JAKARTA, Stabilitas–Pemerintah Republik Indonesia kembali menerbitkan Sukuk Global di pasar internasional sebesar US$3 miliar yang terdiri dari US$1,0 miliar untuk tenor 5 tahun dan US$2,0 miliar untuk tenor 10 tahun, Rabu (29/3). Sukuk Global ini diterbitkan oleh Pemerintah melalui Perusahaan penerbit SBSN Indonesia III. Sebuah badan hukum yang dibentuk oleh Pemerintah Republik Indonesia khusus untuk melakukan penerbitan SBSN.
Penerbitan Sukuk Global kali ini akan dicatatkan di Singapore Stock Exchange dan NASDAQ Dubai (dual listing). Setelmen akan dilaksanakan pada tanggal 29 Maret 2017. Sukuk Global ini diterbitkan pada harga par dengan imbalan sebesar 3,40% untuk tenor 5 tahun dan 4,15% untuk tenor 10 tahun, serta telah memperoleh peringkat Baa3 dari Moody’s dan BBB dari Fitch.
Penerbitan Global Sukuk ini merupakan penerbitan US Dollar Global Sukuk terbesar dari penerbit di luar kawasan teluk (GCC), dan penerbitan US Dollar Global Sukuk terbesar oleh Pemerintah.
Penerbitan ini adalah penerbitan kedelapan Sukuk Global berdenominasi Dolar Amerika Serikat oleh Pemerintah dan yang keenam kalinya diterbitkan dalam Islamic Global Medium Term Notes (Islamic GMTN) Program.
Transaksi tersebut dilaksanakan sejalan dengan rencana pembiayaan Pemerintah tahun 2017, sekaligus untuk memperkokoh posisi Indonesia di pasar keuangan syariah global.
Sukuk Global ini diterbitkan berdasarkan prinsip syariah dengan menggunakan struktur Wakalah dengan underlying berupa Barang Milik Negara berupa tanah dan bangunan sebesar 51%, dan proyek-proyek Pemerintah sebesar 49%.
Setelah dilaksanakan roadshow ke beberapa kota pusat keuangan syariah di kawasan Asia, Eropa dan Timur Tengah. transaksi ini mendapat respon yang sangat baik dari para investor global dan menghasilkan jumlah penawaran lebih dari US$10,84 miliar.
Sukuk Global ini menarik minat dari berbagai kelompok investor domestik dan internasional. Adapun distribusi investor berdasarkan wilayah untuk Sukuk Global tenor 5 tahun adalah 27% investor Islamic (termasuk Timur Tengah dan Malaysia), 21% investor Amerika Serikat, 28% investor wilayah Asia (selain Indonesia dan Malaysia), 14% investor Eropa, dan 10% investor Indonesia.
Sedangkan untuk Sukuk Global tenor 10 tahun adaIah 29% investor Islamic (termasuk Timur Tengah dan Malaysia), 29% investor Amerika Serikat, 23% investor wilayah Asia (selain Indonesia dan Malaysia), 10% investor Indonesia, dan 9% investor Eropa.
Berdasarkan jenis investor, Sukuk Global tenor 5 tahun didistribusikan kepada fund manager 43%, bank 40%, sovereign wealth funds/central bank 12%, insurance/pension fund 3%, dan private bank 2%. Sedangkan Sukuk Global tenor 10 tahun didistribusikan kepada fund manager 48%, bank 39%, sovereign wealth funds/central bank 8%, insurance/pension fund 4%, dan private bank 1%.
Joint Lead Managers dan Bookrunners yang ditunjuk Pemerintah untuk transaksi ini adalah Deutsche Bank, HSBC, Mandiri Securities, National Bank of Abu Dhabi, dan Standard Chartered Bank. Sedangkan Co-managers untuk transaksi ini adalah PT Bahana Securities, PT. Danareksa sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.
















