• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Sabtu, Februari 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Keuangan

Penetrasi Menjadi Jurus Kunci

oleh Sandy Romualdus
19 April 2022 - 12:27
70
Dilihat
Penetrasi Menjadi Jurus Kunci
0
Bagikan
70
Dilihat

Bisnis asuransi mengaku sudah mulai bisa menyelaraskan diri pada perubahan yang tengah terjadi pada perkonomian. Saat ini mereka fokus pada upaya penetrasi.

Oleh Romualdus San Udika

Di Indonesia, salah satu sektor di industri keuangan yang bisa berbicara banyak selain perbankan adalah asuransi. Meski masih jauh tertinggal, namun sektor jasa proteksi itu dinilai yang paling mampu mempengaruhi ekonomi selain perbankan.

Kendati demikian, ketika ekonomi dihantam krisis kesehatan pada 2020 lalu, dampak yang diterima industri penjaminan ini lebih berat. Kekhawatiran tak pelak menyelimuti bisnis itu apalagi di saat bersamaan perhatian pemerintah dan otoritas terkesan lebih besar kepada perbankan.

BERITA TERKAIT

Grha AAJI Diresmikan, Hadir sebagai Center of Excellence Industri Asuransi Jiiwa Indonesia

Premi Asuransi Stagnan, OJK Pastikan Ketahanan Industri Terjaga

Asuransi Kesehatan Diperketat, OJK Atur Premi hingga Skema Cost Sharing

AAUI Estimasi Klaim Bencana Aceh, Sumut, dan Sumbar Capai Rp567 Miliar

Respons yang relatif lamban terhadap perubahan dinilai menjadi faktor utama mengapa industri asuransi menderita lebih dalam pada krisis saat ini. Karenanya mulai 2021 lalu terlihat, para pelaku mulai serius membenahi strategi dan fundamental bisnisnya. Bersamaan dengan itu pemulihan ekonomi mulai dirasakan.

Maka dari itu ketika akan menyambut tahun 2022, aura optimistis tampak mulai menyeruak di wajah-wajah para pengelola perusahaan jasa asuransi. “Kami memandang kondisi bisnis 2022 dengan optimistis dan tidak ada upaya wait and see. Rasanya dari Januari 2022, anggota AAJI akan mulai mewujudkan semua rencana bisnisnya,” kata Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon.

Keyakinan itu memang bukan tanpa alasan. Walau sempat tertekan di 2020 akibat Covid-19, sepanjang 2021, tepatnya hingga kuartal ketiga, industri asuransi mulai menunjukkan performa apik. Berdasarkan data AAJI, total pendapatan premi telah mencapai Rp149,36 triliun atau tumbuh sebanyak 11,5 persen dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya. Meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap asuransi jiwa dan dorongan kondisi pandemi ditenggarai menjadi katalis utama pendapatan premi tumbuh positif.

Jika diperas lagi, angka itu disumbangkan dari kenaikan premi bisnis baru dan premi lanjutan. Masing-masing premi tersebut tumbuh 17,6 persen menjadi Rp94,2 triliun, dan 2,4 persen menjadi Rp55,15 triliun secara tahunan. Sementara itu, Produk Asuransi Yang Dikaitkan Dengan Investasi (PAYDI) atau unit link masih mendominasi dengan kontribusi sebesar 62,5 persen dari total pendapatan premi. Selama kuartal ketiga 2021, produk asuransi jiwa unit link bernilai total Rp93,31 triliun atau naik 9,0 persen, sementara produk bertipe tradisional mencapai Rp56,04 triliun atau naik 15,7 persen.

Di sisi lain, klaim nilai tebus (surrender) di periode yang sama, mengalami perlambatan sebesar 11,9 persen. Tercatat, nilai tebus di kuartal ketiga tahun lalu mencapai Rp67,46 triliun dan menjadi Rp59,42 triliun di kuartal yang sama tahun ini. Sedangkan untuk klaim tebus parsial (partial withdrawal), terjadi kenaikan dari Rp10,31 triliun menjadi Rp12,6 triliun di kuartal III-2021 dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu.

AAJI berpandangan perolehan premi bisa meningkat signifikan di masa mendatang seiring perbaikan ekonomi yang sedang diupayakan pemerintah. Walau demikian, industri tak menampik munculnya varian Omicron bakal memengaruhi kinerja perekonomian dan berpotensi menggerus kembali kinerja asuransi.

Pelaku industri, meski begitu, tetap akan berupaya untuk memanfaatkan momentum ini dengan terus melakukan penetrasi bisnis di Indonesia. Sampai saat ini kurang 50 persen penduduk yang sudah memiliki asuransi. Namun kondisi tersebut tak membuat pelaku bisnis kecil hati.

“Banyak sekali hal-hal yang harus dilakukan oleh industri kita ini. Peranan dari setiap kanal distribusi sangat penting (untuk meningkatkan penetrasi asuransi jiwa),” kata Kepala Departemen Komunikasi Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Nini Sumohandoyo, awal Desember.

Selain itu, para pelaku bisnis juga meyakini semua pihak akan mulai terbiasa dan mengenal produk asuransi, terutama jiwa. Di sisi lain para pelaku asuransi jiwa akan menemukan cara-cara baru untuk menjalankan bisnis guna memasarkan produk dan melayani nasabah.

Apa yang diungkapkan pelaku, dikonfirmasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hingga Desember lalu, otoritas mencatat pada sisi permodalan industri asuransi tercatat stabil dengan rasio kecukupan moadl atau RBC per jenis perusahaan tetap terjaga di atas threshold. Yaitu 605,89 persen untuk asuransi jiwa dan 352,02 persen untuk asuransi umum dan reasuransi.

Berdasarkan catatan OJK, tingkat inklusi keuangan nasional berada di level 76,19 persen, meningkat dari lima tahun lalu yang masih 67,8 persen. Sementara untuk tingkat literasi keuangan nasional berada di level 38,03 persen (2016: 29,7 persen).

Salah satu perusahaan asuransi jiwa, PT Asuransi BRI Life, juga menatap tahun 2022 dengan optimistis. Direktur Utama BRI Life Iwan Pasila mengatakan, dengan partner strategis baru, yakni FWD Financial Services Pte. Ltd, perseroan ingin melaju kencang di 2022.

“Di 2022 tantangan besar dari pemegang saham dan induk kami, Bank BRI, karena mereka sudah dapat strategic partner FWD, inginnya terbang. Clue-nya kalau tumbuh 20 persen itu dilihat sebelah mata. Jadi kalau dua mata kira-kira hitung sendiri dibandingkan tahun ini,” kata Iwan beberapa waktu lalu.

Lini Asuransi Umum

Optimisme juga terlihat di lini asuransi kerugian yang juga berpatokan pada pemulihan ekonomi yang mulai terlihat ketika pertumbuhan mulai positif. “Jadi secara keseluruhan pertumbuhan (bisnis asuransi umum di 2022) akan single digit. Tapi single digit yang besar karena kita pada mode optimistis,” kata Wakil Ketua Bidang Statistik, Riset & Analisa AAUI Trinita Situmeang, awal Desember.

Dia cukup optimistis terhadap prospek bisnis asuransi umum di tahun depan seiring pertumbuhan ekonomi dan prospeknya ke depan yang membaik. Apalagi, tambahnya, kinerja ekspor di sektor migas, pertanian, industri pengolahan, dan pertambangan yang secara keseluruhan tumbuh 50,9 persen secara yoy di kuartal ketiga 2021 menjadi salah satu pendorong pertumbuhan bisnis asuransi umum.

Tak hanya itu, bisnis asuransi umum juga terdorong oleh penjualan kendaraan bermotor dan properti yang mulai mengalami kenaikan. Kondisi tersebut diharapkan bisa berdampak positif terhadap pertumbuhan premi dari lini bisnis asuransi kendaraan bermotor dan asuransi properti. Berdasarkan data BPS, jumlah penjualan mobil tercatat sebanyak 234 ribu unit pada kuartal ketiga 2021 atau meroket 110,65 persen ketimbang periode yang sama di tahun sebelumnya yang sebanyak 111,12 ribu unit.

Kenaikan juga terjadi pada penjualan sepeda motor dengan jumlah penjualan motor sebanyak 1,52 juta per kuartal ketiga 2021. Total penjualan motor itu naik 28,76 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 1,19 juta unit. Secara kuartalan jumlah itu juga meningkat dibandingkan dengan posisi kuartal II-2021 yang saat itu penjualannya sebanyak 1,32 juta unit. Kenaikan penjualan mobil sejalan dengan insentif pajak mobil baru nol persen alias pembebasan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah.

AAUI mencatat nilai premi industri asuransi umum per kuartal III-2021 tercatat sebesar Rp55,07 triliun atau tumbuh 2,2 persen secara dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yang sebesar Rp53,88 triliun.

Menurut data AAUI, premi terbesar per kuartal ketiga 2021 dibukukan lini bisnis asuransi properti yakni Rp15,74 triliun. Jumlah itu meningkat 10,3 persen dibandingkan dengan premi lini bisnis asuransi properti di periode yang sama tahun sebelumnya. Penyumbang premi terbesar adalah lini bisnis asuransi kendaraan bermotor yakni sebesar Rp11,17 triliun atau naik 1,5 persen.

Direktur & Chief Marketing Officer PT Asuransi Allianz Life Indonesia Karin Zulkarnaen berharap pemulihan ekonomi nasional turut mendorong industri asuransi dan iklim bisnis di 2022. Dari kondisi itu dirinya berharap bisa membuat Allianz Life Indonesia menjaga pertumbuhan. Upaya lain yang dilakukan Allianz, lanjutnya, adalah dengan membaca sentimen dari nasabah. Dengan demikian, tambahnya, bisa membuat produk yang sesuai dengan kebutuhan nasabah.

Sampai dengan saat ini, masih kata Karin, produk unit link masih yang paling banyak diminati nasabah karena dinilai paling fleksibel sesuai kebutuhan. Nasabah juga bisa memilih klaim yang diinginkan sesuai dengan kemampuan masing-masing. Allianz juga menerapkan strategi untuk menjaga loyalitas para nasabah. Perusahaan berupaya menjalin interaksi sehingga nasabah merasa diapresiasi.***

Tags: aajiAAUIpenetrasi asuransipolis asuransipremi asuransi
 
 
 
 
Sebelumnya

Pekerjaan Rumah yang Belum Selesai

Selanjutnya

Di Bawah Bayang Kenaikan Harga Komoditas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Gandeng UNEJ dan AAJI, OJK Luncurkan Beasiswa Riset Asuransi Jiwa di Jember

Gandeng UNEJ dan AAJI, OJK Luncurkan Beasiswa Riset Asuransi Jiwa di Jember

oleh Stella Gracia
15 Februari 2026 - 09:17

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memacu tingkat literasi dan inklusi keuangan di sektor perasuransian, dengan membidik generasi muda...

Riset HSBC: Baru 30 Persen Orang Indonesia Sadar Investasi

Menuju 2050, Sun Life Ingatkan Risiko Ledakan Populasi Lansia Tanpa Kesiapan Finansial

oleh Stella Gracia
13 Februari 2026 - 07:14

Stabilitas.id — Indonesia menghadapi ancaman kesenjangan kesiapan pensiun (retirement divide) yang kian lebar seiring dengan perubahan demografi. Riset terbaru Sun Life...

TPS Gandeng Unair, 21 Pekerja Ikuti Pelatihan Finance for Non Finance

TPS Gandeng Unair, 21 Pekerja Ikuti Pelatihan Finance for Non Finance

oleh Stella Gracia
12 Februari 2026 - 12:20

Stabilitas.id — PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menggelar pelatihan Finance for Non Finance bagi 21 pekerja lintas unit kerja pada...

OJK Perketat Seleksi Bos Multifinance & Modal Ventura, Ini Alasannya

OJK Perketat Seleksi Bos Multifinance & Modal Ventura, Ini Alasannya

oleh Stella Gracia
10 Februari 2026 - 07:04

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperketat pengawasan industri Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan LJK Lainnya...

Bidik Penjualan Otomotif 2026, Danamon dan Adira Finance Hadir di IIMS Jakarta

Bidik Penjualan Otomotif 2026, Danamon dan Adira Finance Hadir di IIMS Jakarta

oleh Stella Gracia
8 Februari 2026 - 18:24

Stabilitas.id — PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) bersama PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF), dengan dukungan MUFG Bank,...

BSN Fokus Dorong Ekosistem Perumahan Syariah, Developer Jadi Mitra Kunci Pertumbuhan

BSN Fokus Dorong Ekosistem Perumahan Syariah, Developer Jadi Mitra Kunci Pertumbuhan

oleh Sandy Romualdus
8 Februari 2026 - 11:31

Stabilitas.id — Bank Syariah Nasional (BSN) menegaskan penguatan peran developer sebagai mitra utama dalam ekosistem pembiayaan perumahan syariah melalui penyelenggaraan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Puncak BIK 2025: Ribuan Warga Banyumas Dapat Akses Keuangan Baru dari LJK

    OJK Tunjuk Friderica sebagai ADK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Akhiri Riwayat BPR Bank Cirebon, Ini Kronologi Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Jejak Panji Irawan, Dirut Bank Mandiri Taspen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Korupsi Pertamina, Riza Chalid Masuk Daftar Buronan Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Siap-siap! THR TNI/Polri dan ASN Mulai Disalurkan Minggu Pertama Ramadan

Purbaya Tolak Usulan IMF Naikkan PPh 21, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

Strategi Pembiayaan APBN: Serapan Lelang SUN Tembus Rp40 Triliun di Tengah Penurunan Bids

Outlook Moody’s Negatif, BI Pastikan Likuiditas Perbankan Jumbo Tetap Solid

Barter Tarif: 1.819 Produk Ekspor RI Jadi 0%, Gandum & Kedelai AS Bebas Bea Masuk

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Di Bawah Bayang Kenaikan Harga Komoditas

Di Bawah Bayang Kenaikan Harga Komoditas

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance