• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Rabu, Mei 20, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home ESG

Festival Kota Hijau: Blibli Tiket Action Bangun Budaya Baru Menuju Ekosistem Berkelanjutan

oleh Sandy Romualdus
16 Oktober 2025 - 11:15
10
Dilihat
Festival Kota Hijau: Blibli Tiket Action Bangun Budaya Baru Menuju Ekosistem Berkelanjutan
0
Bagikan
10
Dilihat

Stabilitas.id – Di tengah kota yang berjalan cepat dan serba instan, gerakan hijau kerap dianggap sebagai wacana idealis yang hanya milik aktivis atau komunitas tertentu. Tapi Blibli Tiket Action menawarkan perspektif baru. Sejak tiga tahun lalu, gerakan mereka bernama Langkah Membumi telah menjelma menjadi sebuah ekosistem perayaan kota—sebuah panggung tempat sustainability, olahraga, ruang kreativitas, dan budaya urban membuka jalan ke masa depan yang lebih hijau.

Tahun ini, kembali mereka menggelar Langkah Membumi Ecoground 2025, sebuah festival keberlanjutan yang digarap bukan sebagai kampanye formal atau himbauan pemerintah, tetapi dilahirkan dari sesuatu yang jauh lebih relevan: pengalaman kolektif warga kota. Blibli Tiket Action sebagai payung program Environmental Social Governance (ESG) dari ekosistem Blibli, tiket.com, Ranch Market dan Dekoruma, tidak hanya hadir dengan tema besar “CollaborAction for the Earth”, tetapi juga menghadirkan desain festival yang mendorong satu gagasan besar: bahwa perubahan iklim tidak bisa dilakukan sendirian, tetapi harus bergerak sebagai budaya.

Dari Festival Menjadi Gerakan

BERITA TERKAIT

Perkuat Prinsip ESG, BNI (BBNI) Guyur Dana Konservasi Orangutan dan Badak Jawa

BRI (BBRI) Salurkan Kredit Berkelanjutan Rp815,4 Triliun hingga Kuartal I/2026

Dukung Indonesia Emas 2045, SCG Buka Beasiswa Sharing the Dream 2026

Sokong Industri Lokal, Belanja Suku Cadang SMGR Tembus Rp809 Miliar

Beberapa tahun terakhir, Langkah Membumi tumbuh seperti organisme urban: kecil, lalu menyebar persis seperti komunitas running yang berkembang dari satu lingkaran menjadi ribuan peserta. Dimulai dari Eco-Friendly Exhibition (2022) di ASHTA District 8, melebar menjadi Sustainability Festival di SCBD Park pada 2023, hingga mencapai tonggak besar pada 2024 di Senayan Park dengan 18.000 pengunjung dan 350 kolaborator. Itu bukan angka festival biasa. Ini menunjukkan gerakan hijau tidak lagi eksklusif, tapi menjadi bagian dari gaya hidup kota.

Tentu ada hal yang membuat festival ini berbeda dari kebanyakan festival hijau di kota besar: mereka menghitung dampak keberlanjutan secara komprehensif, mengacu pada standar ISO 14040/44. Selama dua hari penyelenggaraan pada 2024, tercatat 218,6 ton CO₂e emisi, 10,6 ton CO₂e berhasil dihindari, dan 993 kg sampah terkelola 100% secara bertanggung jawab. Dalam ekosistem urban yang sering dipenuhi jargon, data ini adalah bukti.

Namun tahun ini, semangat itu dibawa ke tahap baru. Festival yang akan digelar 8–9 November 2025 di Taman Kota Peruri, Jakarta, tidak hanya memindahkan ruang kota menjadi wadah kolaborasi, tapi juga menghubungkan sustainability dengan hal-hal yang sangat membumi dalam budaya perkotaan: olahraga, workshop praktis, wellness, dan ruang berinteraksi.

Sustainability Tidak Lagi Sebatas Ide

Blibli Tiket Action melihat bahwa gerakan menuju ekonomi hijau tidak cukup hanya disuarakan oleh aktivis atau pemerintah. Ia harus menjadi produk budaya. Lama sudah masyarakat perkotaan memahami konsep ramah lingkungan. Tapi hanya sedikit yang mampu melakukannya menjadi kebiasaan sehari-hari. Karena itulah Langkah Membumi Ecoground 2025 menawarkan bentuk partisipasi yang sangat konkret.

Lewat kolaborasi dengan Jejakin, setiap kilometer lari, setiap kontribusi peserta di zona acara, akan dikonversi menjadi satu pohon mangrove. Kota tidak lagi menjadi situs penghasil polusi tanpa kompensasi—setiap aksi kecil menghasilkan dampak ekologis yang dapat diukur. Bahkan partisipasi publik dimulai sejak pra-acara. Mulai 16 Oktober 2025, masyarakat sudah bisa membeli tiket kontribusi mulai Rp35 ribu untuk bibit mangrove melalui blib.li/langkahmembumi.

Gerakan ini memberi pesan sederhana: keberlanjutan tidak mesti dimulai dari hal besar. Perubahan yang kelihatan kecil—bersepeda, jogging, mengganti plastik sekali pakai, memilih produk ramah lingkungan—jika digerakkan kolektif dapat menjadi ekosistem.

Empat Zona, Empat Wajah Kota Baru

Festival ini sengaja dibangun dengan pengalaman multisensori. Di dalamnya tersedia empat zona besar yang merayakan keberlanjutan dalam bentuk yang sangat urban.

Zona Eco Motion menghadirkan olahraga sebagai gaya hidup ekologis. Di kota yang masyarakatnya semakin akrab dengan yoga, cycling, poundfit hingga gerakan mindful movement, Eco Motion menawarkan energi baru: olahraga bukan hanya aktivitas personal, tapi bentuk solidaritas ekologis.

Eco Market menjadi ruang pertemuan produk berkelanjutan dengan konsumen. Bukan sekadar bazar, melainkan tempat eksplorasi gaya hidup baru yang perlahan membentuk kultur konsumsi kota.

Sementara Eco Labs menghadirkan workshop praktis, diskusi, hingga interaksi dengan psikolog—menggambarkan bahwa keberlanjutan tidak hanya berbicara tentang lingkungan, tapi juga kesehatan mental dan gaya hidup seimbang.

Dan Eco Stage mempertemukan talkshow dan hiburan dengan gerakan kolektif. Ruang ini adalah panggung ide, tempat komunitas berbagi inspirasi dan visi.

Festival ini bukan sekadar event, ia adalah melting pot: ruang yang mempertemukan publik, keluarga, komunitas olahraga, mahasiswa, pekerja kota, hingga pelaku industri kreatif.

Kota Sebagai Ruang Gerakan Sosial Baru

Langkah Membumi tidak hanya tumbuh di ruang terbuka kota, tapi juga merambat ke ruang kampus. Lewat program Langkah Membumi Networking: Move for Good dan Langkah Membumi to University, festival ini menanamkan gagasan hijau ke ruang akademik dan generasi muda. Bersama Cinta Laura, gerakan ini meluncurkan talkshow edukatif tentang pentingnya sustainability, sekaligus menjaring green talents—generasi baru yang akan mengisi ruang profesi hijau masa depan.

Langkah ke kampus ini memiliki makna simbolik. Gerakan hijau tidak lagi hanya milik organisasi lingkungan, tetapi menjadi bagian dari pengalaman pendidikan dan profesi. Bahkan mahasiswa diberikan akses untuk terlibat langsung melalui kesempatan magang, relawan, hingga workshop interaktif.

Jika sustainability dahulu adalah wacana, hari ini ia telah menjadi standar. Kampus—sebagai inkubator ide—justru menjadi katalis bagi transformasi ini.

Kota tidak bisa berdiri sendiri tanpa alam. Itu sebabnya mangrove menjadi simbol penting Langkah Membumi tahun ini. Mangrove adalah metafora gerakan di kota: akar yang menjalar, merayap, saling menguatkan. Setiap kilometer lari peserta di Membumi Run, setiap kontribusi, setiap tiket, akan menjadi satu bibit baru yang ditanam untuk bumi.

Kota-kota besar dunia mulai mengembalikan relasinya pada alam. Dan Blibli Tiket Action mendorong hal itu melalui pendekatan yang tidak lagi didasarkan pada teori atau kampanye masif, melainkan aksi konkret.

Gerakan ini tidak sekadar ingin mengubah pola pikir. Mereka ingin menciptakan budaya, menciptakan ruang publik baru, membangun ekosistem.

Budaya Hijau Sebagai Trend Masa Depan

Jika dulu gaya hidup ramah lingkungan dianggap sesuatu yang mahal, hari ini kita melihat hal berbeda: sustainability telah menjadi kompas anak muda urban. Sport & wellness, green consumption, dan komunitas menjadi identitas baru kota.

Ruang publik hijau seperti Taman Kota Peruri bukan hanya tempat rekreasi. Ia menjadi venue masa depan, tempat festival bertumbuh bukan sekadar untuk hiburan, tapi untuk menginspirasi dan membangun solidaritas ekologis.

Inilah urban green movement: gerakan yang lahir dari kota, dirayakan oleh kota, dan tumbuh untuk masa depan kota. Gerakannya sederhana. Tapi dampaknya besar.

Seperti pesan Langkah Membumi sejak awal: Perubahan besar dapat lahir dari kebiasaan kecil yang dijalankan bersama secara konsisten.

Dan tahun ini, perjalanan itu berlanjut melalui Langkah Membumi Ecoground 2025—kali ini dengan wajah yang lebih interaktif, lebih aplikatif, lebih dekat dengan warga kota. Sebuah festival yang mempertemukan gagasan besar dengan kegiatan-kegiatan nyata, gerakan kecil dengan aksi kolektif, kota dengan masa depan yang hijau.

Gerakan ini tidak berhenti di panggung festival. Ia tumbuh menjadi kebiasaan. Ia menjadi budaya. ***

Tags: BlibliBlibli Tiket ActionCollaborAction for The EarthESGfestival lingkungangaya hidup berkelanjutangerakan hijaugreen lifestyleJejakinLangkah Membumi Ecoground 2025Mangrovesustainability festivalurban green movement
 
 
 
 
Sebelumnya

FLPP Tersalurkan 100%, BRI Perluas Akses Kredit Program Perumahan (KPP)

Selanjutnya

Lebih Manusiawi, Menkeu Dorong Luas Rumah Subsidi Vertikal Jadi 45 Meter Persegi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Restrukturisasi MRA Efektif, Waskita Karya (WSKT) Pangkas Utang Rp17 Triliun

Restrukturisasi MRA Efektif, Waskita Karya (WSKT) Pangkas Utang Rp17 Triliun

oleh Stella Gracia
18 Mei 2026 - 09:53

Stabilitas.id — Emiten kontraktor pelat merah, PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) membukukan kemajuan signifikan dalam program penyehatan keuangan perseroan. Melalui...

Perkuat Prinsip ESG, BNI (BBNI) Guyur Dana Konservasi Orangutan dan Badak Jawa

Perkuat Prinsip ESG, BNI (BBNI) Guyur Dana Konservasi Orangutan dan Badak Jawa

oleh Sandy Romualdus
16 Mei 2026 - 17:46

Stabilitas.id — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) mempertegas komitmennya dalam agenda pelestarian keanekaragaman hayati dan penguatan prinsip Environmental,...

Visi Nyiayu: Mengubah Wajah Industri Infrastruktur Menjadi Lebih Inklusif

Visi Nyiayu: Mengubah Wajah Industri Infrastruktur Menjadi Lebih Inklusif

oleh Sandy Romualdus
14 Mei 2026 - 09:05

Stabilitas.id - Di sebuah industri yang bising oleh deru mesin dan aroma beton, Nyiayu Chairunnikma mafhum betul bahwa profesionalisme saja...

Freeport Indonesia Setor Rp4,8 Triliun ke Pemda Papua, Total Kontribusi Negara Tembus Rp75 T

Freeport Indonesia Setor Rp4,8 Triliun ke Pemda Papua, Total Kontribusi Negara Tembus Rp75 T

oleh Stella Gracia
13 Mei 2026 - 09:13

Stabilitas.id – PT Freeport Indonesia (PTFI) resmi menyetorkan bagian keuntungan bersih tahun buku 2025 senilai Rp4,8 triliun kepada pemerintah pusat...

Pangkas Emisi 0,3 Juta Ton, PLN Sulap Kantor Jadi Produsen Energi Bersih

Pangkas Emisi 0,3 Juta Ton, PLN Sulap Kantor Jadi Produsen Energi Bersih

oleh Stella Gracia
13 Mei 2026 - 07:13

Stabilitas.id – PT PLN (Persero) resmi meluncurkan program Smart and Green Building sebagai bagian dari transformasi perusahaan menuju Energy Digital...

GCG Perbankan dalam Ancaman

Kredit BCA (BBCA) Tembus Rp994 Triliun per Maret 2026, Penyaluran EBT Melonjak 53,5%

oleh Stella Gracia
12 Mei 2026 - 14:33

Stabilitas.id – PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) membukukan kinerja positif pada kuartal I/2026 dengan penyaluran kredit yang mencapai Rp994...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Romy Wijayanto Resmi Terpilih Jadi Direktur Utama Bankaltimtara 2026-2030

    Romy Wijayanto Resmi Terpilih Jadi Direktur Utama Bankaltimtara 2026-2030

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPS Lippo Karawaci: Indra Yuwana Jabat Presiden Direktur, Bamsoet Masuk Jajaran Komisaris

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Manajemen Kinerja Kualitatif vs Kuantitatif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST Bank Jateng Angkat Bambang Widiyatmoko Jadi Dirut, Adnas Jabat Komut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasar Properti On The Track, Penjualan Rumah Second Jadi Penopang Utama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari AO Jadi Dirut, Kindaris Resmi Pimpin PNM Gantikan Arief Mulyadi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resmi Berlaku! PMK 23/2026: Aturan Baru Penagihan hingga Pelunasan Piutang Negara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Genjot Inklusi Keuangan Pelajar, Bank Jakarta Kelola Dana Simpanan Rp1,81 Triliun

Pasar Properti On The Track, Penjualan Rumah Second Jadi Penopang Utama

Bank Mandiri Kukuhkan Peran di Ekonomi Kerakyatan, Realisasi KUR Tembus Rp14,54 Triliun hingga April 2026

SBN Internasional Laris, ULN Pemerintah Kuartal I/2026 Tumbuh Melambat 3,8%

Kredit Mobil Listrik Melejit 70%, BI Siapkan Insentif GWM 1% untuk Bank Pelopor Hijau

Rasio Uang Palsu Turun Jadi 4 Lembar per Sejuta, BI Musnahkan 466.535 Lembar Rupiah Tiruan

Inflasi April Terkendali 2,42%, BI Beberkan Strategi 4K Lewat Peluncuran GPIPS 2026

Survei BI: Kenaikan Harga Bahan Baku Bakal Dongkrak Inflasi Ritel Per Juni 2026

Siasat Garap Financial Goals 2026 Lewat Diversifikasi Lintas Negara dan Mata Uang

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Lebih Manusiawi, Menkeu Dorong Luas Rumah Subsidi Vertikal Jadi 45 Meter Persegi

Lebih Manusiawi, Menkeu Dorong Luas Rumah Subsidi Vertikal Jadi 45 Meter Persegi

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance