• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Sabtu, Februari 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Bursa

Penurunan Mendalam Pasar Saham Indonesia 18 Maret 2025

oleh Sandy Romualdus
21 Maret 2025 - 09:16
66
Dilihat
Penurunan Mendalam Pasar Saham Indonesia 18 Maret 2025
0
Bagikan
66
Dilihat

Oleh : Dr. Katarina Setiawan, Chief Economist & Investment Strategist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI)

Tanggal 18 Maret 2025 pasar saham Indonesia mengalami koreksi dalam. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun lebih dari -5%, sebelum mengalami penghentian perdagangan selama 30 menit. Setelah perdagangan dibuka kembali, penurunan ternyata masih terus berlanjut sempat mencapai lebih dari -6%. Pada saat laporan ini dibuat pukul 15.00 WIB, IHSG berangsur berbalik arah menguat, mengurangi pelemahan ke kisaran -3.9%.

Kami melihat kekhawatiran atas dinamika domestik dan global terkini adalah pemicu utama aksi jual yang terjadi tanggal 18 Maret 2025 ini:

  • Postur fiskal
    Dalam dua bulan pertama tahun ini, anggaran negara mencatat defisit fiskal sebesar -0.13% dari PDB, yang pertama sejak 2021. Secara tahunan pendapatan pemerintah turun -20,9%, sementara penerimaan pajak turun -30,2% karena faktor musiman, restitusi, dan harga komoditas. Salah satu penyebab rendahnya penerimaan pajak adalah hambatan yang ada dalam sistem perpajakan baru Core Tax.
  • Pelemahan ekonomi:
    – PHK besar-besaran di sejumlah perusahaan menimbulkan kekhawatiran terhadap ketersediaan pekerjaan dan stabilitas ekonomi
    – Pada bulan Februari 2025, terjadi deflasi sebesar -0,09 % YoY, deflasi tahunan pertama sejak Maret 2000.
  • Pelaksanaan inisiatif Danantara
  • Kekhawatiran atas perombakan kabinet, termasuk posisi Menteri Keuangan.
  • Potensi perubahan dalam manajemen bank milik negara, pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang akan dilaksanakan sebelum akhir bulan Maret.
  • Ditunggunya kejelasan regulasi mengenai diperbolehkannya personel militer aktif menjabat beberapa pos tambahan di pemerintahan.
  • Ketegangan geopolitik dan perdagangan di tengah ekonomi global yang lemah.

Hal-hal tersebut di atas, dan ketidakpastian terkait keputusan The Fed dan Bank Indonesia pada pertemuan dalam dua hari ke depan mendorong aksi jual besar-besaran karena investor berupaya mengurangi kepemilikan sebelum libur panjang Idulfitri yang mencapai total 11 hari kalender atau 7 hari kerja internasional.

BERITA TERKAIT

Manulife Akuisisi Schroders Indonesia, Dana Kelolaan Gabungan Rp157 Triliun

Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.300, Asing Borong SBN Rp6,27 Triliun

Merdeka Bateray Melantai di BEI, Raih Dana Segar Rp9,2 Triliun

Kasus Adani Group Picu Kekhawatiran di Pasar India

Penghentian perdagangan saham sementara (circuit breaker) ini adalah yang pertama kali terjadi sejak era pandemi lima tahun yang lalu. Jika kita berkaca dari penghentian perdagangan sementara sebelumnya, penurunan indeks secara tajam karena aksi jual panik biasanya akan diikuti oleh kenaikan di kemudian hari setelah invetor lebih tenang mencerna dinamika yang ada serta ketidakpastian mereda. Di bulan September 2020, IHSG sempat turun lebih dari 5% dalam sehari dan menyebabkan penghentian perdagangan sementara. Pelemahan mendalam tersebut disebabkan oleh penerapan kembali PSBB di DKI Jakarta setelah angka penularan COVID-19 kembali melejit.  Keesokan harinya, IHSG naik 2,6% di dan terus melanjutkan kenaikan sampai akhir tahun.

Sumber: Bloomberg

Saat ini valuasi saham Indonesia sudah sangat atraktif bagi investor jangka panjang, di bawah 9.5 kali rasio P/E. Di saat aksi jual melanda dan kepanikan meningkat, investor sebaiknya berupaya tetap rasional dalam mengambil keputusan. Konsistensi dalam mengevaluasi keputusan investasi sesuai tujuan, profil risiko serta horison investasi tetap menjadi acuan investasi yang lebih baik dalam jangka panjang. ***

Tags: analisis pasar sahamKatarina SetiawanMAMIManulife Aset Manajemen IndonesiaPasar Saham
 
 
 
 
Sebelumnya

Moody’s Menilai Ekonomi Indonesia Tetap Resilien

Selanjutnya

CEO Baru Manulife Indonesia: Lauren Sulistiawati

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

oleh Sandy Romualdus
20 Februari 2026 - 19:31

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengambil langkah tegas terhadap praktik manipulasi pasar yang melibatkan pegiat media sosial. Otoritas resmi...

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

oleh Sandy Romualdus
20 Februari 2026 - 15:53

Stabilitas.id – Arus modal asing (capital inflow) yang diproyeksikan masuk ke pasar modal Indonesia berpotensi menembus angka US$70 miliar atau...

IHSG Parkir di 7.935, OJK Bentuk Satgas Khusus Reformasi Integritas Pasar

IHSG Parkir di 7.935, OJK Bentuk Satgas Khusus Reformasi Integritas Pasar

oleh Stella Gracia
10 Februari 2026 - 09:12

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) bergerak cepat melakukan reformasi struktural pasar modal Indonesia. Langkah ini...

Profitabilitas TUGU Tetap Solid hingga Akhir 2025

Profitabilitas TUGU Tetap Solid hingga Akhir 2025

oleh Sandy Romualdus
6 Februari 2026 - 21:55

Stabilitas.id — Analis pasar modal menilai kinerja PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) tetap solid hingga akhir 2025, ditopang...

Asosiasi Emiten Dukung Reformasi Integritas Pasar Modal OJK

Asosiasi Emiten Dukung Reformasi Integritas Pasar Modal OJK

oleh Stella Gracia
4 Februari 2026 - 14:45

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperoleh dukungan dari Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) dalam pelaksanaan agenda reformasi penguatan integritas pasar...

Danantara Nilai Integritas Pasar Modal Jadi Kunci Tarik Investasi Asing

Danantara Nilai Integritas Pasar Modal Jadi Kunci Tarik Investasi Asing

oleh Stella Gracia
2 Februari 2026 - 11:17

Stabilitas.id — Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara Rosan Roeslani menegaskan integritas dan transparansi pasar modal menjadi faktor krusial dalam menarik...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Puncak BIK 2025: Ribuan Warga Banyumas Dapat Akses Keuangan Baru dari LJK

    OJK Tunjuk Friderica sebagai ADK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Akhiri Riwayat BPR Bank Cirebon, Ini Kronologi Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Jejak Panji Irawan, Dirut Bank Mandiri Taspen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Korupsi Pertamina, Riza Chalid Masuk Daftar Buronan Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Siap-siap! THR TNI/Polri dan ASN Mulai Disalurkan Minggu Pertama Ramadan

Purbaya Tolak Usulan IMF Naikkan PPh 21, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

Strategi Pembiayaan APBN: Serapan Lelang SUN Tembus Rp40 Triliun di Tengah Penurunan Bids

Outlook Moody’s Negatif, BI Pastikan Likuiditas Perbankan Jumbo Tetap Solid

Barter Tarif: 1.819 Produk Ekspor RI Jadi 0%, Gandum & Kedelai AS Bebas Bea Masuk

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
CEO Baru Manulife Indonesia: Lauren Sulistiawati

CEO Baru Manulife Indonesia: Lauren Sulistiawati

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance