OJK dan Kemendikdasmen resmi meluncurkan modul ajar literasi finansial formal pada puncak ISFO 2026 guna mempercepat perluasan inklusi ekonomi syariah generasi muda.
Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah resmi menyepakati integrasi literasi finansial ke kurikulum pendidikan formal nasional pada perhelatan Puncak Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) 2026 di Aula Kemendikdasmen, Jakarta, Kamis (24/9). Kolaborasi institusional yang dimeteraikan lewat penandatanganan Nota Kesepahaman ini diarahkan untuk mempercepat pemerataan inklusi ekonomi syariah sekaligus membentengi generasi muda dari risiko ekosistem keuangan digital melalui jalur pendidikan terstruktur.
Penyelenggaraan ISFO 2026 yang mengusung tema “Learn, Innovate, Elevate” mencatatkan partisipasi 11.952 peserta dalam 4.030 tim dari seluruh Indonesia—tumbuh masing-masing sekitar 12 persen untuk jumlah peserta dan 15 persen untuk jumlah tim dibanding tahun sebelumnya. Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, menegaskan bahwa esensi dari perhelatan ini melampaui gelar kompetisi semata.
“Melalui lomba cerdas cermat keuangan syariah, para peserta mengasah pengetahuan dan pemahaman mereka. Melalui kompetisi Wirausaha Muda Syariah, pemahaman tersebut diterapkan menjadi gagasan, inovasi, dan kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Dicky.
BERITA TERKAIT
Dicky menambahkan, proses pembinaan tersebut diharapkan melahirkan generasi muda yang CAKAP dalam memahami instrumen keuangan, BIJAK memilih kebutuhan sesuai kapasitas, PRODUKTIF mendorong penciptaan nilai tambah, serta TERLINDUNGI dari risiko siber, manipulasi data pribadi, dan ragam modus penipuan daring.
Sebagai wujud penguatan struktural, OJK dan Kemendikdasmen meresmikan Bahan Ajar Literasi Finansial Fase E dan Fase F yang mengacu pada Panduan Pendidikan Literasi Finansial 2024. Modul edukasi ini diintegrasikan ke dalam mata pelajaran Matematika dan Ekonomi pada jenjang intrakurikuler serta kegiatan kokurikuler, yang kini telah dikurasi dan dapat diakses para pengajar melalui platform Rumah Pendidikan Kemendikdasmen.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu’ti menggarisbawahi bahwa kekuatan demografi generasi muda terdidik merupakan fondasi krusial bagi transformasi ekonomi nasional.
“Indonesia memiliki modal sosial yang sangat besar berupa kelompok generasi muda Muslim yang berpendidikan, kreatif, produktif, dermawan, serta memiliki idealisme yang kuat. Potensi inilah yang akan menjadi penggerak utama perkembangan ekonomi syariah Indonesia di masa depan,” kata Abdul Mu’ti.
Abdul Mu’ti mengingatkan bahwa hakikat ekonomi syariah berorientasi pada pemerataan manfaat ekonomi kepada seluruh lapisan masyarakat, alih-alih terkonsentrasi pada segelintir kelompok. Oleh karena itu, perluasan inklusi keuangan syariah ke akar rumput menjadi tantangan struktural yang mendesak untuk dipecahkan.
Dari sudut pandang kelembagaan usaha, Menteri Koperasi RI selaku Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Ferry Juliantono, mendorong koperasi sebagai pilar bisnis yang adaptif bagi kaum muda.
“Koperasi dapat menjadi salah satu alternatif badan usaha yang sangat relevan bagi generasi muda. Koperasi tidak hanya menjadi sarana berkumpul dan bekerja sama, tetapi juga menjadi instrumen penguatan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan,” ujar Ferry.
Ferry menegaskan bahwa penguatan literasi dan inklusi syariah harus dibarengi pembukaan akses permodalan nyata agar generasi muda mampu beralih peran dari sekadar konsumen teknologi menjadi produsen inovasi bernilai tambah.
Pada babak Grand Final ISFO 2026, kompetisi Cerdas Cermat Keuangan Syariah (CCKS) kategori pelajar dimenangkan oleh MAN Insan Cendekia Kota Batam (Tim 1) sebagai Juara 1, disusul MAN Insan Cendekia Serpong (Juara 2), MAN 2 Kota Malang (Juara 3), dan MAN Insan Cendekia Batam Tim 2 (Juara 4). Pada kategori mahasiswa, Juara 1 diraih oleh Universitas Brawijaya Malang, diikuti Politeknik Keuangan Negara STAN Tim 1 (Juara 2), Politeknik Keuangan Negara STAN Tim 2 (Juara 3), serta Universitas Padjajaran Sumedang (Juara 4).
Adapun pada Kompetisi Wirausaha Muda Syariah (WMS), tim Sortine dari IPB University berhasil menyabet gelar Juara 1, disusul tim FitDaYs dari Universitas Widyatama pada posisi Juara 2, dan tim ELPIS dari Universitas Syiah Kuala pada posisi Juara 3. ***

















