Stabilitas.id – Gerakan keberlanjutan kian menemukan momentumnya di ruang-ruang urban. Menyambut puncak gelaran Langkah Membumi Ecoground (LME) 2025, ekosistem Blibli Tiket kembali menghidupkan semangat kolektif untuk membangun gaya hidup ramah lingkungan melalui Langkah Membumi Goes to University. Program edukasi publik ini menjadi penegasan bahwa perubahan budaya hidup hijau kini bergerak dari kampus, dari para mahasiswa, dari generasi yang akan menentukan arah masa depan.
Kegiatan yang berlangsung di Universitas Multimedia Nusantara (28/10), President University (30/10), dan Universitas Indonesia (31/10) ini memperluas gaung keberlanjutan yang menjadi fokus ekosistem Blibli Tiket—yang menaungi Blibli, tiket.com, Ranch Market, dan Dekoruma. Melalui tema besar “CollaborAction for the Earth,” Blibli Tiket Action mengajak mahasiswa untuk tidak sekadar berdiskusi tentang isu lingkungan, tetapi ikut menggerakkan perubahan lewat aksi nyata.
Model pendekatan yang dibawa Blibli Tiket Action ini menunjukkan bahwa gerakan sustainability di kawasan urban bukan lagi agenda elitis dan jargon korporasi, melainkan pop movement yang memadukan edukasi, pengalaman, kolaborasi lintas sektor, dan pengalaman budaya.
BERITA TERKAIT
Edukasi yang Bertemu Aksi
Langkah Membumi Goes to University dirancang sebagai ruang dialog antara data, praktik, dan solusi. Mahasiswa diajak berinteraksi dalam talkshow, mengikuti aktivitas booth, dan mengenal lebih dalam isu lingkungan yang sering kali terasa abstrak—mulai dari pengelolaan sampah, udara bersih, hingga pola konsumsi berkelanjutan.
Lisa Widodo, COO dan Co-Founder Blibli, menegaskan bahwa kampus menjadi titik penting arah transformasi gaya hidup hijau. “Kami percaya generasi muda punya peran besar dalam membentuk masa depan yang lebih berkelanjutan. Melalui Langkah Membumi Ecoground, Blibli ingin menghadirkan ruang belajar sekaligus aksi nyata, agar gaya hidup ramah lingkungan bukan sekadar wacana, tapi menjadi kebiasaan sehari-hari,” ujar Lisa.
Pendekatan ini terasa relevan dengan tren urban green movement yang tengah berkembang di berbagai kota besar: gaya hidup yang lebih mindful terhadap lingkungan, berbasis pada data, serta memberi ruang partisipasi aktif bagi komunitas.
Selain Lisa, jajaran pembicara dari kalangan praktisi turut membahas isu keberlanjutan dari tiga perspektif berbeda: Data & Kesadaran: fakta dan tren sampah serta polusi udara di Indonesia. Praktik Korporasi: integrasi ESG di rantai operasional bisnis. Pengaruh Personal & Budaya: bagaimana perubahan kecil dapat menciptakan dampak kolektif.
Kehadiran Cinta Laura sebagai Changemaker Partner di tiga kampus memperkuat pendidikan publik yang dikemas dengan pendekatan pop culture: lebih mudah diterima, dekat dengan audiens muda, dan relevan dengan gaya hidup perkotaan hari ini.
Kampus sebagai Ekosistem Perubahan
Lewat aktivitas booth dan interaksi langsung, program ini membuka kesempatan untuk: belajar memilah sampah dengan tepat, berdiskusi mengenai praktik circular living, hingga menjajaki peluang karier internship bersama ekosistem Blibli Tiket di ranah keberlanjutan.
Program ini mengukuhkan bahwa persoalan lingkungan bukan lagi terbatas pada wilayah advokasi formal atau regulasi pemerintah. Mahasiswa kini menjadi pelaku budaya baru, membawa perspektif praktis dan imajinasi masa depan.
Gerakan ini juga memperlihatkan bahwa transisi gaya hidup hijau tidak hanya berbasis kesadaran, tetapi juga ekosistem kolaborasi yang konkret.
Sejak 16 Oktober 2025, masyarakat sudah dapat berpartisipasi di LME 2025 dengan kontribusi mulai Rp35.000. Setiap kontribusi setara dengan satu bibit mangrove, aktivitas sport & wellness, akses konser musik Sal Priadi & Adrian Khalif.
Integrasi olahraga, musik, edukasi, workshop, dan venue hijau menjadi bentuk paling jelas dari transformasi gaya hidup urban: sustainability bukan lagi tentang beban, melainkan pengalaman yang dibangun bersama komunitas.
LME 2025 akan berlangsung pada 8–9 November 2025 di Taman Kota Peruri, Jakarta, dan dimeriahkan oleh kegiatan Membumi Run—di mana setiap kilometer setara dengan satu bibit mangrove baru untuk bumi.
Kampanye ini sekaligus menunjukkan bagaimana isu lingkungan kini bergerak melalui partisipasi massa, budaya populer, wellness culture, hingga desain ruang publik. Gerakan hijau telah menjadi gaya hidup baru kota. ***





.jpg)










