PT Permodalan Nasional Madani (PNM) berkontribusi menekan angka pengangguran lulusan SMA/SMK dengan menyerap lebih dari 70 ribu tenaga kerja, yang mayoritas didominasi perempuan.
Stabilitas.id – Tingginya angka pengangguran terbuka di kalangan lulusan sekolah menengah masih menjadi tantangan struktural yang krusial bagi sektor ketenagakerjaan di Indonesia. Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), kelompok lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) tercatat masih mendominasi porsi pengangguran terbuka jika dibandingkan dengan jenjang pendidikan lainnya.
Menyiasati kendala tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) hadir membawa solusi taktis. Tidak sekadar berfokus pada penyaluran pembiayaan kapital bagi pengusaha ultra mikro, PNM juga aktif membuka lapangan kerja formal bagi generasi muda di berbagai daerah melalui perluasan jangkauan layanan serta pendampingan nasabah.
Peran strategis yang dijalankan oleh PNM ini bertumbuh selaras dengan komitmen Pemerintah melalui Danantara dalam memperkokoh sektor UMKM sebagai pilar utama penggerak ekonomi nasional.
BERITA TERKAIT
Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menegaskan bahwa penguatan pada sektor penopang arus bawah ini akan menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang luas. Dampak positif tersebut mencakup akselerasi pertumbuhan ekonomi, perluasan kesempatan kerja, hingga peningkatan daya saing nasional di kancah global.
Di samping mengejar target bisnis, Dony juga mengingatkan pentingnya menjaga hak-hak dasar para pekerja di tengah bergulirnya arus transformasi dan konsolidasi korporasi pelat merah.
“Transformasi BUMN harus tetap mengedepankan perlindungan pegawai dan hubungan industrial yang sehat,” ujar Dony Oskaria dalam pernyataanya, dikutip Selasa (7/72026).
Sebagai bagian dari ekosistem Danantara, PNM membuktikan bahwa ekspansi pembiayaan berbanding lurus dengan penciptaan lapangan kerja baru. Lonjakan jumlah nasabah di lapangan otomatis memicu peningkatan kebutuhan tenaga pendamping terdidik, yang kemudian diisi oleh puluhan ribu lulusan SMA/SMK sederajat dari keluarga prasejahtera.
Berikut adalah profil data penyerapan tenaga kerja formal yang berhasil dibukukan oleh PNM saat ini:
| Indikator Ketenagakerjaan PNM | Realisasi Penyerapan Lapangan Kerja | Porsi dan Peran Strategis di Lapangan |
| Total Serapan Tenaga Kerja |
Lebih dari 70.000 orang |
Tersebar di seluruh wilayah operasional Indonesia. |
| Representasi Perempuan |
Sekitar 88 persen dari total karyawan |
Menjadi motor penggerak pendampingan komunitas prasejahtera. |
| Lulusan SMA/SMK Sederajat |
Lebih dari 43.000 orang |
Berperan sebagai ujung tombak account officer PNM Mekaar. |
Selain mendapatkan kepastian pekerjaan formal, para pekerja muda ini juga diberikan akses luas untuk meningkatkan kompetensi teknis, membangun penjenjangan karier yang jelas, hingga fasilitas melanjutkan pendidikan tinggi lewat program beasiswa internal perusahaan.
Direktur Utama PNM, Kindaris, menguraikan bahwa penciptaan lapangan kerja baru sudah inheren dan tidak dapat dipisahkan dari peta jalan misi pemberdayaan korporasi. Sejak resmi berafiliasi di bawah payung Danantara, kontribusi inklusi sosial ini terus diperketat guna membuka ruang berkembang yang setara bagi generasi muda.
“Ketika usaha ultra mikro berkembang, kebutuhan tenaga kerja ikut meningkat. Peluang tersebut banyak diisi oleh lulusan SMA dari keluarga prasejahtera yang sebelumnya memiliki akses kerja yang terbatas. Karena itu, pemberdayaan yang PNM lakukan tidak hanya melahirkan pengusaha yang lebih mandiri, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan kesejahteraan di tingkat komunitas,” pungkas Kindaris. ***

















