• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Jumat, Oktober 23, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Internasional

Paviliun Indonesia Bukukan PotensiTransaksi USD 7,7 Juta di Biofach Expo 2020 di Jerman

by Stella Gracia
25 Februari 2020 - 09:05
15
VIEWS
Paviliun Indonesia Tampil Pada WEF 2020 di Davos
0
SHARES
15
VIEWS

NUREMBERG, Stabilitas– Produk organik Indonesia berhasil membukukan potensi transaksi sebesar USD 7,70 juta di pameran produk organik terbesar di Eropa, Biofach 2020. Pameran ini berlangsung pada 12–15 Februari 2020 di Nuremberg, Jerman.

“Keikutsertaan Indonesia di Biofach di Eropa merupakan strategi utama dalam pemasaran produk ekspor organik ke pasar Jerman dan Uni Eropa yang selalu dilakukan kolaborasi Atdag dan ITPC di Uni Eropa. Tahun 2020 ini, keikutsertaan dalam Biofach Expo dikelola oleh Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Atase Perdagangan Berlin dan ITPC Hamburg. Hal ini tentu untuk menggali peluang dan potensi ekspor produk organik yang saat ini masih belum maksimal dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,”jelas Sekretaris Jenderal Oke Nurwan di Jakarta.

  • Baca juga: IMF Peringatkan Beban Utang Tinggi dan Defisit Fiskal Batasi Ruang Gerak Ekonomi Global

Menurut data the Research Institute of Organic Agriculture (FiBL) dan IFOAM, pasar organik di Eropa tahun 2018 tumbuh sebesar USD 44 miliar (EUR 40,7 miliar). Negara dengan pasar terbesar yaitu Jerman, Prancis, dan Italia.

BERITA TERKAIT

Jaga Fundamental Bisnis, Direktur Keuangan Bank Jakarta Sabet Penghargaan CFO Paling Inovatif

Pacu Nilai Tambah Investor, Bank Mandiri Tebar Dividen Rp50,63 Triliun dan Buyback Saham

Optimalkan Pemulihan Aset BPR KRI, LPS Terima Hasil Sita Lelang Rp2,78 Miliar dari Kejari

BI Tahan Suku Bunga Acuan 5,75 Persen, Kerek Deposit Facility dan Pangkas GWM Perbankan

Pertumbuhan tersebut dipicu oleh beralihnya tren pola konsumsi makanan ke natural dan organic food, serta meningkatnya pengeluaran masyarakat Uni Eropa dalam berbelanja produk makanan dan minuman organik. Sementara itu, merujuk data Trademap, ekspor produk organik Indonesia ke Uni Eropa pada 2018 mencapai USD 17,1 miliar atau meningkat 4,5 persen dari nilai ekspor tahun 2017.

Atase Perdagangan Berlin Nurlisa Arfani menjelaskan, capaian potensi transaksi sebesar USD 7,7 juta pada Biofach Expo ini diperoleh dari kerja keras dan ketekunan delapan perusahaan yang berpartisipasi di Paviliun Indonesia pada Biofach 2020. Kedelapan perusahaan tersebut, yaitu PT Moringa Indonesia Fangardana (produk daun kelor dan olahannya), CV Hasil Barokah Mandiri (produk gula dari kelapa), CV Kayutama Agro (makanan nektar kelapa), Mozass Healthy Lab (kopi organik), Kawanasi (kacang kenari), PT Intrafood Singabera (produk gula dari kelapa), PT Mega Organik Indonesia (chips dan snacks organik), dan PT Bukit Sari (produk teh organik).

  • Baca juga: Manfaatkan Alat Otomatis Artex AI: Peretas Tembus Sistem Tujuh Bank Raksasa di Seoul

Menurut Nurlisa, pada pelaksanaan pameran tahun ini, para peserta di Paviliun Indonesia mengakui adanya penurunan jumlah pengunjung karena merebaknya wabah virus corona di Tiongkok dan beberapa negara di dunia. Di sisi lain, peluang yang ada dengan adanya isu corona adalah buyers yang datang ke Biofach semakin fokus dan ingin mengalihkan pasokan produk organiknya dari negara tirai bambu Tiongkok ke Indonesia.

“Tercatat buyer yang melakukan transaksi tidak hanya berasal dari Eropa, namun juga dari Amerika Serikat, Kanada, dan Timur Tengah,” jelas Atase Perdagangan Berlin.

Selain delapan perusahaan yang tergabung di Paviliun Indonesia, terdapat beberapa perusahaan Indonesia lainnya yang mengikuti pameran Biofach 2020 yang tampil di paviliun Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah. Beberapa perusahaan tersebut, antara lain Aliansi Organis Indonesia, Javara, Profil Mitra Abadi, PT. Alami Sejahtera, dan PT. Sumateran Organic Spice.

Ada juga tiga perusahaan Indonesia yang tergabung pada Paviliun Import Promotion Desk (IPD). Ketiga perusahaan tersebut adalah Aksara Kencana Putra, Koperasi Nira Satria, dan Navil Natural. Selain itu, ada pula beberapa perusahaan berpartisipasi secara mandiri yaitu Kara Organik (Pulau Sumbu), Coco Sugar, dan Organic Food Indonesia.

  • Baca juga: Tercepat Sejak Pandemi: Ekonomi Vietnam Tumbuh 9,95 Persen di Kuartal III/2026

Seluruh perwakilan RI di Jerman, khususnya Duta Besar RI untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno, mendorong penuh pelaksanaan Biofach 2020 ini. Kerja sama dilakukan mulai dari menyebarkan informasi perusahaan yang ikut serta pada Paviliun Indonesia, mengundang buyers untuk datang dan mengunjungi paviliun, serta memasang iklan di lokasi yang strategis

Biofach merupakan pameran tahunan yang khusus menampilkan produk organik seperti makanan dan minuman, kosmetik, serta produk lain dengan sertifikat organik yang dikeluarkan anggota The International Federation of Organic Agriculture Movements (IFOAM). 

 
 
 
 
 
Previous Post

BFI Finance Catat Kenaikan Pendapatan dan Tekan Biaya Kredit

Next Post

Mendag Dorong Asosiasi Produsen Gula India Berinvestasi di Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

IMF: 2015 Ekonomi RI Tumbuh 5,25%, Inflasi 3-5%

IMF Peringatkan Beban Utang Tinggi dan Defisit Fiskal Batasi Ruang Gerak Ekonomi Global

by Stella Gracia
20 Oktober 2026 - 11:55

IMF memperingatkan tingginya utang pemerintah dan defisit anggaran membatasi ruang fiskal negara di tengah tekanan harga energi, suku bunga, dan...

Strategi Penerapan Keamanan Siber di Perbankan

Manfaatkan Alat Otomatis Artex AI: Peretas Tembus Sistem Tujuh Bank Raksasa di Seoul

by Stella Gracia
8 Oktober 2026 - 11:49

Korea Selatan menyelidiki pembobolan data 68.000 nasabah di tujuh bank terkemuka akibat serangan siber otomatis berbasis Artex AI. Stabilitas.id - Pemerintah...

Tercepat Sejak Pandemi: Ekonomi Vietnam Tumbuh 9,95 Persen di Kuartal III/2026

Tercepat Sejak Pandemi: Ekonomi Vietnam Tumbuh 9,95 Persen di Kuartal III/2026

by Stella Gracia
5 Oktober 2026 - 14:11

Ekonomi Vietnam tumbuh 9,95 persen pada kuartal III/2026 ditopang ekspor dan investasi, memicu ADB merevisi proyeksi pertumbuhan tahunan menjadi 7,8...

Setahun Berjalan, Bullion Bank Pegadaian dan BSI Himpun 153 Ton Emas

Rekor Belanja Rp2.811 Triliun, Tiongkok Borong 1.000 Ton Emas demi Mitigasi Syok Geopolitik

by Stella Gracia
23 September 2026 - 10:36

Tiongkok membukukan rekor impor emas melampaui 1.000 ton senilai Rp2.811 triliun. Manuver ini menjadi langkah mitigasi risiko seiring kolapsnya properti...

Hindari Jebakan Utang Unsustainable, IMF Dorong Regulator Global Perketat Manajemen Risiko Defisit Anggaran

Hindari Jebakan Utang Unsustainable, IMF Dorong Regulator Global Perketat Manajemen Risiko Defisit Anggaran

by Stella Gracia
22 September 2026 - 10:49

IMF membunyikan alarm terkait rasio utang publik global yang akan melampaui 100% PDB pada 2029. Investor mulai rekalibrasi portofolio menjauhi...

Inflasi di Atas Target, The Fed Didesak Tunda Akselerasi Pemangkasan Suku Bunga

Lawan Intervensi Trump, The Fed Kerek Suku Bunga Acuan ke Level 4 Persen

by Stella Gracia
18 September 2026 - 18:14

Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan menjadi 3,75-4,00 persen demi menekan inflasi, mengabaikan kritik dan desakan Presiden Donald...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Jaga Fundamental Bisnis, Direktur Keuangan Bank Jakarta Sabet Penghargaan CFO Paling Inovatif

Pacu Nilai Tambah Investor, Bank Mandiri Tebar Dividen Rp50,63 Triliun dan Buyback Saham

Optimalkan Pemulihan Aset BPR KRI, LPS Terima Hasil Sita Lelang Rp2,78 Miliar dari Kejari

BI Tahan Suku Bunga Acuan 5,75 Persen, Kerek Deposit Facility dan Pangkas GWM Perbankan

Pangsa Pasar Sentuh 7 Persen, BI Pacu Pendalaman Sukuk Sekunder dan Repo Syariah

Manufaktur Tetap Ekspansif, PMI-BI Kuartal III/2026 Naik ke Level 52,28 Persen

Sambut Libur Akhir Tahun, BI Proyeksikan SBT Kegiatan Usaha Kuartal IV/2026 Tumbuh 10,77 Persen

Jaring Talenta Vokasi Global, Kemnaker Gelar InaSkills 2026 Berstandar Internasional

Soroti AI hingga Green Transformation, Pameran INCHEM TOKYO 2027 Gandeng Industri Global

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Mendag Dorong Asosiasi Produsen Gula India Berinvestasi di Indonesia

Mendag Dorong Asosiasi Produsen Gula India Berinvestasi di Indonesia

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance