• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Sabtu, Februari 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Kolom

Pencatatan Kerugian Operasional

oleh Sandy Romualdus
26 Maret 2015 - 00:00
694
Dilihat
Pencatatan Kerugian Operasional
0
Bagikan
694
Dilihat

BERITA TERKAIT

BNI Rayakan Imlek 2577 Kongzili Bersama Nasabah, Perkuat Komitmen Tumbuh Berkelanjutan

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Tanpa disadari, kejadian demi kejadian hadir setiap hari dalam kehidupan kita. Beberapa dari kejadian itu ada yang berulang terjadi pada waktu dan tempat yang sama atau ada juga yang hanya sesekali terjadi. Untuk suatu kejadian yang berulang, biasanya akan dianggap biasa, tanpa ada sedikit pun perhatian terhadapnya. Namun, untuk kejadian yang jarang terjadi, seperti gelas yang pecah karena tersenggol atau akibat terpeleset karena lantai yang licin, lazimnya kejadian itu akan menggores sedikit bekas dalam ingatan.
Baik kejadian yang biasa terjadi maupun yang jarang atau hanya sesekali terjadi, penyebabnya pun beragam, bisa material dan signifikan, tapi adakalanya dipicu oleh hal-hal sepele. Namun, meski sama dalam sebab bisa jadi akan berbeda pada dampak. Kita akan susah lupa bila dampak dari kejadian tersebut menghasilkan kerugian, yang membawa kita untuk mengingat-ingat kejadian tersebut dan mengusut penyebabnya.
Begitu pula yang terjadi dalam operasional perbankan sehari-hari. Sebagai contoh operasional teller, meski pekerjaannya sudah dilakukan secara rutin, namun tetap saja kejadian salah bayar, salah hitung setoran, salah memasukan uang ke dalam rekening, sampai lolosnya uang palsu.
Sayangnya, kejadian seperti di atas, jarang sekali atau bahkan sama sekali tidak dicatat. Petugas lebih memilih menyelesaikan sendiri persoalan tersebut dengan alasan, bisa jadi karena khawatir dengan sanksi yang akan menimpanya bila kejadian itu diketahui perusahaan. Semestinya, mendapatkan sanksi ataupun tidak, petugas harus tetap mencatat peristiwa yang menyebabkan kerugian. Dengan catatan itulah, perusahaan akan mengetahui kejadian-kejadian yang disebabkan oleh apa saja yang dapat menimbulkan kerugian.
Kekeliruan dan kesalahan bisa terjadi di area lain. Misalnya, kesalahan dalam mencetak memo, surat keputusan, surat edaran, atau yang lainnya. Bila kejadian seperti itu terjadi berulang-ulang dalam jangka waktu cukup lama sehingga menyebabkan volume kertas salah cetak itu menumpuk, tentu ada ada harga yang harus dibayar dari kesalahan yang awalnya dianggap sepele.
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menekan kerugian. Tidak perlu dimulai dari hal yang rumit, mulai saja dari hal yang sederhana dan semua orang bisa melakukannya. Seperti bekerja sesuai dengan ketentuan ditunjang dengan awareness yang tinggi.
Kembali ke kejadian salah cetak tadi, sebaiknya perusahaan menentukan, apa saja yang boleh dicetak dan apa saja yang bisa dikirim melalu e-mail. Ketentuan itu tidak hanya disosialisasikan tapi harus dijadikan pedoman.

Pencatatan

Di dalam ilmu manajemen risiko khususnya risiko operasional, pencatatan kejadian yang berdampak kerugian sekecil apapun mesti dilakukan. Pegawai yang melakukan kesalahan, harus mencatatnya dan menghitung berapa kira-kira kerugian yang timbul.
Dengan adanya catatan, setidaknya perusahaan akan menerima beberapa manfaat. Perusahaan mengetahui kejadian penyebab munculnya kerugian.
Setelah menemukan penyebabnya, perusahaan kemudian menjadikannya sebagai acuan agar kejadian yang sama tidak dilakukan oleh karyawan yang lain. Karena kejadian sekecil apapun punya potensi kembali terulang.
Dengan dijadikan sebagai acuan atau standar operating procedure (SOP), meski bagian tersebut sering mengalami rotasi karyawan, acuan harus tetap dijalankan. Pencatatan yang dilakukan dan dilaporkan kemudian dipergunakan untuk pengelolaan risiko operasional biasa disebut Operational Risk Self Assessment (ORSA), yaitu melakukan penilaian sendiri atas kesalahan yang dibuat dan dicatat. Untuk melakukan penilaian dan pengukuran risiko operasional memang satu satunya cara adalah dengan mengumpulkan data dari ORSA.
ORSA ini sendiri bertujuan untuk memetakan kejadian yang mengakibatkan risiko operasional pada setiap unit kerja dan mendapatkan gambaran tentang peringkat eksposur risiko operasional sesuai tingkat frekuensinya (probability) dan dampaknya (severity). Dengan penerapan ORSA diharapkan budaya risiko pada diri pegawai lebih meningkat, dikarenakan dengan menilai risiko operasional yang muncul dari diri sendiri, membuat pegawai tersebut akan semakin sadar dan berhati-hati akan risiko apa saja yang akan muncul bila ketika melakukan pekerjaannya.
Data ORSA yang terdiri dari frekuensi dan kerugian akibat terjadinya peristiwa kerugian, akan menjadi data yang sangat penting ketika melakukan proses majanemen risiko operasional, identifikasi, penilaian, pengukuran , monitoring dan pengendalian.
Masalah utama pada pengumpulan data dari peristiwa kerugian ini disebut sebagai Loss Event Database (LED). Sudah rahasia umum, melaporkan kesalahan itu adalah hal yang tidak biasa dan paling sulit, karena bukan menjadi kebiasaan kita untuk mengakui atau melaporkan kesalahan yang dibuat.
Ini adalah satu tantangan besar dari manajemen untuk mengumpulkan data kerugian operasional. Mengingat risiko operasional adalah salah satu risiko yang harus dialokasikan modalnya, maka pencatatan data kerugian atau LED penting bagi bank jika menggunakan perhitungan yang sifatnya advance (Advance Measurement Approach). Sejak 2012, di Indonesia sudah terbentuk Loss Data Consortium, lembaga independen yang menghimpun data kerugian eksternal risiko operasional yang dikenal dengan Konsorsium Kerugian Data Eksternal atau disingkat KDKE.

 
 
 
 
Sebelumnya

Siap Berpacu, Menjadi yang Terdepan

Selanjutnya

BII Jalin Kerja Sama Reksa Dana dengan PT Maybank GMT Asset Management

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Penurunan Mendalam Pasar Saham Indonesia 18 Maret 2025

Penurunan Mendalam Pasar Saham Indonesia 18 Maret 2025

oleh Sandy Romualdus
21 Maret 2025 - 09:16

Oleh : Dr. Katarina Setiawan, Chief Economist & Investment Strategist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Tanggal 18 Maret 2025 pasar...

Serangan Hacker terhadap Pusat Data Nasional: Sebuah Renungan Bernegara

Serangan Hacker terhadap Pusat Data Nasional: Sebuah Renungan Bernegara

oleh Stella Gracia
26 Juni 2024 - 15:05

Oleh Achmad Nur Hidayat, Pakar Kebijakan Publik dan Ekonom UPN Veteran Jakarta Baru-baru ini, Indonesia dikejutkan oleh serangan siber besar-besaran...

Praktik Sustainable: Harapan Besar pada Bank

Praktik Sustainable: Harapan Besar pada Bank

oleh Sandy Romualdus
21 September 2023 - 16:34

Oleh Ahmed Zulfikar, Relationship Manager LPPI SAAT ini isu perubahan iklim telah menjadi topik hangat yang hampir selalu dibahas dalam...

Strategi Penerapan Keamanan Siber di Perbankan

Strategi Penerapan Keamanan Siber di Perbankan

oleh Sandy Romualdus
11 Agustus 2023 - 12:32

Oleh : Novita Yuniarti, Assistant Programmer LPPI SERANGAN siber memiliki dampak yang serius dan menjadi isu kritis dalam digitalisasi keuangan...

Kilas Balik Pandemi COVID-19: Strategi Cermat India yang Terhambat Sistem Pasar Obat-Obatan Dunia

Kilas Balik Pandemi COVID-19: Strategi Cermat India yang Terhambat Sistem Pasar Obat-Obatan Dunia

oleh Sandy Romualdus
3 Juni 2023 - 20:20

Oleh : Baiq Shafira Salsabila, Diospyros Pieter Raphael Suitela, Muhammad Faiz Ramadhan * INDIA adalah salah satu negara berkembang dengan industri farmasi terbesar...

Fenomena Bank Digital: Tren Naik, Harus Diimbangi dengan Literasi Digital

Transformasi Digital vs Literasi Digital

oleh Sandy Romualdus
14 Februari 2023 - 08:10

Oleh Danal Meizantaka Daeanza - Assistant Programmer LPPI Perubahan yang terjadi di dunia selama satu dekade belakangan ini sangat signifikan....

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Puncak BIK 2025: Ribuan Warga Banyumas Dapat Akses Keuangan Baru dari LJK

    OJK Tunjuk Friderica sebagai ADK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Akhiri Riwayat BPR Bank Cirebon, Ini Kronologi Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Jejak Panji Irawan, Dirut Bank Mandiri Taspen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Korupsi Pertamina, Riza Chalid Masuk Daftar Buronan Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

BNI Rayakan Imlek 2577 Kongzili Bersama Nasabah, Perkuat Komitmen Tumbuh Berkelanjutan

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Siap-siap! THR TNI/Polri dan ASN Mulai Disalurkan Minggu Pertama Ramadan

Purbaya Tolak Usulan IMF Naikkan PPh 21, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

Strategi Pembiayaan APBN: Serapan Lelang SUN Tembus Rp40 Triliun di Tengah Penurunan Bids

Outlook Moody’s Negatif, BI Pastikan Likuiditas Perbankan Jumbo Tetap Solid

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Menyebar Uang Muka 1 Persen

Menyebar Uang Muka 1 Persen

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance