Stabilitas.id — Aktivitas ekonomi dan transaksi keuangan di Indonesia diproyeksikan tumbuh signifikan selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026. Mengacu pada data historis Badan Pusat Statistik (BPS), perputaran uang di periode ini rata-rata meningkat 30% hingga 40%, didorong oleh tingginya konsumsi rumah tangga dan mobilitas masyarakat.
Menangkap peluang tersebut, PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) meluncurkan rangkaian program #RamadanLebihBerkah guna mendukung percepatan transaksi non-tunai. Bank Indonesia (BI) sebelumnya mencatat volume transaksi QRIS selama Ramadan tumbuh fantastis hingga 111% per pengguna secara tahunan.
Consumer Funding & Wealth Business Head Danamon, Ivan Jaya, menjelaskan bahwa perencanaan keuangan yang bijak menjadi kunci bagi nasabah di tengah tren kenaikan pengeluaran. Survei Snapcart menunjukkan 75% masyarakat memperkirakan pengeluaran mereka meningkat, terutama untuk makanan, pakaian, dan persiapan Lebaran.
BERITA TERKAIT
“Danamon hadir sebagai mitra finansial untuk mendukung berbagai kebutuhan nasabah, mulai dari momen berbuka puasa hingga perjalanan mudik, agar masyarakat dapat beribadah dengan lebih nyaman dan tenang,” ujar Ivan dalam keterangan tertulis, Rabu (11/3/2026).
Stimulus Sektor Riil dan Transportasi
Selain konsumsi pangan, sektor transportasi dan energi diprediksi menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Ramadan. Kementerian Perhubungan mencatat pada musim Lebaran sebelumnya, sebanyak 154,62 juta orang atau sekitar 54,9% dari total penduduk Indonesia melakukan perjalanan mudik.
Danamon merespons dinamika ini dengan memberikan stimulus berupa cashback pengisian BBM di SPBU bp hingga Rp80.000 per bulan dan proteksi perjalanan melalui Zurich Travel Insurance. Hal ini diharapkan mampu menjaga daya beli pemudik di tengah kenaikan biaya perjalanan.
Di sisi lain, perbankan juga mulai memperkuat penetrasi produk investasi dan valuta asing (valas) di sela momentum Ramadan. Danamon menawarkan fitur pembukaan rekening Danamon LEBIH PRO dan transaksi valas di aplikasi D-Bank PRO guna menangkap potensi pemanfaatan Tunjangan Hari Raya (THR) yang dialokasikan nasabah untuk tabungan jangka panjang.
Kunci Digitalisasi
Tren digitalisasi kian tak terbendung dengan 62% masyarakat Indonesia mengalokasikan anggaran buka puasa bersama di kisaran Rp1 juta hingga Rp3 juta. Danamon mengantisipasi ini dengan fitur Transfer Grup pada aplikasi D-Bank PRO untuk memudahkan pembagian biaya (split bill) antar nasabah.
Hingga akhir 2025, Danamon tercatat mengelola aset konsolidasian sebesar Rp275,7 triliun. Sebagai anggota grup keuangan global MUFG, Bank Danamon berupaya menyinergikan kekuatan layanan perbankan retailnya dengan entitas anak seperti Adira Finance dan mitra strategis lainnya untuk mengoptimalkan penyerapan likuiditas di pasar selama bulan suci.***
















