidak memiliki kapasitas untuk koneksi broadband dalam skala besar.

  • Baca juga: Bukan Cuma Urusan Tim IT: Praktisi Teknologi BNI dan CIMB Niaga Ungkap Kunci Sukses Adopsi AI

Sehingga Iwan melihat kondisi tidak adanya konektivitas internet yang cepat dan dapat diandalkan di Indonesia, ditambah dengan rendahnya minat perusahaan-perusahaan lokal terhadap TI merupakan tantangan utama yang dihadapi. Celakanya, ada banyak pihak di Indonesia yang ikutan latah terjun ke dunia bisnis cloud-computing, tetapi kini masih terus meraba-raba dalam menerapkannya.

SANGAT PROSPEKTIF

Namun demikian, sebuah firma penasihat dan penelitian TI terkemuka di dunia, Gartner, mengatakan bahwa prospek penerapan teknologi cloud computing di Indonesia cukup cerah. Sebagaimana dikatakan Errol Rasit, Principle Analyst dari Gartner, mengatakan bahwa pihaknya memprediksi pertumbuhan data perusahaan untuk lima tahun ke depan di Indonesia adalah sekira 716 persen. “Karena cloud computing akan membuat sektor bisnis jadi lebih mudah dan efisien,” ujar Errol Rasit, di Jakarta, baru-baru ini.

Errol menilai, hadirnya beberapa usaha di Indonesia yang menggunakan cloud-computing bisa menjadi pemicu inovasi komputasi ini untuk berkembang. Terutama, katanya, banyak usaha kelas menengah yang menggunakan email sebagai contoh nyata dari public cloud. Sementara bagi sektor bisnis, Errol menyatakan justru TI yang menentukan apakah cloud itu bagus atau tidak untuk sektor bisnis.

Errol juga menyatakan bahwa banyak perusahaan yang mulai melakukan migrasi data dari data center tradisional ke cloud. “Dalam beberapa tahun ke depan bakal banyak lagi perusahaan di Indonesia yang menggunakan teknologi cloud-computing,” ungkap Errol.

Perkiraan semakin banyaknya perusahaan yang menggunakan teknologi cloud-computing, karena memang teknologi ini menawarkan sesuatu model yang efisien. Tanpa harus menginvestasikan dana yang besar tapi mendapatkan tingkat keamanan yang tinggi, layanan cloud computing pasti banyak diminati. Khususnya segmen Infrastucture-as-a-Service (IAAS) yang diperkirakan mengalami pertumbuhan yang pesat.

Bahkan perusahaan bidang industri dan jasa konsultan, Frost & Sullivan Indonesia, awal September lalu merilis prediksinya soal pasar cloud di Indonesia. Perusahaan tersebut memprediksi layanan cloud computing akan tumbuh 53,4 persen selama periode 2010-2014. Lebih lanjut, disebutkan dalam rilisnya, share IaaS dalam pasar Cloud diperkirakan akan mengalami peningkatan sebesar 34 persen pada 2014 mendatang. Pada tahun 2010 lalu, share IaaS hanya mencapai 30 persen.

Menurut hasil riset terbaru Frost & Sullivan, 65 persen dari pasar data di industri Banking, Financial Services & Insurance (BFSI), Manufaktur, dan TI menyediakan potensi terbesar bagi layanan cloud khususnya IaaS di Indonesia. Pasalnya, cloud computing dapat memberikan perusahaan cara yang lebih efektif dari segi biaya untuk mengakses teknologi mutakhir dan meningkatkan respons permintaan bisnis.

Jika data riset Gartner memperkirakan pasar global cloud computing akan mencapai 150 miliar pada 2014, untuk Indonesia, data proyeksi Telkom memperkirakan pasar cloud computing di negeri ini bisa mencapai Rp 2,1 triliun.

TELKOM CLOUD COMPUTING

Untuk pasar Indonesia, baru Telkom yang diketahui memasarkan secara serius layanan cloud computing. Telkom sendiri sejatinya telah meluncurkan solusi TelkomCloud sejak tahun 2010. Namun pada pada awal Juli 2011, Telkom memutakhirkan layanan tersebut melalui Telkom Cloud Computing. Nantinya, Telkom Cloud Computing merupakan payung bagi layanan-layanan cloud computing yakni TelkomVPS dan TelkomCollaboration yang ditujukan untuk pelanggan usaha kecil dan menengah.

