Jakarta – Membaca dan menganalisa data dalam jumlah banyak dengan waktu yang terbatas telah menjadi salah satu kebutuhan hamper semua perusahaan dunia dewasa ini. Oleh karenanya SAS Bussines Analytic hadir lewat kerjasama dengan EMS Greenplum hadir dan membantu perusahaan dalam mengaktifkan bisnis dengan memanfaatkan volume data besar secara efektif. Melalui kerjasama ini, SAS Business Analytic akan membantu perusahaan membuat keputusan lebih cepat dan baik melalui peningkatan kemampuan analisa atas data yang jumlahnya besar dan terus bertambah.
Selama ini EMC Greenplum datawarehouse dan appliances telah membantu organisasi global untuk menyimpan, mengatur dan melindungi data mereka dengan cara yang responsif. Dengan demikian Bank, perusahaan asuransi dan pembiayaan dapat mengimplementasikan aktivitas marketing terbaik demi mengoptimalkan daftar target calon nasabah, cross-sell, loyalty dan risiko pembayaran.
Dalam industri apapun, sebagian besar organisasi memiliki jumlah data yang terus meningkat. Akan tetapi, untuk menganalisa data masif ini tidak hanya dapat menggunakan database tradisional yang sederhana. Apapun sistem atau alat yang saat ini dipergunakan organisasi, mereka tetap dapat memperoleh nilai analytics dari sistem tersebut melalui business analytics.
BERITA TERKAIT
Erwin Sukiato, Country Manager SAS Indonesia, Jumat (8/6) mengatakan, pihaknya sungguh menyadari jika telah banyak organisasi yang sadar akan adanya Big Data dan sedang mempersiapkan strategi untuk menganalisa data dan menemukan wawasan yang dapat membantu berkompetisi dengan berhasil. Lewat Business Analytics ini, Perusahaan dapat membuat keputusan yang lebih baik dan cepat tidak hanya yang berdasarkan apa yang telah terjadi melainkan apa yang akan terjadi.
Lebih lanjut Erwin menjelaskan bahwa perusahaan di Indonesia saat ini sedang dalam masa transisi menuju strategi bisnis dengan fokus pada pelanggan. Untuk menghasilkan transisi yang tepat, perusahaan memerlukan customer intelligence yang tepat dengan pendekatan holistik untuk menjawab tantangan kritis lintas marketing.
Untuk membantu mengatasi Big Data, SAS menawarkan solusi SAS Supply Chain Intelligence untuk memberikan manfaat penting bagi perusahaan dengan membantu mereka mengubah data menjadi informasi dan mengembangkan wawasan unik tentang pola permintaan barang, jaringan penyediaan barang, operasional dan persyaratan customer service.
SAS dapat melengkapi dan memanfaatkan investasi ERP yang telah dijalankan perusahaan dengan interface yang mendukung berbagai jenis sistem yang saat ini banyak dipergunakan. Dalam forecasting arah permintaan (demand-driven forecasting), organisasi dapat menganalisa dan mengkombinasikan berbagai model untuk menghasilkan forecast yang terbaik menggambarkan organisasi pada setiap tingkat perusahaan dan hierarki produk. Untuk optimisasi inventori, organisasi dapat mengoptimalkan stok pada tingkat keamanan tertentu, mengurangi stok yang berulang, meminimalkan order dan inventori, mencapai tingkat customer service yang ditargetkan dan meningkatkan cash flow karena memiliki produk yang tepat pada lokasi yang tepat. (Egen)






.jpg)










