• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Kamis, September 17, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Finance

Pacu Penyaluran Kredit, BI Kucurkan Insentif Likuiditas Rp 431,9 Triliun per Juli 2026

oleh Stella Gracia
23 Juli 2026 - 11:03
15
Dilihat
Uang Beredar Tumbuh 4,9% di Mei 2025, Stabilitas Rupiah Tetap Terjaga di Tengah Dinamika Global
0
Bagikan
15
Dilihat

Bank Indonesia telah menyalurkan insentif KLM sebesar Rp 431,9 triliun hingga Juli 2026. Kredit perbankan tercatat tumbuh 12,67% yoy di Juni 2026.

Stabilitas.id – Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran insentif melalui Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) telah menembus Rp 431,9 triliun hingga pekan pertama Juli 2026. Kebijakan makroprudensial yang akomodatif ini digelontorkan untuk memacu ekspansi kredit dan pembiayaan perbankan ke sektor-sektor prioritas penopang pertumbuhan ekonomi.

  • Baca juga: Agresivitas BNI Amankan Likuiditas: Deposito Meledak 63%, Laba Bersih Tembus Rp14,3 Triliun

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa bank sentral akan terus menyempurnakan implementasi kebijakan makroprudensial guna memperkuat fungsi intermediasi industri perbankan nasional.

“Hingga minggu pertama Juli 2026, insentif KLM yang disalurkan kepada perbankan tercatat sebesar Rp 431,9 triliun,” ujar Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu (22/7).

BERITA TERKAIT

Agresivitas BNI Amankan Likuiditas: Deposito Meledak 63%, Laba Bersih Tembus Rp14,3 Triliun

Anomali Utang Luar Negeri: Saat Korporasi Menahan Diri, Asing Justru Guyur SBN Internasional

Bantalan Suku Bunga Sudah Tebal, BI Diproyeksi Tahan Rem Moneter Pekan Depan

Benteng Devisa Menuju US$ 147,5 Miliar: Gubernur BI “Menagih” Kemenkeu di Senayan

Rincian Jalur Penyaluran dan Kelompok Bank

Dari total dana insentif KLM sebesar Rp 431,9 triliun tersebut, penyalurannya terbagi ke dalam dua jalur (channel):

  • Lending Channel: Sebesar Rp 369 triliun dialokasikan untuk mendorong pertumbuhan ekspansi kredit dan pembiayaan langsung.

  • Interest Rate Channel: Sebesar Rp 62,9 triliun disalurkan guna mengoptimalkan efektivitas serta efisiensi transmisi biaya dana perbankan.

Berdasarkan struktur kelompok bank penerima, bank-bank plat merah mendominasi porsi insentif KLM:

  • Baca juga: Anomali Utang Luar Negeri: Saat Korporasi Menahan Diri, Asing Justru Guyur SBN Internasional
  1. Bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN): Memperoleh porsi terbesar mencapai Rp 219,6 triliun.

  2. Bank Umum Swasta Nasional (BUSN): Menerima alokasi sebesar Rp 172,5 triliun.

  3. Bank Pembangunan Daerah (BPD): Menyerap alokasi sebesar Rp 31,7 triliun.

  4. Kantor Cabang Bank Asing (KCBA): Mendapat kucuran sebesar Rp 8,1 triliun.

Aliran insentif ini difokuskan pada sektor-sektor prioritas, seperti pertanian, industri pengolahan, jasa (termasuk ekonomi kreatif), konstruksi, real estat, perumahan rakyat, UMKM, koperasi, serta sektor-sektor berkonsep inklusif dan berkelanjutan.

Kredit Perbankan Merekah 12,67%

Kombinasi insentif likuiditas dan permintaan domestik yang terjaga terbukti ampuh mengakselerasi fungsi intermediasi perbankan. BI mencatat laju pertumbuhan kredit perbankan nasional pada Juni 2026 melaju sebesar 12,67% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Capaian tersebut melompat dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya (Mei 2026) yang berada di level 11,51% yoy.

  • Baca juga: Bantalan Suku Bunga Sudah Tebal, BI Diproyeksi Tahan Rem Moneter Pekan Depan

Ke depan, Perry mengindikasikan BI akan memperkuat sinergi KLM dengan strategi pendalaman pasar uang serta melakukan penyempurnaan pada regulasi Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) guna menjaga kesinambungan likuiditas perbankan. ***

Tags: bank bumnBank IndonesiaBIKebijakan Likuiditas MakroprudensialKLMPenyaluran Kredit PerbankanPerry Warjiyopertumbuhan kredit
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Percepat Proyek PSEL, Anak Usaha Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel

Selanjutnya

Modal Asing Masuk US$ 8,5 Miliar di Q2 2026, BI Tegaskan Ketahanan Eksternal Tetap Kuat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Bidik Rantai Ekonomi Umrah, Bank BSN Eksplorasi Ekosistem Digital Bersama JARDY Travel

Bidik Rantai Ekonomi Umrah, Bank BSN Eksplorasi Ekosistem Digital Bersama JARDY Travel

oleh Sandy Romualdus
16 September 2026 - 22:03

PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) menjajaki kolaborasi dengan JARDY Travel Indonesia untuk mengintegrasikan ekosistem umrah dengan layanan digital perbankan...

BNI (BBNI) Serap USD700 Juta dari Global Bond, Oversubscribe hingga 3,6 Kali

Agresivitas BNI Amankan Likuiditas: Deposito Meledak 63%, Laba Bersih Tembus Rp14,3 Triliun

oleh Sandy Romualdus
16 September 2026 - 15:18

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sukses membukukan laba bersih Rp14,33 triliun hingga Agustus 2026. Di balik pertumbuhan ini, BNI...

Aplikasi haloBCA Tambah Fitur Baru, Kini Nasabah Bisa Track Status Laporannya!

Laju Terukur BCA: Tembus Laba Rp40 Triliun di Tengah Limpahan Dana Murah

oleh Sandy Romualdus
16 September 2026 - 15:13

BCA (BBCA) sukses meraup laba bersih Rp40,17 triliun dan menyalurkan kredit Rp1.017,7 triliun hingga Agustus 2026. Pertumbuhan ini ditopang kuatnya...

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

Langkah Taktis di Ujung Tenggat: BRI Eksekusi Buyback Rp90,7 Triliun demi Bantalan Internal

oleh Sandy Romualdus
16 September 2026 - 15:04

BRI (BBRI) menuntaskan aksi buyback 31 juta lembar saham senilai Rp90,73 miliar pada batas akhir periode (11 September 2026). Saham...

Terdampak Sebaran Abu Vulkanik, TransNusa Siapkan Solusi bagi Penumpang di CGK dan TKG

Ujian Likuiditas Akhir Tahun, BRI Tuntaskan Seri C Sebelum Hadapi Obligasi Jumbo Rp2,35 Triliun

oleh Sandy Romualdus
16 September 2026 - 14:49

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menyiagakan dana Rp507,87 miliar pada instrumen aset likuid berkualitas tinggi (HQLA) untuk melunasi Obligasi...

Strategi Dual License Sukses, Laba Bersih BSI Melejit 16,73% Per Mei 2026

Geliat Gen Z Menabung Haji: Tambang Dana Murah Triliunan Rupiah bagi BSI

oleh Stella Gracia
16 September 2026 - 14:42

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat pertumbuhan Tabungan Haji menjadi Rp17,1 triliun, didorong oleh tren Gen Z dan milenial...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Duta Literasi Keuangan, OJK Integrasikan Kecakapan Finansial ke Dasa Dharma Pramuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Desak Bank KBMI 1 Konsolidasi, Buka Opsi Merger Demi Penuhi Free Float 15%

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Bidik Rantai Ekonomi Umrah, Bank BSN Eksplorasi Ekosistem Digital Bersama JARDY Travel

Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

Agresivitas BNI Amankan Likuiditas: Deposito Meledak 63%, Laba Bersih Tembus Rp14,3 Triliun

Laju Terukur BCA: Tembus Laba Rp40 Triliun di Tengah Limpahan Dana Murah

Langkah Taktis di Ujung Tenggat: BRI Eksekusi Buyback Rp90,7 Triliun demi Bantalan Internal

Bom Waktu Rp240 Triliun: LPEM UI Peringatkan Ancaman Kopdes Merah Putih bagi APBN

Ujian Likuiditas Akhir Tahun, BRI Tuntaskan Seri C Sebelum Hadapi Obligasi Jumbo Rp2,35 Triliun

Anomali Utang Luar Negeri: Saat Korporasi Menahan Diri, Asing Justru Guyur SBN Internasional

Geliat Gen Z Menabung Haji: Tambang Dana Murah Triliunan Rupiah bagi BSI

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Ketika Sungai Mulai Mengering

Modal Asing Masuk US$ 8,5 Miliar di Q2 2026, BI Tegaskan Ketahanan Eksternal Tetap Kuat

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance