JAKARTA, Stabilitas.id – Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate memberikan Keynote Speech secara virtual dalam Y20 Pre-Summit of Indonesia’s G20 Presidency dari Jakarta Pusat, pada Sabtu (23/4/22). Dalam acara tersebut, beliau meminta para pemuda memanfaatkan akselerasi transformasi digital yang kini tengah berlangsung dan mendukung agenda transformasi digital alam Presidensi G20 Indonesia tahun 2022.
“Selalu menyenangkan untuk terlibat dengan anak-anak muda yang cerdas dan tajam dari seluruh dunia, terutama tentang isu transformasi digital yang berkaitan dengan upaya pemulihan pascapandemi Covid-19,” jelasnya.
Dikutip dari rilisnya, Meningkatnya pemanfaatan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari menjadikan peran pemuda lebih lebih besar dari sebelumnya. Menurut Menkominfo, pemuda masa kini, lahir di tengah ekosistem digital.
Mengutip laporan World Economic Forum bersama Sea Ltd dalam ASEAN Digital Generation Report Tahun 2021, Menkominfo menegaskan kembali peran pemuda dalam sektor digital selama masa pandemi Covid-19.
“Dilaporkan bahwa 36 persen dari lebih dari delapan puluh ribu responden mengakui bahwa sebagian besar keterampilan digital yang diperoleh diajarkan oleh anak muda berusia 16 s.d. 35 tahun,” ungkapnya.
Temuan International Telecommunication Union (ITU) menunjukkan pada tahun 2020, 71 persen pemuda dunia berusia antara 15 dan 24 tahun menggunakan internet. Menurut Menteri Johnny dengan tingginya terpaan akses internet, generasi muda masa kini dan masa depan akan menjadi ahli dalam pemanfaatan teknologi digital.
Menkominfo juga menjelaskan Digital Economy Working Group (DEWG) diberi mandat Sherpa untuk merampingkan diskusi tentang masalah transformasi digital di seluruh kelompok kerja dan kelompok keterlibatan.
“DEWG berfokus pada tiga masalah yang diprioritaskan: (1) Konektivitas dan pemulihan pasca-COVID-19, (2) Keterampilan dan Literasi Digital, dan (3) Arus Bebas Data dengan Aliran Data Kepercayaan dan Lintas Batas,” jelasnya.
Perhatian atas konektivitas digital yang berpusat pada manusia juga akan menunjukkan e-participation, atau partisipasi publik dalam penyelenggaraan administrasi pemerintahan. perkembangan ekonomi digital juga mendorong paradigma organisasi eksponensial di mana perusahaan memanfaatkan teknologi dan mempekerjakan lebih banyak karyawan yang paham teknologi dalam jumlah yang lebih terbatas.
Menkominfo menegaskan aksi kolektif pemuda dalam Y20 Pre-Summit of Indonesia’s G20 Presidency dapat menjadi contoh bagaimana diplomasi multitrack dilakukan pemuda. Bahkan Menteri Johnny, berharap pemuda akan dapat berkontribusi terhadap perdamaian dan kerja sama dunia yang adil, sejahtera.
“Terutama dalam konteks isu-isu transformasi digital yang masih banyak tantangan untuk diselesaikan. Saya berharap yang terbaik untuk Indonesia Youth Diplomacy (IYD), sebagai tuan rumah Y20 Pre-Summit of Indonesia’s G20 Presidency. Saya yakin bahwa melalui inisiatif dan semangat kaum muda, kolaborasi antargenerasi yang efektif dapat dibangun untuk mendorong pembangunan dan kemajuan” ungkapnya.
Acara ini juga dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Zainuddin Amali, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, dan Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah.***





.jpg)










