JAKARTA, Stabilitas– Resmi diluncurkan pada Minggu, 30 Juni 2019 oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno, LinkAja juga secara resmi mengumumkan jajaran top management LinkAja.
Selain Danu Wicaksana yang berperan sebagai Chief Excecutive Officer LinkAja, hadir beberapa nama lainnya yang berperan dalam mengembangkan LinkAja untuk menjadi teknologi finansial antara lain;Edward Kilian Suwignyo, Chief Marketing Officer (CMO) LinkAja, Arman Hazairin, Chief Technology Officer (CTO) LinkAja, serta Haryati Lawidjaja, Chief Operating Officer (COO) LinkAja.
“LinkAja merupakan salah satu sarana dari Kementerian BUMN untuk membantu pemerintah meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia. Sebagai teknologi finansial tentu saja kami harus memikirkan bagaimana LinkAja dapat mengakomodir segala kebutuhan esensial masyarakat di Indonesia. Oleh karena itu LinkAja hadir bukan untuk berkompetisi dengan produk pembayaran elektronik sejenis melainkan menawarkan sebuah terobosan yang berbeda kepada masyarakat. Kami melakukan digitalisasi beragam layanan seperti program digitalisasi SPBU bersama Pertamina, pengenalan pembayaran nirsentuh di jalan tol dengan Jasa Marga, dan pembayaran digital di berbagai moda transportasi publik seperti kereta api, bis, LRT, MRT, pesawat dll.,”ujar Edward Kilian.
Sementara itu,untuk perkembangannya kini Haryati menyampaikan, hingga saat ini mencatat total pengguna sebantak 23 juta akun serta mencetak transaksi cash-in sebanyak Rp600 miliar per bulannya.
“Sampai saat ini sudah ada 2,3 juta orang yang pakai cash in saldo senilai Rp600 miliar. Total ini belum termasuk transfer,”paparnya dalam temu media dan perkenalan jajaran manajemen di kantor LinkAja, Kamis (4/7/2019).
Haryati melanjutkan, hingga saat ini tercatat pengisian saldo paling banyak dilakukan melalui perbankan yakni sebanyak 80 persen pengguna.
Sementara itu Edward menambahka, saat ini LinkAja juga bekerja sama dengan 20 e-commerce termasuk Tokopedia, Bukalapak, dan Blanja.com untuk melayani para pengguna yang gemar berbelanja online.
“Dalam waktu dekat juga kami akan gandeng aplikasi payment lain untuk bekerja sama dan bersinergi demi membangun cashless society di Indonesia,”tutup Edward. (Is)

















