• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Selasa, Juli 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Finance

Yang Tengah Makin Disuka

oleh Sandy Romualdus
13 November 2011 - 00:00
16
Dilihat
Yang Tengah Makin Disuka
0
Bagikan
16
Dilihat

Segmentasi pasar dengan mengincar kelas menengah makin banyak diadopsi oleh perbankan. Meski demikian strategi ini juga memiliki kelemahan di samping manfaat yang tidak sedikit bagi bank.

 

Oleh : Lila Intana

BERITA TERKAIT

Dorong Layanan Modern, Bank Jakarta Transformasi KCP Kebayoran Park Jadi Future Branch

Siap-Siap, LPS Targetkan Penjaminan Polis Asuransi Bisa Aktif April 2027

Pertahankan Kinerja Kinclong Semester I 2026, Bank BSN Gelar Business Review Forum

BNI Perkuat Tata Kelola, Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud

 

Kini bank-bank di Indonesia makin selektif memilih target nasabah. Strategi itu dilakukan untuk mengoptimalkan target pemasaran dan mendatangkan pendapatan sekaligus mendongkrak kinerja bank. Fokus dalam membidik golongan nasabah tertentu ini biasa disebut segmentasi pasar. Kesamaan jenis nasabah yang dikelompokkan bank bisa berasal dari umur, lokasi, pendapatan maupun keinginan.

Siapakah golongan menengah ini? Menurut Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia, diketahui kelas menengah terbagi empat kelas. Pertama, pendapatan per bulan Rp1 juta-1,5 juta; kedua, pendapatan Rp1,5 juta-2,6 juta; ketiga, pendapatan Rp2,6 juta-5,2 juta serta golongan berpendapatan Rp5,2 juta-6 juta.

Sementara menurut Lembaga Marketing Frontier mereka membagi segmen menengah dari pengeluarannya. Golongan pertama (Social Economy Status/ SES A) adalah keluarga yang berpengeluaran mencapai Rp 3 juta atau lebih. Sedang kedua atau SES B adalah keluarga yang berpengeluaran antara Rp 1,8 juta–3 juta. Kemudian SES C adalah kelompok pengeluaran Rp 1 juta–1,8 juta, dan seterusnya.

Jumlah masyarakat yang tergolong kelas menengah selalu meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan data Bank Dunia, pada 2003 jumlah kelas menengah di Indonesia hanya 37,7 persen dari populasi, namun pada 2010 kelas menengah Indonesia mencapai 134 juta jiwa atau 56,5 persen.

Nah, besarnya potensi nasabah di Indonesia membuat perbankan tak perlu berpikir terlalu panjang untuk mengaplikasikan strategi segmentasi pasar. Seperti yang dilakukan oleh salah satu bank asing, Bank Commonwealth baru-baru ini. Bank asal Australia ini terang-terangan akan memfokuskan bidikannya pada nasabah kelas menengah.

“ Indonesia adalah pasar yang paling penting bagi Commonwealth Bank of Australia. Untuk itu, kami akan melakukan penetrasi ke pasar kelas menengah yang tumbuh sangat pesat,” ujar Tony Costa, Direktur Utama Bank Commonwealth Indonesia.

Bahkan dengan mengantungi penelitian dari Bank Dunia yang menyimpulkan bahwa kelas menengah Indonesia berpotensi menjadi yang terbesar di dunia dengan pertumbuhan sekitar 7 persen per tahun, Commonwealth makin yakin akan keputusannya itu.

Untuk itu, bulan lalu, bank yang hadir di Indonesia sejak 1997 ini meluncurkan berbagai produk ritel baru dalam bingkai layanan CommWay. Di dalamnya terdapat layanan dan produk seperti tabungan, investasi, asuransi jiwa, asuransi kesehatan, hingga kredit kepemilikan rakyat (KPR) multiguna yang kesemuanya ditujukan untuk kelas menengah.

Meski demikian Commonwealth bukanlah satu-satunya bank yang mengincar pasar kelas menengah di Indonesia dan lagi layanan yang baru diluncurkan juga terlihat sama dengan yang dimiliki oleh bank-bank lain baik lokal maupun asing.“Kita akan unggul dalam hal akses,” kata Executive Vice President, Head of Product Rian E Kaslan.

Untuk memenangkan persaingan pula, Commway akan membebaskan biaya penarikan dana di anjungan tunai mandiri (ATM) dalam jaringan ATM Bersama ataupun yang masuk jaringan ATM dengan bank lain. Tak tanggung-tanggung semua transaksi, dibebaskan mulai pengecekan saldo, pengambilan uang tunai, maupun transfer uang.

Selain itu, kata Rian, keunggulan akses mereka adalah seluruh aktivitas perbankan bisa dilakukan melalui mobile banking dan internet banking. “Kelas menengah terkonsentrasi di kota-kota besar. Kebanyakan dari mereka adalah karyawan, pengusaha, ibu rumah tangga dengan range usia 25-40 tahun, pendapatan 5-50 juta per bulan. Secara aktivitas mereka sangat mobile dan merupakan pengguna aktif gadget. Untuk itu, CommWay menyediakan one stop shopping yang dapat diakses cukup melalui smartphone,” jelas Rian.

Akses lain yang menjadi jagoan mereka adalah aplikasi reksadana pada mobile banking. Museum Rekor Indonesia beberapa waktu lalu memberikan penghargaan pada Commonwealth sebagai bank pertama yang aplikasi mobile banking-nya memiliki fitur pembelian reksadana. Selain itu, fasilitas ini dapat digunakan untuk transfer ke seluruh bank baik di dalam maupun luar negeri dengan limit transaksi tertinggi, hingga Rp200 juta.

“Untuk investasi reksadana, melalui Autoinvest ada 60 jenis pilihan reksadana mulai dari Rp100 ribu per bulan. Nasabah melalui smartphone-nya bisa mengakses real time currancy, bisa memonitor portofolio reksadana dan lain-lain sesuai kebutuhan,” tambah Rian.

Ekspansi Kredit

Di bidang penyaluran kredit, Commbank juga tampaknya sudah menyiapkan diri untuk lebih banyak menggarap segmen kelas menangah. Portofolio kredit bank saat ini terdiri dari wholesale lending, kredit usaha kecil dan menengah (UKM) serta kredit konsumen.

“Kami akan terus mendorong bisnis di berbagai sektor di 27 kota di Indonesia melalui kredit UKM. Hal ini sejalan dengan anjuran Bank Indonesia untuk meningkatkan kredit dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Tony Costa sang Dirut.

Untuk kredit konsumen, bank ini menargetkan adanya pertumbuhan tiga kali lipat dalam dua tahun mendatang, di mana 35 persennya berasal dari KPR pasar primer. Artinya bank ini menjadi bank asing pertama yang menawarkan KPR melalui seluruh cabangnya, yakni di 27 kota di seluruh Indonesia. “Kami baru saja menandatangani kerjasama dengan developer Grup Ciputra dalam menyediakan KPR untuk proyek perumahan mereka,” tambah Tony Costa.

Pengamat perbankan dari Indonesia Economic Inteligent, Sriyani Kusumastuti, mengatakan layanan yang ditawarkan Commonwealth sebenarnya sudah lebih dulu banyak ditawarkan bank-bank di dalam negeri. Namun dia mengakui, Commonwealth memiliki keunggulan karena membawa sistem dan strategi bisnis yang terbaik yang telah diimplementasikan sekian lama di negara mereka. Commonwealth sendiri sudah berdiri lebih dari 100 tahun di Australia dan saat ini memiliki ribuan cabang di negara induknya, Negeri Kangguru.

Sriyani mengatakan semakin gencarnya Commonwealth Bank menjalankan bisnisnya di Indonesia membuka jalan bagi bank ini untuk menjadi besar di negeri ini. “Kehadiran bank asing di Indonesia sudah memang tidak bisa dihindari. Dampaknya bisa positif bisa negatif, tergantung bagaimana menanggapinya,” ujar Sriyani.

Dari segi konsumen, keberadaan bank asing jelas menguntungkan karena akan semakin banyak pilihan. Namun bagi bank-bank lokal, profit mereka bisa tertekan karena dari sisi modal mereka kalah jauh. Akan sangat tragis memang jika ke depannya bank-bank besar di negeri ini justru milik asing.

Untuk itu menurut Sriyani, hal yang bisa dilakukan adalah bank-bank lokal harus bersaing lebih kompetitif lagi. “Di luar negeri, bank asal Indonesia susah sekali membuka cabang. Kalau di sini kan di buka selebar-lebarnya. Yang harus dilakukan bank lokal di sini adalah harus bisa bersaing, caranya meningkatkan kinerjanya, layanannya harus lebih baik lagi.”

Salah satu bank nasional yang dipastikan akan menjadi pesaing Commonwealth adalah BNI. Tahun ini BNI telah memproklamirkan untuk serius membenahi kredit di segmen kelas menengah. “Fokus di segmen menengah penting,” ujar Gatot M Suwondo, Direktur Utama BNI beberapa waktu lalu.

Salah satu pembenahan yang dilakukan BNI adalah membereskan kredit macet yang ada dalam segmen ini yang mencapai 25 persen dari total nonperformng loan (NPL). Segmen usaha menengah menurut kriteria BNI adalah debitur yang menerima fasilitas kredit Rp 10 miliar- Rp 150 miliar. SP

 
 
 
 
 
Sebelumnya

Seperti Deja Vu 2008

Selanjutnya

Multi Efek Sukuk Proyek

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Dorong Layanan Modern, Bank Jakarta Transformasi KCP Kebayoran Park Jadi Future Branch

Dorong Layanan Modern, Bank Jakarta Transformasi KCP Kebayoran Park Jadi Future Branch

oleh Sandy Romualdus
20 Juli 2026 - 14:08

Bank Jakarta resmi meresmikan New Look Branch KCP Kebayoran Park sebagai prototipe kantor cabang generasi baru yang modern, accessible, dan...

Pertahankan Kinerja Kinclong Semester I 2026, Bank BSN Gelar Business Review Forum

Pertahankan Kinerja Kinclong Semester I 2026, Bank BSN Gelar Business Review Forum

oleh Sandy Romualdus
19 Juli 2026 - 22:08

Bank BSN menetapkan peta jalan bisnis ekspansif dengan membidik total aset mencapai kisaran Rp87 triliun hingga akhir tahun 2026. Stabilitas.id...

BNI Dukung Kebijakan Pemerintah Tarik Dana Rp200 T untuk Perkuat Likuiditas Perbankan

BNI Perkuat Tata Kelola, Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud

oleh Sandy Romualdus
19 Juli 2026 - 12:38

BNI tidak memberikan toleransi terhadap fraud maupun korupsi karena tindakan tersebut berpotensi merugikan perusahaan dan nasabah, sekaligus menggerus kepercayaan masyarakat...

Data Lengkap Rekening Judol: Laporan BCA, BRI, & BNI Tembus Belasan Ribu

Data Lengkap Rekening Judol: Laporan BCA, BRI, & BNI Tembus Belasan Ribu

oleh Sandy Romualdus
17 Juli 2026 - 08:03

Kemenkomdigi merilis daftar bank dan e-wallet yang melaporkan akun judi online (judol) terbanyak. BCA dan DANA memimpin di masing-masing kategori....

Bank DBS Indonesia-Mirae Asset Sekuritas Luncurkan Online Onboarding RDN, Permudah Akses Investasi Digital

Pasar Volatil Bukan Halangan, Laba Bisnis Wealth Management DBS Indonesia Melesat 24%

oleh Stella Gracia
17 Juli 2026 - 07:24

Segmen Wealth Management Bank DBS Indonesia mencetak pertumbuhan AUM private client sebesar 13% dan lonjakan laba bersih 24% per Juni...

Berantas Judi Online, OJK Perintahkan Bank Blokir 33.000 Rekening Penampung

BI Rate Mendaki, OJK Tegaskan Likuiditas Perbankan Tetap Tebal dan Kredit Tumbuh 11,51%

oleh Stella Gracia
17 Juli 2026 - 07:22

OJK menegaskan likuiditas industri perbankan nasional tetap kokoh dan memadai di tengah volatilitas rupiah dan kenaikan BI Rate. Kredit per...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Kejar Target Rp2.357 Triliun, DJP Bidik Rp200 Triliun dari Ekstensifikasi Pajak

    Tarik PPh 22 di Marketplace, DJP Bidik Pajak Digital Melonjak Hingga Rp 24 Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DJP Kejar Pajak Digital, Strava dan Kling AI Resmi Kena PPN 11 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Danamon-Manulife Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Laba Rp66,59 Miliar, RUPST KB Bank (BBKP) Rombak Jajaran Direksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Daftar Forbes 2026: BCA Peringkat 1 Bank Terbaik RI, SeaBank Juara di Kategori Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Dorong Layanan Modern, Bank Jakarta Transformasi KCP Kebayoran Park Jadi Future Branch

Siap-Siap, LPS Targetkan Penjaminan Polis Asuransi Bisa Aktif April 2027

Pertahankan Kinerja Kinclong Semester I 2026, Bank BSN Gelar Business Review Forum

BNI Perkuat Tata Kelola, Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud

HUT ke-56, Jamkrindo Luncurkan Mobil PELITA untuk Jaga Kesehatan Mental Anak

BI: Bursa Mineral Bakal Berantas Praktik Nakal ‘Transfer Pricing’ dan Tarik Investasi Riil

Bidik Status Hub Perdagangan Dunia, OJK Targetkan Bursa Mineral Beroperasi 1 Januari 2027

Data Lengkap Rekening Judol: Laporan BCA, BRI, & BNI Tembus Belasan Ribu

Pasar Volatil Bukan Halangan, Laba Bisnis Wealth Management DBS Indonesia Melesat 24%

STABILITAS CHANNEL

 
Selanjutnya
Menuju Fase Penting Outsourcing

Menuju Fase Penting Outsourcing

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance