Dalam rangkaian perayaan Milad Ke-1, Bank BSN menggelar akad massal 10.000 pembiayaan syariah dan KPR subsidi. Bukti nyata komitmen hunian berkah bagi keluarga Indonesia.
Stabilitas.id – Matahari baru saja merayap naik di kawasan Perumahan Pesona Prima 9 Cikahuripan, Bogor, Jawa Barat, Senin (24/8/2026). Keriuhan sudah pecah sejak pagi. Ratusan warga datang berbondong-bondong, sebagian besar menggendong balita dan menuntun anak-anak mereka.
Bahkan ketika terik matahari mulai menyengat tepat di atas kepala saat prosesi akad pembiayaan berlangsung, antusiasme ratusan peminat itu tak surut sedikit pun. Dengan penuh kesabaran, mereka tetap mengantre dan mengikuti setahap demi setahap arahan petugas—menorehkan tanda tangan di atas berkas perjanjian massal demi menjejakkan fondasi masa depan keluarga mereka.
Bagi warga yang hadir, hari itu bukan sekadar urusan administratif di atas kertas bermeterai. Ini adalah gerbang menuju kepastian hidup: memiliki tempat berteduh milik sendiri.
BERITA TERKAIT
Momen hangat ini menjadi salah satu latar pemungkas rangkaian perayaan ulang tahun pertama (Milad ke-1) PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) sebagai Bank Umum Syariah (BUS) mandiri. Melalui gelaran akad massal pembiayaan syariah yang dilaksanakan serentak di 37 Kantor Cabang di seluruh Indonesia, Bank BSN membagikan “10.000 kebahagiaan” bagi keluarga dan pelaku usaha tanah air.
Dari total 10.000 akad pembiayaan tersebut, sektor perumahan mendominasi secara mutlak: 6.550 akad KPR Subsidi dan 1.975 akad KPR Non-Subsidi, disusul 1.215 pembiayaan non-KPR serta 260 pembiayaan komersial.

Makna Rumah dan Berkah Perjalanan
Di tengah kemeriahan acara yang dihadiri jajaran pejabat Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) serta BP Tapera tersebut, Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor menegaskan sudut pandang perseroan dalam memandang pembiayaan perumahan.
“Bagi Bank BSN, 10.000 akad hari ini bukan sekadar angka. Di baliknya ada ribuan keluarga, pelaku usaha, harapan, dan cerita perjuangan untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik,” ujar Alex. “Kami meyakini bahwa rumah bukan sekadar tempat tinggal. Rumah adalah tempat keluarga membangun kehidupan, mendidik anak-anak, menanamkan nilai-nilai kebaikan, dan menyiapkan masa depan.”
Akar komitmen ini bukanlah hal baru. Memulai jejak sejak era Unit Usaha Syariah (UUS) BTN pada 2005 hingga bertransformasi penuh akhir tahun lalu, perseroan secara akumulatif telah mengucurkan lebih dari 500.000 unit KPR bagi masyarakat Indonesia.
Direktur Consumer Banking Bank BSN Mochamad Yut Penta menambahkan, momentum milad pertama ini menjadi sarana merajut senyum keluarga melalui akses hunian yang berkah sekaligus memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah secara nyata.
Dominasi Pasar dan Kinerja Solid
Rasa optimisme dan pendekatan humanis BSN berdiri tegak di atas fondasi kinerja keuangan yang solid. Selama periode Januari hingga Juli 2026, Bank BSN mencatatkan realisasi penyaluran 33.222 unit KPR Subsidi. Angka ini menempatkan BSN di peringkat kedua nasional untuk seluruh industri perbankan (konvensional dan syariah) dengan pangsa pasar (market share) 24%.
Khusus di panggung perbankan syariah, BSN tampil sebagai penguasa mutlak. Perseroan bertengger di posisi puncak penyaluran KPR Subsidi dengan penguasaan pangsa pasar mencapai sekitar 84%.
Per 31 Juli 2026, total aset BSN melesat 22,2% secara tahunan (year-on-year/YoY) menyentuh Rp81,1 triliun. Pertumbuhan aset ditopang oleh penyaluran pembiayaan yang tumbuh 25,7% YoY menjadi Rp62 triliun dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang naik 14,8% YoY menjadi Rp64,1 triliun. Hasilnya, laba bersih perseroan melonjak 40,1% YoY menjadi Rp643,6 miliar.
Langkah ini makin lengkap dengan akselerasi digital melalui Bale Syariah by BSN yang kini menembus 225.000 pengguna aktif dengan volume transaksi Rp4,88 triliun.
Ketika peluh di dahaga tergantikan oleh leganya dokumen yang tuntas ditandatangani, pasangan muda hingga orang-orang tua itu beranjak pulang sambil menggenggam jemari anak-anak mereka. Di usia yang baru satu tahun, Bank BSN tak hanya mencatatkan angka pertumbuhan bisnis, tetapi juga melukis kepastian masa depan di wajah ribuan keluarga Indonesia. ***

