Operating Vice President Public Relation Telkom, Agina Siti Fatimah menjelaskan, layanan cloud computing merupakan pengembangan dari layanan yang sebenarnya sudah dilakukan sejak awal tahun 2000 melalui bisnis IT Managed Services yang meliputi IT Operation Management Services, Data Recovery Services dan Data Center Infrastructure.

  • Baca juga: Bom Waktu Disruption of Trust: Saat Algoritma AI Menguji Tata Kelola dan Kredibilitas Institusi

Telkom sendiri melalui Divisi Business Services (DBS) terus berusaha menyasar kalangan UKM, serta koperasi untuk mengaplikasikan teknologi itu. Beberapa solusi TI yang ditawarkan DBS kepada kalangan usaha tersebut adalah e-Toko, e-Koperasi, e-Sekolah, e-Apotik, e-Radio, e-Puskesmas, e-Campus (SIA), dan e-Bengkel. Telkom sampai saat ini sudah memiliki 155 ribu pelanggan dari kalangan UKM, koperasi dan BPR ini. SP

 

 
 
 
 
 
Previous Post

Antara CEO Andal dan Tim Tangguh

Next Post

Perbesar Tiang, Melupakan Pasak?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Sorot PP TUNAS di Forum 100 Negara: Akademisi UI Gaungkan Kedaulatan AI Berpusat pada Manusia

Sorot PP TUNAS di Forum 100 Negara: Akademisi UI Gaungkan Kedaulatan AI Berpusat pada Manusia

by Stella Gracia
12 Oktober 2026 - 22:57

Akademisi UI Devie Rahmawati memaparkan kebijakan PP TUNAS dan kedaulatan AI berpusat pada manusia di Global Digital Forum Moskow. Stabilitas.id,...

Bukan Cuma Urusan Tim IT: Praktisi Teknologi BNI dan CIMB Niaga Ungkap Kunci Sukses Adopsi AI

Bukan Cuma Urusan Tim IT: Praktisi Teknologi BNI dan CIMB Niaga Ungkap Kunci Sukses Adopsi AI

by Sandy Romualdus
9 Oktober 2026 - 14:57

Praktisi IT BNI dan CIMB Niaga menegaskan keberhasilan transformasi AI di perbankan bergantung pada kepemimpinan strategis dan integrasi data. Stabilitas.id...

Bom Waktu Disruption of Trust: Saat Algoritma AI Menguji Tata Kelola dan Kredibilitas Institusi

Bom Waktu Disruption of Trust: Saat Algoritma AI Menguji Tata Kelola dan Kredibilitas Institusi

by Sandy Romualdus
21 September 2026 - 22:44

IABC Indonesia menyoroti krisis kepercayaan publik imbas disrupsi AI. Otoritas dan korporasi dituntut menerapkan tata kelola informasi yang ketat guna...

Bidik Pasar Asia hingga Latin, Alibaba Hadirkan Agen AI QwenWork untuk Produktivitas Enterprise

Bidik Pasar Asia hingga Latin, Alibaba Hadirkan Agen AI QwenWork untuk Produktivitas Enterprise

by Stella Gracia
2 September 2026 - 12:38

Alibaba meluncurkan QwenWork versi internasional, platform AI agent all-in-one berbasis model Qwen3.8 Flash untuk tingkatkan produktivitas kerja global. Stabilitas.id —...

Gandeng CrowdStrike, Telkom Perkuat Ketahanan Siber dan Standarisasi Platform Falcon

Gandeng CrowdStrike, Telkom Perkuat Ketahanan Siber dan Standarisasi Platform Falcon

by Stella Gracia
31 Agustus 2026 - 11:17

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dan CrowdStrike menandatangani MoU untuk mendorong transformasi keamanan siber berbasis AI di Indonesia. Stabilitas.id...

Orkestrasi Keuangan Digital Menjinakkan Gelombang Kripto dan AI

Orkestrasi Keuangan Digital Menjinakkan Gelombang Kripto dan AI

by Sandy Romualdus
27 Agustus 2026 - 19:20

Ledakan akun kripto dengan transaksi triliunan memantik regulator dan pelaku industri merumuskan kompas kehati-hatian tanpa mematikan roket inovasi anak bangsa...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Bank Mandiri Luncurkan Portal Belanja tokone.com

Bank Mandiri Luncurkan Portal Belanja tokone.com

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance