Stabilitas.id – Merayakan hari jadi ke-38, Lintasarta menegaskan komitmennya untuk melangkah lebih jauh dari sekadar penyedia teknologi dengan bertransformasi menjadi Beyond AI Factory. Di bawah naungan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Group, Lintasarta kini memfokuskan diri sebagai pengorkestrasi ekosistem Artificial Intelligence (AI) yang terintegrasi di Indonesia.
Mengusung tema “Empowering Beyond”, perusahaan menargetkan implementasi AI yang tidak hanya mutakhir, tetapi juga aman, terukur, dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi berbagai sektor industri.
President Director & CEO Lintasarta, Armand Hermawan, menyatakan bahwa di tengah percepatan adopsi teknologi global, Lintasarta terus mentransformasi diri agar tetap relevan sebagai mitra strategis nasional.
BERITA TERKAIT
“Kami melangkah melampaui konsep AI Factory, menghadirkan AI sebagai solusi terintegrasi yang siap diskalakan dan memberikan nilai nyata bagi industri serta Indonesia. Empowering Beyond adalah janji kami untuk mendorong adopsi AI yang lebih luas,” ujar Armand dalam keterangan resmi, Selasa (5/5/2026).
Strategi Fondasi 4C
Untuk mewujudkan visi tersebut, Lintasarta mengandalkan fondasi strategis bertajuk 4C, yaitu:
-
Connectivity: Menjamin keandalan sistem digital nasional.
-
Cloud: Mendukung infrastruktur enterprise untuk skalabilitas data dan AI.
-
Cybersecurity: Menjaga keamanan dan kepatuhan data pada setiap lini.
-
Collaboration: Mendorong inovasi lintas industri guna mempercepat kesiapan AI.
Strategi ini dijalankan beriringan dengan nilai perusahaan I CARE (Innovation, Collaboration, Agility, Resilience, dan Ethics), yang menjadi pedoman operasional dalam melayani lebih dari 2.000 pelanggan korporasi di seluruh Nusantara.
Sebagai bagian dari perayaan momentum 38 tahun, Lintasarta juga memperkuat aspek tanggung jawab sosial melalui program “Lintasarta Peduli Negeri”. Inisiatif ini mencakup kegiatan pemberdayaan di panti asuhan serta program “Lintasarta Mengajar” yang berfokus pada literasi digital dan pengenalan AI bagi generasi muda.
Laskar Lintasarta—sebutan untuk karyawan perusahaan—turut dilibatkan secara langsung sebagai sukarelawan untuk membangun kesiapan sumber daya manusia Indonesia dalam menghadapi masa depan digital.
Sebagai bagian dari IOH Group yang sedang bertransformasi menjadi AI TechCo, Lintasarta memposisikan dirinya sebagai mesin penggerak utama dalam penyediaan infrastruktur Next Generation Network (NGN). Dengan dukungan tenaga profesional di lebih dari 54 kota, perusahaan menjamin ketersediaan koneksi (SLA) hingga 99,99% bagi pelanggan di sektor komunikasi data, cloud computing, hingga managed services.
“Kami ingin memastikan setiap teknologi yang kami hadirkan mampu menciptakan peluang baru dan memperkuat kesiapan Indonesia di masa depan digital,” pungkas Armand.***
Sekilas Profil & Kinerja Lintasarta (Mei 2026):
| Indikator | Detail Layanan |
| Tahun Berdiri | 1988 (38 Tahun Beroperasi) |
| Induk Usaha | Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) |
| Jumlah Pelanggan | > 2.000 Korporasi |
| Jangkauan Jaringan | 74.196 Jaringan di 54 Kota |
| Sertifikasi Utama | ISO 9001, ISO 27001, PCI DSS, SMK3 |
| Fokus Strategis | AI Factory, Cloud, Managed Security |






.jpg)










