• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Senin, Oktober 19, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Market

Akhir Tahun, Target P/E Rasio Saham Trisula di Kisaran 8-10 Kali

by Sandy Romualdus
8 Juni 2012 - 00:00
7
VIEWS
Trisula Akan Tambah Dua Brand Internasional
0
SHARES
7
VIEWS

 

Jakarta – PT Trisula Internasional melepas saham perdananya di kisaran harga Rp 250 – Rp 300 per lembar saham. Dengan pertumbuhan kinerja perusahaan yang relatif stabil, perseroan meyakini hingga akhir tahun ini price to earning ratio (P/E) atau rasio harga saham terhadap laba bersih per lembar saham di kisaran 8-10 kali.

  • Baca juga: Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

 “Bagi kami target P/E rasio ini kendati murah tetapi sangat menarik. Kami percaya dengan proyeksi pertumbuhan jangka panjang yang terus membaik, investor akan menikmati hasil yang menarik dengan prediksi valuasi saham yang naik terus,” ungkap Direktur Utama PT Trisula International, Lisa Tjahjadi dalam Public Expose Penawaran Umum Perdana Saham Perseroan di Jakarta, Selasa (5/6/2012).

BERITA TERKAIT

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Dalam penawaran perdana saham tersebut, investor juga berpeluang mendapatkan waran yang diterbitkan hingga 75 juta lembar saham, yang ditawarankan dengan kisaran harga yang sama dengan saham IPO. “Untuk pembelian 4 saham akan mendapatkan 1 waran,” kata Lisa.

Direktur Utama Sinar Mas Sekuritas, Kokoaryadi Chandra menambahkan, Perseroan memang tidak mematok level P/E ratio yang tinggi di awal penjualan saham perdana. Apalagi dengan kapitalisasi pasar pasca IPO sebesar Rp 300 miliar, Trisula Internasional masuk dalam kategori emiten small and medium corporation.

 “Namun kita mengetahui bahwa Perseroan mempunyai kinerja yang baik, dan ke depan mempunyai prospek yang bagus. Apalagi dengan beberapa merk terkenal seperti Jobb dan Jack Nicklaus yang dijual Perseroan, pasti akan memberikan nilai lebih bagi investor,” katanya di kesempatan yang sama.

  • Baca juga: Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Bahkan, sebagai penjamin emisi, pihaknya pun sudah memperhitungkan kondisi pasar yang ada dalam menggelar IPO tersebut, antara lain ancaman dari masalah regional, Eropa, recovery Amerika, dan slowdown-nya ekonomi China. “Itu kita jadikan peluang, dan kesempatan kita untuk menarik perhatian investor. Kendati P/E rasio murah, tetapi perusahaan ini punya prospektus yang bagus, sehingga kami yakin dapat menarik perhatian investor,” jelas Kokoaryadi.

Untuk diketahui, penjualan bersih perseroan dalam tiga tahun terakhir terus meningkat. Jika 2009 Trisula mencatat sebesar Rp 178 miliar, di akhir 2010 dan 2011 mengalami peningkatan masing-masing mejadi Rp 231 miliar dan Rp 288 miliar. Artinya laba perseroan mengalami peningkatan hingga 60%. “Tahun depan kita targetkan laba Rp 41 miliar, dan pendapatan sebear Rp 660 miliar,” kata Lisa lebih lanjut.

Lisa menegaskan, target pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan aksi perseroan yang telah menuntaskan akuisisi hingga 50% satu perusahaan baru, yakni PT Trisco Tailored Apparel Manufacturing (TSC). Sehingga dalam enam bulan beroperasi di tahun ini, TSC diharapkan mendukung performance perseroan di 2013. “Kontribusi revenue TSC sekitar 30%. Industri ritel kita sendiri kontribusinya 25%,” ungkap Lisa.

Adapun untuk akusisi tersebut, menurut Lisa, perseroan mengeluarkan biaya hingga Rp 28 miliar. “Sumber dananya sekitar 35% dari hasil IPO” kata Lisa. Sementara sisanya akan dialoaksikan untuk membiayai ekspansi bisnis perseroan. “Ekpansi untuk bangun gerai dan toko baru,” imbuhnya.

Adapun tahun ini, lanjut Lisa, perseroan berencana membuka 20-30 gerai baru. Akhir 2011 lalu perseroan telah hadir di 165 lokasi di seluruh Indonesia. Dan dalam 5 tahun diharapkan perseroan telah hadir di 350 lokasi. “Sehingga 2016 nanti penjualan kita bisa capai Rp 1 triliun,” harap Lisa.

  • Baca juga: Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Menurut Lisa, tahun ini perseroan mengalokasakan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 20 miliar yang akan digunakan untuk ekspansi gerai dan toko. Dia mengaku untuk membangun satu buah toko membutuhkan biaya yang lebih besar dibanding pembangunan gerai. “Investasi toko bisa mencapai Rp 1 miliar, sementara untuk bangun gerai itu hanya membutuhkan Rp 50 juta hingga Rp 75 juta,” katanya.

Dia menambahkan, untuk melengkapi koleksi merk yang dijual Perseroan, saat ini pihaknya tengah melakukan pembicaraan dengan dua merk lagi untuk menjadi partner bisnis. “Diperkirakan 2013 kita tambah 2 merk lagi, kalau tidak ada halangan,” tukas Lisa seraya menambahkan bahwa saat ini market share perseoan sebesar 10% secara nasional.

 
 
 
 
 
Previous Post

SAS Jalin Mitra Dengan EMC Greenplum

Next Post

Atlas Tawarkan Kupon Obligasi Mulai 8,25% – 10,75%

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 19:53

Hans Kwee menilai bursa RI mustahil turun kelas ke Standalone Market di tengah pendapatan emiten kuartal II/2026 yang tumbuh 13,31...

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 19:45

OJK menjatuhkan denda rekor total Rp2,1 triliun kepada DSSA, BREN, dan CUAN atas pelanggaran manipulasi pasar dan penjatahan semu penawaran...

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 11:34

MSCI mengusulkan penurunan status bursa saham Indonesia langsung ke Standalone Market akibat isu transparansi free float dan dugaan transaksi terkoordinasi....

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 10:33

Rupiah terperosok ke level Rp18.000 per dolar AS bersamaan dengan trading halt IHSG, Bank Indonesia gelar intervensi terpadu di pasar...

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 09:19

IHSG dibuka anjlok 8,01 persen ke level 5.393,92 pada Jumat (16/10/2026), memicu penghentian sementara perdagangan BEI akibat sentimen usulan MSCI...

Ancam Arus Modal Ratusan Triliun Rupiah: MSCI Konsultasikan Status Bursa Efek Indonesia

Ancam Arus Modal Ratusan Triliun Rupiah: MSCI Konsultasikan Status Bursa Efek Indonesia

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 08:12

MSCI membuka konsultasi usulan penurunan status pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market yang diputuskan Juni 2027. Stabilitas.id...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Bank Mandiri Kembali Gelar CFO Forum

Bank Mandiri Kembali Gelar CFO Forum

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance