• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Sabtu, Oktober 17, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Finance

Multi Efek Sukuk Proyek

by Sandy Romualdus
13 November 2011 - 00:00
14
VIEWS
Multi Efek Sukuk Proyek
0
SHARES
14
VIEWS

Perbankan syariah memiliki kesempatan untuk makin berperan dalam pembangunan ekonomi seiring hadirnya obligasi syariah negara berbasis proyek. Namun instrumen tersebut juga memiliki fungsi lain. Apa saja?

 

  • Baca juga: BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Oleh : Yudi Rachman

BERITA TERKAIT

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

 

Perbankan syariah selama ini mengaku lebih dekat dengan sektor riil karena sistem pembiayaannya berbeda dengan bank-bank konvensional, namun ternyata hal itu belum cukup. Bank yang tidak menggunakan sistem bunga dalam pemberian pinjaman ini dianggap belum banyak berkontribusi kepada negara, terutama dalam menyokong anggaran.

Anggapan tersebut sebenarnya tidak berlebihan jika melihat dana-dana bank syariah yang tidak terpakai (idle) hanya ditempatkan pada Sertifikat Bank Indonesia Syariah selain Fasilitas Simpanan BI (FaSBI) syariah. Instrumen moneter yang disingkat SBIS memang menjadi satu-satunya wadah buat bank syariah buat menempatkan dana-dananya yang berlebih. Di lain pihak, bank-bank konvensional memiliki SBI, FaSBI, Repo, Term Deposit dan Standing Facility.

Meski demikian, duit yang disimpan dalam fasilitas moneter untuk perbankan syariah ini dinilai hanya menjadi dana “mati” yang tidak memiliki peran bagi perekonomian secara langsung. Untuk itu otoritas terus mencari cara agar bank syariah memiliki kontribusi nyata kepada anggaran negara melalui pembelian obligasi negara. Selama ini bank syariah memang tidak dibolehkan untuk menempatkan dana pada obligasi negara, kendati itu obligasi jenis syariah karena belum adanya aturan yang membolehkan.

Namun hal itu mungkin tidak akan berlangsung lebih lama lagi. Pasalnya BI tengah menyiapkan seperangkat aturan agar bank syariah bisa membeli obligasi syariah milik negara atau biasa disebut Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

“BI tengah mengupayakan hal tersebut secara bertahap. Karena memang tidak bisa dilakukan secara sekaligus, karena harus mempertimbangkan perkembangan transaksi antar pelaku pasar,” kata Analis Ekonomi Madya Direktorat Pengelolaan Moneter BI Erwin Gunawan Hutapea.

Nantinya jika aturan sudah terbit maka bank syariah bisa menempatkan likuiditasnya pada SBSN dan transaksi dengan bank sentral merupakan langkah terakhir apabila industri tidak menemukan mitra di pasar.

Dengan menggunakan SBSN termasuk juga Surat Pembendaharaan Negara (SPN) syariah yang bertenor pendek dalam pengelolaan likuiditas, maka perbankan syariah bisa turut berkontribusi terhadap anggaran negara. “Dana yang ditempatkan di SBIS dan FASBI Syariah hanya akan menjadi dana mengambang dan sulit untuk disalurkan,” lanjut Erwin.

Lagi pula transaksi pasar sekunder SBSN akan lebih terbuka dan ramai dibanding SBIS karena instrumen tersebut memiliki aset penjamin (underlying asset) sementara SBIS tidak.

Berdasarkan catatan Bank Indonesia sepanjang 2010, industri perbankan syariah lebih memilih menempatkan kelebihan dananya pada (FaSBIS). Instrumen penyerapan likuiditas dengan jangka waktu pendek itu memegang porsi 65 persen terhadap total posisi instrumen Operasi Moneter Syariah (OSM). Sisanya, ditempatkan di Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS).

Obligasi Berbasis Proyek

  • Baca juga: Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Kemungkinan meningkatnya kontribusi bank syariah terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan lebih terbuka di saat pemerintah meluncurkan SBSN berbasis proyek untuk pertama kalinya. SBSN yang disebut juga sukuk negara berbasis proyek (Project Based Sukuk/ PBS) memang yang pertama karena memang underlying asset-nya berupa proyek.

Sedangkan penerbitan SBSN sebelumnya seperti yang berseri IFR dan SPN-S masih menggunakan aset-aset gedung dan aset tetap lainnya sebagai underlying asset. Sementara, penerbitan seri PBS menggunakan proyek atau kegiatan dalam APBN yang telah mendapat persetujuan DPR.

Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang (DJPU) Kementerian Keuangan Dahlan Siamat mengatakan, penerbitan SBSN merupakan salah satu upaya pemerintah meningkatkan kontribusi SBSN terhadap APBN. Ia menjelaskan, kontribusi sukuk masih sangat minim dalam APBN. Porsinya sekitar Rp 40 triliun, masih semenjana jika dibandingkan dengan jumlah surat utang negara (SUN) yang sudah berkontribusi ratusan triliun.

”Karena itulah, kami akan berusaha menggenjot porsi sukuk untuk pembiayaan APBN,” tambah Dahlan.

Obligasi syariah dalam terminologi ekonomi disebut juga sukuk. Istilah ini merujuk pada bentuk jamak bahasa Arab dari kata ‘sak’ atau sertifikat. Secara singkat AAOIFI (Accounting and Auditing Organization for Islamic and Financial Institutions) mendefinisikan sukuk sebagai sertifikat bernilai sama yang merupakan bukti kepemilikan yang tidak dibagikan atas suatu aset, hak manfaat, dan jasa-jasa atau kepemilikan atas proyek atau kegiatan investasi tertentu.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2008 Tentang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), Sukuk Negara adalah surat berharga negara yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah, sebagai bukti atas bagian penyertaan terhadap Aset SBSN, baik dalam mata uang rupiah maupun valuta asing.

Kepala Biro Humas Kementerian Keuangan menjelaskan, berdasarkan ketentuan Pasal 4 UU Nomor 19/2008 tentang SBSN, tujuan penerbitan SBSN adalah untuk membiayai APBN termasuk pembiayaan proyek. “Dan SBSN ini menggunakan skema Ijarah Asset to be Leased,” kata keterangan itu.

Sedangkan yang dimaksud dengan proyek yang dapat digunakan sebagai dasar penerbitan SBSN adalah proyek yang telah mendapat alokasi dalam APBN, dibiayai melalui belanja modal rupiah murni dan telah mendapat persetujuan DPR. Jenis proyeknya meliputi proyek pembangunan dan pengadaan. Dan proyek itu bisa sedang atau yang akan dilaksanakan. Tentunya, masih ada persyaratan lain, yakni telah tercatat dalam Daftar Proyek, tidak bertentangan dengan prinsip syariah, dan tidak sedang digunakan sebagai aset SBSN lain.

Ketentuan Underlying asset tersebut sudah sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 129/PMK.08/2011. Dalam aturan itu menyebutkan, proyek yang dibangun oleh pemerintah dapat menjadi underlying asset penerbitan SBSN. Oleh karena itu, Kementerian Keuangan berhak meminta laporan perkembangan pelaksanaan proyek kepada Kementerian/Lembaga yang mencakup, perkembangan pencapaian pelaksanaan fisik proyek, dan perkembangan realisasi penyerapan dana. Termasuk dapat melakukan monitoring dan evaluasi atas pelaksanaan proyek yang dijadikan dasar penerbitan SBSN.

Respons Positif

PBS yang dilelang perdana bulan lalu adalah seri PBS-0001 (new issuance) dan PBS-0002 (new issuance) dengan jumlah penawaran Rp 2 triliun sampai Rp 3 triliun. Lelang PBS yang digunakan untuk proyek-proyek infrastruktur itu dinilai mendapatkan responsi positif dari investor.

Menurut analis obligasi PT Mega Capital Indonesia, Ariawan, lelang perdagangan dua SBSN wajar saja jika banyak diburu investor. ”Potensi permintaan masih cukup bagus, karena pasar SUN saat pelelangan itu dilakukan sedang bernilai positif,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan analis obligasi PT Trimegah Securities Tbk Imam MS, ia berpendapat pergerakan pasar saham dan obligasi negara yang relatif stabil merupakan salah satu faktor tingginya permintaan terhadap SBSN berbasis proyek tersebut.

  • Baca juga: Bicara di Forum IMF-World Bank: Wadirut Bank BSN Dorong Integrasi Pasar Syariah ASEAN

PBS sendiri merupakan produk baru sukuk. Sebelumnya telah ada IFR, sukuk ritel, SNI atau sukuk global, dan SPN-S atau T-Bills islami yang masuk dalam kategori BMN berbasis Sukuk. Sementara, yang termasuk service based sukuk adalah Sukuk Dana Haji Indonesia (SDHI).

Menurut Dahlan Siamat, dengan adanya diversifikasi sukuk akan membuka ruang bagi pemerintah untuk melakukan identifikasi pendapatan dalam upaya mengurangi defisit. “Diversifikasi ini juga mendorong sektor riil agar dapat mengakselerasi pertumbuhan, dan membuat pasar keuangan syariah beragam,” pungkas Dahlan. SP

 
 
 
 
 
Previous Post

Yang Tengah Makin Disuka

Next Post

Manuver Penting Setelah Mati Suri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 21:02

BNI menyabet peringkat keempat Top 10 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026 berkat penguatan kanal digital wondr...

Porsi Kredit Produktif Tembus 62 Persen: Bank BPD Bali Salurkan Pembiayaan UMKM Rp14,15 Triliun

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

by Sandy Romualdus
16 Oktober 2026 - 20:36

Bank BPD Bali meraup laba Rp1 triliun dan menyalurkan kredit UMKM Rp14,43 triliun per kuartal III/2026 dengan NPL Gross terjaga...

Bicara di Forum IMF-World Bank: Wadirut Bank BSN Dorong Integrasi Pasar Syariah ASEAN

Bicara di Forum IMF-World Bank: Wadirut Bank BSN Dorong Integrasi Pasar Syariah ASEAN

by Sandy Romualdus
15 Oktober 2026 - 15:56

Wadirut Bank BSN Arga M. Nugraha menyerukan integrasi pasar keuangan syariah ASEAN guna melayani 250 juta umat Muslim di forum...

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Lebih dari Sekadar Modal, KUR BRI Dorong Toko Grosir Fitriani Ciptakan Lapangan Kerja di Pesawaran

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 11:48

Berkat pembiayaan KUR BRI, Fitriani berhasil kembangkan kios kecil di Pesawaran jadi toko grosir sembako dan buka lapangan kerja warga...

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 09:49

Shifa Celluler di Binjai Utara jadi ujung tombak inklusi dan literasi keuangan BRI, layani 4.500 transaksi bulanan serta dampingi nasabah...

Porsi Kredit Produktif Tembus 62 Persen: Bank BPD Bali Salurkan Pembiayaan UMKM Rp14,15 Triliun

Apresiasi Layanan Pensiun Prima: Dirut Bank BPD Bali Nyoman Sudharma Tegaskan Komitmen Sinergi Digital

by Sandy Romualdus
14 Oktober 2026 - 20:31

Bank BPD Bali meraih predikat Terbaik II Mitra Kerja Pembayaran Pensiun dari PT Taspen dan Ditjen Perbendaharaan atas layanan prima...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Menuju Fase Penting Outsourcing

Menuju Fase Penting Outsourcing

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance