Jakarta bagian selatan sering kali dipersepsikan, bahkan oleh orangorang Jakarta sendiri sebagai daerah elit. Sisi elit itu bisa dilihat dari kemegahan dan dekorasi gedung-gedung, baik dari sisi eksterior maupun interior. Coba lihat saja satu kawasan yang paling terkenal yaitu sentra bisnis di Sudirman dan kawasan Kuningan dimana banyak bangunan megah nan modern dengan seliweran orang berdasi. Mereka hampir selalu menampilkan dan mengilutrasikan sebuah suasana bisnis dengan esensi modern, dinamis, dan penuh dengan warna-warna yang mengesankan serius.
Namun tidak bisa dipungkiri, para eksekutif bisnis yang beraktifitas itu juga memerlukan sebuah momen dan tempat untuk mencari ide segar demi membangun bisnis perusahaan dari sisi marketing, produk, investasi, dan sebagainya. Oleh karena itu, di selatan Jakarta, di samping kawasan bisnis yang didominasi perkantoran, kita juga bisa mendapatkan suasana yang memanjakan gaya hidup. Dan di sini pun kita bisa melihat keunikan dekorasi baik dari eksterior dan interior setiap gedungnya. Mulai dari coffee shop, hotel, sampai department store di wilayah ini memiliki ciri khas masing-masing dalam menampilkan ide-ide visual yang unik.
Yang kita lihat itu dari kedua tempat itu tentunya hasil akhir dari kerja para desainer- desainer handal yang memiliki imajinasi tak terbatas. Mereka selalu berinovasi dalam setiap pekerjaan yang dilakukan. Uniknya kedua hal yang berbeda tersebut bisa satu esensi unik dalam
membangun bisnis yang divisualisasikan dalam berbagai kisah merek dan corak warna-warni reklame. Semua ini dapat ditemui pada bidang professional brand consultant dan advertising agency. Di tempat itu para pakar desain dan bisnis menjadi satu dalam menciptakan sebuah brand story dan menyajikan dalam bentuk visual yang “out-of-the-box”. Dan mereka tergabung dalam sebuah industri yang saat ini sedang berkembang pesat di bisnis global, yaitu industri kreatif
BERITA TERKAIT
Pertanyaannya kemudian adalah bagaimana mereka bisa menyatukan pemikiran desainer yang notabene “outof-the-box” agar dapat disesuaikan dengan jalan pemikiran bisnis perusahaan di industri saat ini?
Dalam membangun sebuah bisnis, mulamula seorang pebisnis akan melakukan berbagai studi dari berbagai sudut pandang seperti pasar, ekonomi, kompetitor, dan lain-lainnya. Ini adalah langkah penting dimana membaca tandatanda peluang dan hambatan di awal akan memudahkan dalam merencanakan strategi bisnis untuk penetrasi yang lebih baik dan mendapatkan untung yang lebih cepat.
Sama halnya dengan sebuah proyek membangun merek, desain untuk bisnis pun memerlukan studi pasar, kompetitor, bahkan studi kasus dan mengambil beberapa patokan dari merek-merek yang telah berhasil. Karena tidak serta merta penjelajahan desain dan ide itu dilakukan
sejauh mungkin, apabila hasilnya nanti tidak sesuai dengan kondisi dan batasanbatasan pada bisnis itu sendiri.
Sebagai contoh, market sebuah perusahaan sesungguhnya ada di level menengah bawah namun packaging merek yang dikemas dalam desain produknya terlihat mewah. Walaupun harga bersaing namun konsumen akan takut terlebih dahulu untuk melihat bahkan mengambil, karena produk tersebut sudah dipersepsikan mahal. Maka dari itu, melakukan riset pasar dan bisnis dari segala aspek sebelum memulai membangun sebuah merek melalui desain visual untuk marketing adalah hal yang penting.
Selanjutnya jika informasi tersebut sudah lengkap, langkah selanjutnya adalah membuat sebuah brand story yang unik, yang mana harus mengutamakan originalitas. Sehingga merek tersebut menjadi sebuah cerita unik yang dapat diimplementasikan dalam bentuk desain yang unik pula.
Merek yang mudah diingat selalu memiliki ciri khas visual yang membedakan dengan merek lain walaupun dalam satu jenis produk portofolio yang sama. Dan menciptakan hal ini tidaklah seperti membalikkan telapak tangan. Karena prosesnya pun dimulai dengan berbagai workshop, dalam bentuk brainstorming ide yang dilakukan dengan stakeholder, shareholder, bahkan juga diperlukan tatap muka dengan konsumen.
Tujuannya adalah mencari aspirasi inti dari perusahaan maupun keinginan konsumen. Dari situ akan dijadikan sebuah rumusan pasti sebagai fondasi merek dan dikemas dalam bentuk strategi dan esensi untuk dipakai sebagai patokan konsistensi desain komunikasi merek jangka panjang.
Seperti sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa sebuah ide adalah sepotong emas yang mampu dihasilkan setiap orang, namun akan dijadikan apa emas tersebut tergantung dari pihak yang menentukan. Seperti halnya sebuah merek, bagaimana Anda menggiringnya untuk menjadi sukses adalah tergantung dari bagaimana ide visual merek tersebut cocok dengan pasar dan sesuai dengan kondisi bisnis yang dinamis.
Oleh Ronald M Sutedjo, Vice Director Spacesym
















