• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Kamis, Oktober 8, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Kolom

Pencatatan Kerugian Operasional

by Sandy Romualdus
26 Maret 2015 - 00:00
706
VIEWS
Pencatatan Kerugian Operasional
0
SHARES
706
VIEWS

BERITA TERKAIT

Teken PKS dengan Kementerian UMKM, Bank BSN Siap Guyur Pembiayaan KUR

Saham Melonjak 31 Persen: Bank Banten Buka Suara ke BEI dan Tegaskan Nihil Aksi Korporasi

Outstanding Tembus Rp4,93 Triliun: Bank BJB Salurkan KPR FLPP ke 41 Ribu Debitur

Manjakan Nasabah Tajir: BNI Perkuat Layanan Digital Emerald dan Private via Wondr

Tanpa disadari, kejadian demi kejadian hadir setiap hari dalam kehidupan kita. Beberapa dari kejadian itu ada yang berulang terjadi pada waktu dan tempat yang sama atau ada juga yang hanya sesekali terjadi. Untuk suatu kejadian yang berulang, biasanya akan dianggap biasa, tanpa ada sedikit pun perhatian terhadapnya. Namun, untuk kejadian yang jarang terjadi, seperti gelas yang pecah karena tersenggol atau akibat terpeleset karena lantai yang licin, lazimnya kejadian itu akan menggores sedikit bekas dalam ingatan.
Baik kejadian yang biasa terjadi maupun yang jarang atau hanya sesekali terjadi, penyebabnya pun beragam, bisa material dan signifikan, tapi adakalanya dipicu oleh hal-hal sepele. Namun, meski sama dalam sebab bisa jadi akan berbeda pada dampak. Kita akan susah lupa bila dampak dari kejadian tersebut menghasilkan kerugian, yang membawa kita untuk mengingat-ingat kejadian tersebut dan mengusut penyebabnya.
Begitu pula yang terjadi dalam operasional perbankan sehari-hari. Sebagai contoh operasional teller, meski pekerjaannya sudah dilakukan secara rutin, namun tetap saja kejadian salah bayar, salah hitung setoran, salah memasukan uang ke dalam rekening, sampai lolosnya uang palsu.
Sayangnya, kejadian seperti di atas, jarang sekali atau bahkan sama sekali tidak dicatat. Petugas lebih memilih menyelesaikan sendiri persoalan tersebut dengan alasan, bisa jadi karena khawatir dengan sanksi yang akan menimpanya bila kejadian itu diketahui perusahaan. Semestinya, mendapatkan sanksi ataupun tidak, petugas harus tetap mencatat peristiwa yang menyebabkan kerugian. Dengan catatan itulah, perusahaan akan mengetahui kejadian-kejadian yang disebabkan oleh apa saja yang dapat menimbulkan kerugian.
Kekeliruan dan kesalahan bisa terjadi di area lain. Misalnya, kesalahan dalam mencetak memo, surat keputusan, surat edaran, atau yang lainnya. Bila kejadian seperti itu terjadi berulang-ulang dalam jangka waktu cukup lama sehingga menyebabkan volume kertas salah cetak itu menumpuk, tentu ada ada harga yang harus dibayar dari kesalahan yang awalnya dianggap sepele.
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menekan kerugian. Tidak perlu dimulai dari hal yang rumit, mulai saja dari hal yang sederhana dan semua orang bisa melakukannya. Seperti bekerja sesuai dengan ketentuan ditunjang dengan awareness yang tinggi.
Kembali ke kejadian salah cetak tadi, sebaiknya perusahaan menentukan, apa saja yang boleh dicetak dan apa saja yang bisa dikirim melalu e-mail. Ketentuan itu tidak hanya disosialisasikan tapi harus dijadikan pedoman.

  • Baca juga: Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan

Pencatatan

Di dalam ilmu manajemen risiko khususnya risiko operasional, pencatatan kejadian yang berdampak kerugian sekecil apapun mesti dilakukan. Pegawai yang melakukan kesalahan, harus mencatatnya dan menghitung berapa kira-kira kerugian yang timbul.
Dengan adanya catatan, setidaknya perusahaan akan menerima beberapa manfaat. Perusahaan mengetahui kejadian penyebab munculnya kerugian.
Setelah menemukan penyebabnya, perusahaan kemudian menjadikannya sebagai acuan agar kejadian yang sama tidak dilakukan oleh karyawan yang lain. Karena kejadian sekecil apapun punya potensi kembali terulang.
Dengan dijadikan sebagai acuan atau standar operating procedure (SOP), meski bagian tersebut sering mengalami rotasi karyawan, acuan harus tetap dijalankan. Pencatatan yang dilakukan dan dilaporkan kemudian dipergunakan untuk pengelolaan risiko operasional biasa disebut Operational Risk Self Assessment (ORSA), yaitu melakukan penilaian sendiri atas kesalahan yang dibuat dan dicatat. Untuk melakukan penilaian dan pengukuran risiko operasional memang satu satunya cara adalah dengan mengumpulkan data dari ORSA.
ORSA ini sendiri bertujuan untuk memetakan kejadian yang mengakibatkan risiko operasional pada setiap unit kerja dan mendapatkan gambaran tentang peringkat eksposur risiko operasional sesuai tingkat frekuensinya (probability) dan dampaknya (severity). Dengan penerapan ORSA diharapkan budaya risiko pada diri pegawai lebih meningkat, dikarenakan dengan menilai risiko operasional yang muncul dari diri sendiri, membuat pegawai tersebut akan semakin sadar dan berhati-hati akan risiko apa saja yang akan muncul bila ketika melakukan pekerjaannya.
Data ORSA yang terdiri dari frekuensi dan kerugian akibat terjadinya peristiwa kerugian, akan menjadi data yang sangat penting ketika melakukan proses majanemen risiko operasional, identifikasi, penilaian, pengukuran , monitoring dan pengendalian.
Masalah utama pada pengumpulan data dari peristiwa kerugian ini disebut sebagai Loss Event Database (LED). Sudah rahasia umum, melaporkan kesalahan itu adalah hal yang tidak biasa dan paling sulit, karena bukan menjadi kebiasaan kita untuk mengakui atau melaporkan kesalahan yang dibuat.
Ini adalah satu tantangan besar dari manajemen untuk mengumpulkan data kerugian operasional. Mengingat risiko operasional adalah salah satu risiko yang harus dialokasikan modalnya, maka pencatatan data kerugian atau LED penting bagi bank jika menggunakan perhitungan yang sifatnya advance (Advance Measurement Approach). Sejak 2012, di Indonesia sudah terbentuk Loss Data Consortium, lembaga independen yang menghimpun data kerugian eksternal risiko operasional yang dikenal dengan Konsorsium Kerugian Data Eksternal atau disingkat KDKE.

  • Baca juga: Melampaui Awareness: Strategi Deteksi dan Respons Insiden Siber di Era Digital
 
 
 
 
 
Previous Post

Siap Berpacu, Menjadi yang Terdepan

Next Post

BII Jalin Kerja Sama Reksa Dana dengan PT Maybank GMT Asset Management

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan

Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan

by Sandy Romualdus
23 September 2026 - 11:21

Mengapa 88% perusahaan menggunakan AI tetapi gagal meraih value bisnis yang nyata? Temukan akar masalah gap adopsi AI, risiko halusinasi...

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

Melampaui Awareness: Strategi Deteksi dan Respons Insiden Siber di Era Digital

by Sandy Romualdus
16 September 2026 - 13:34

Menghadapi kompleksitas lanskap ancaman siber 2025, organisasi harus berevolusi dari sekadar membangun kesadaran menuju implementasi Cyber Threat Detection dan Incident...

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

by Sandy Romualdus
7 September 2026 - 10:28

Transformasi digital menuntut Indonesia memperkuat benteng pertahanan siber melalui kombinasi kesadaran keamanan siber dan literasi digital guna mengatasi kerentanan faktor...

Menakar Dampak dan Implikasi Perampingan BUMN

Menakar Dampak dan Implikasi Perampingan BUMN

by Sandy Romualdus
1 September 2026 - 10:00

Kebijakan perampingan dan konsolidasi BUMN bukan sekadar persoalan pemangkasan biaya operasional atau peningkatan dividen semata, melainkan sebuah pertaruhan krusial yang...

Salary Survey BPD: Antara Data Nasional dan Realitas Daerah

Salary Survey BPD: Antara Data Nasional dan Realitas Daerah

by Sandy Romualdus
8 Juli 2026 - 12:25

Pendekatan salary survey pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) memerlukan strategi kontekstual. Salah satunya adalah pendekatan metode hybrid benchmarking untuk menjaga...

Toxic Productivity

Toxic Productivity

by Sandy Romualdus
8 Juli 2026 - 11:57

"Bekerja keras adalah hal yang baik. Namun, ketika keinginan untuk terus produktif membuat kita mengabaikan kesehatan, waktu istirahat, hingga hubungan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Teken PKS dengan Kementerian UMKM, Bank BSN Siap Guyur Pembiayaan KUR

Saham Melonjak 31 Persen: Bank Banten Buka Suara ke BEI dan Tegaskan Nihil Aksi Korporasi

Outstanding Tembus Rp4,93 Triliun: Bank BJB Salurkan KPR FLPP ke 41 Ribu Debitur

Manjakan Nasabah Tajir: BNI Perkuat Layanan Digital Emerald dan Private via Wondr

Melesat 142 Persen di Tengah Likuiditas Ketat, BEI Tetapkan BSWD Masuk Radar Konsentrasi Tinggi

Menyatukan Akar Lokal dan Jaringan Global: Lahirnya Bank MUFG Danamon

Merambah Wall Street dari Satu Aplikasi: Siasat Ajaib Perluas Akses Saham AS dan ETF

Saham JARR Digadaikan ke Bank Mandiri, Manajemen Pastikan Kendali Tak Bergeser

Perkuat Lini Bancassurance, IFG Life Bidik Basis Nasabah Bank Sulselbar

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Menyebar Uang Muka 1 Persen

Menyebar Uang Muka 1 Persen

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance