• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Sabtu, Oktober 17, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Finance

Solusi buat Si Kecil dan Bank

by Sandy Romualdus
16 November 2011 - 00:00
23
VIEWS
Solusi buat Si Kecil dan Bank
0
SHARES
23
VIEWS

Perbankan dinilai bisa mendongkrak penyaluran kredit UMKM dengan menggunakan strategi financial supply chain. Meski demikian strategi ini bukan tanpa risiko. Untuk itu bank disarankan mengincar industri yang siklusnya cepat dan mempunyai komunitas jelas.

Oleh : Lila Intana

  • Baca juga: BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

 

BERITA TERKAIT

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Peribahasa yang satu itu jelas mewakili efisiensi dan juga efektivitas, dua kata yang amat penting dalam dunia ekonomi, termasuk perbankan. Oleh karena itu, para pelaku perbankan tidak pernah berhenti mengembangkan cara untuk menerbitkan layanan yang bisa meraup pendapatan besar sekaligus menekan biaya operasional.

Selama ini, suku bunga kredit yang diberikan bank kepada kalangan pebisnis kecil dan mikro memang relatif lebih tinggi. Hal itu diakibatkan oleh tingginya biaya bank dalam menyalurkan pinjaman ke usaha tersebut ditambah dengan relatif kecilnya dana yang diberikan. Tak aneh kalau bank kemudian membebankan semua itu kepada nasabah lewat suku bunga yang tinggi.

Akan tetapi bank kini memiliki layanan yang bisa menekan biaya penyaluran kredit sekaligus memperbesar dana pinjaman ke usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Salah satu strategi penyaluran kredit yang sedang dijalankan bank adalah financial supply chain.

Dengan strategi itu, bank, melalui sebuah kesepakatan bisa membiayai mitra-mitra dari nasabah yang menjadi debitornya tidak hanya terkait penyaluran dana tapi juga pembayaran. Bahkan langkah itu juga bisa menyediakan layanan dan solusi keuangan yang lengkap kepada nasabah-nasabah, dari hulu ke hilir dan sesuai kebutuhan mereka.

Singkat kata, sekali ‘pukul’, dengan financial supply chain, bank bisa menggaet beberapa nasabah sekaligus. Alhasil, suku bunga yang ditawarkan bisa lebih kompetitif dibanding jika bank harus mencari nasabah satu demi satu.

Salah satu bank yang terang-terangan mengadopsi strategi itu adalah Bank Internasional Indonesia (BII). Malahan, bank yang sahamnya dikuasai investor asal Malaysia ini menargetkan sepanjang tahun ini akan menggandeng 120 pemilik perusahaan yang memiliki rantai pasokan lumayan besar.

BII tampaknya tidak akan menemui kesulitan yang berarti dalam mencapai target tersebut. Pasalnya sampai akhir semester satu saja sudah ada 89 prinsipal yang berhasil digaet, meningkat dari akhir tahun lalu yang baru mencapai 70 prinsipal. Mereka antara lain Martha Tilaar, Nestle, Astra Graphia, Acer, Asus, dan Circle K.

Prinsipal-prinsipal tersebut memiliki mitra usaha yang memasok kebutuhan-kebutuhan bisnis mereka yang kebanyakan adalah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Dengan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan tersebut, otomatis BII bisa menyalurkan kredit kepada mitra mereka sekaligus mendongkrak pembiayaan segmen usaha kecil dan menengah.

Bahkan Direktur UKM & Komersial Jenny Wiriyanto mengaku pertumbuhan pembiayaan sektor itu hingga semester pertama telah melampaui target. “Pertumbuhan segmen ini pada Juni melebihi target yang telah dianggarkan,” kata dia.

BII menargetkan kredit UKM dan komersial dapat tumbuh 20 persen menjadi Rp 22,8 triliun di akhir tahun 2011. Akhir tahun lalu, angka kredit komersial dan UKM tercatat Rp 18,9 triliun. Hingga Maret kredit segmen tersebut sudah mencapai Rp20 triliun.”Hingga Maret memang lambat. Tetapi sesudah itu pertumbuhan industri cepat. Mereka membutuhkan investasi, jadi kredit juga ikut tumbuh,” tutur Jenny. Kebutuhan investasi itu mendorong kredit untuk UKM dan komersial BII menjadi Rp22 triliun.

Imbasnya juga terasa pada kinerja kredit BII secara keseluruhan. Sepanjang enam bulan pertama tahun ini total kredit BII tumbuh sebesar 26 persen dari Rp47,3 triliun pada semester pertama 2010 menjadi Rp59,5 triliun. Yang membanggakan adalah kontribusi kredit UKM dan komersial mencapai 36 persen, hanya kalah dari kredit konsumer sebesar 38 persen.

Pencapaian itu tak membuat BII berpuas diri. Pada Agustus lalu, BII menerima pinjaman dana sebesar Rp400 miliar dari Citibank yang rencananya akan digunakan untuk menambah daya bank tersebut dalam mengucurkan kredit sektor UKM.

  • Baca juga: Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Selain BII, Citibank juga tak mau ketinggalan menggunakan layanan financial supply chain yang juga disebut jaringan rantai pasokan ini. Bank asal negeri Paman Sam ini bahkan menargetkan pertumbuhan kredit mikro tahun ini naik 60 persen dibandingkan tahun lalu dengan diterapkannya strategi pembiayaan tersebut.

PENOPANG PERTUMBUHAN

Siasat layanan yang mengincar rantai pasokan dari sebuah perusahaan itu tak pelak menjadi terobosan pintar dari perbankan di tengah masih banyaknya pelaku industri UKM yang kesulitan mengakses kredit bank.

Djoko Retnadi, ekonom Indonesia Economic Intelligence, mengakui bahwa perbankan memang tengah menggenjot pembiayaan dengan skema financial supply chain “Supply chain terbukti mampu meningkatkan pendanaan dan menjadi penopang pertumbuhan kredit UMKM. Makin banyak bank yang menggunakannya,” ujar Djoko.

Sebelumnya bank kerapkali menawarkan kredit multiguna sebagai salah satu bentuk kredit UMKM dengan suku bunga yang lebih tinggi dibanding segmen kredit lainnya. Namun dengan layanan pembiayaan rantai pasokan ini bank bisa memberikan kredit kepada UMKM dengan skema yang memang ditujukan untuk mereka.

Lagipula, financial supply chain dinilai menyediakan solusi keuangan end-to-end yang lengkap ke nasabah untuk serangkaian bisnis, dari hulu ke hilir dan sesuai perkembangan kebutuhan nasabah. “Untuk supply chain, bank mengincar industri yang siklusnya cepat dan mempunyai komunitas, seperti makanan, atau kecantikan,” tambah Djoko.

Dalam kerjasamanya, bank wajib membina dan mengembangkan usaha kecil dan menengah juga mikro sebagai mitra usaha untuk jangka panjang. “Supply chain pada dasarnya merupakan jaringan yang secara bersama-sama bekerja untuk menciptakan dan mengantarkan suatu produk ke tangan pemakai akhir. Persahabatan, kesetiaan, dan rasa saling percaya antara pengusaha dan bank sangatlah penting,” jelas dia.

Djoko memprediksi potensi segmen kredit UMKM ke depan akan terus berkembang karena saat ini baru 30 persen pengusaha yang tergolong mikro kecil dan menengah yang menerima pembiayaan perbankan.

Meski demikian, beberapa hal yang patut mendapatkan perhatian serius dari bank sebelum menjalankan atau memberikan fasilitas tersebut.“Yang harus diperhatikan adalah kondisi kerja, promosi usaha baru, akses informasi, akses pembiayaan, akses pasar, peningkatan kualitas produk dan SDM, ketersediaan layanan pengembangan usaha, pengembangan kluster, jaringan bisnis, dan kompetisi.”

Selain itu sektor UMKM juga dituntut untuk sanggup melakukan restrukturisasi dan reorganisasi dengan tujuan untuk memenuhi permintaan konsumen yang makin spesifik, berubah dengan cepat, produk berkualitas tinggi, dan harga yang murah.

Bank Indonesia dalam siaran persnya mengatakan bahwa industri perbankan mematok penyaluran kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebesar Rp 106,6 triliun tahun ini. Hingga semester pertama 2011, industri perbankan nasional telah menyalurkan kredit UMKM hingga Rp 42,3 triliun.

Bank-bank milik negara yang dimotori oleh BRI tercatat sebagai kelompok bank yang paling banyak menyalurkan kredit UMKM sebesar Rp 29,3 triliun disusul bank swasta nasional Rp 11,9 triliun, Bank campuran Rp 266,7 miliar, dan Bank Asing sebesar Rp 448,1 miliar.

BRI memang masih mendominasi pangsa pasar untuk kredit UMKM dibandingkan dengan bank-bank lain. BRI mencatatkan kenaikan kredit sektor mikro dan kecil pada di kisaran 40 persen. Kenaikan yang cukup signifikan disebabkan karena perseroan memilki jaringan yang sangat kuat untuk sektor mikro, melalui kemitraan dengan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan produk kredit KUPEDES yang dikembangkan BRI untuk meningkatkan usaha kecil.

  • Baca juga: Bicara di Forum IMF-World Bank: Wadirut Bank BSN Dorong Integrasi Pasar Syariah ASEAN

Namun dengan strategi pembiayaan rantai pasokan, bank lain berpeluang melejitkan kredit UMKM-nya sehingga dominasi BRI bisa sedikit berkurang. SP

 

 
 
 
 
 
Previous Post

Meratakan Jalan Penurunan Bunga

Next Post

Agar Kilau Emas Tak Membutakan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 21:02

BNI menyabet peringkat keempat Top 10 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026 berkat penguatan kanal digital wondr...

Porsi Kredit Produktif Tembus 62 Persen: Bank BPD Bali Salurkan Pembiayaan UMKM Rp14,15 Triliun

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

by Sandy Romualdus
16 Oktober 2026 - 20:36

Bank BPD Bali meraup laba Rp1 triliun dan menyalurkan kredit UMKM Rp14,43 triliun per kuartal III/2026 dengan NPL Gross terjaga...

Bicara di Forum IMF-World Bank: Wadirut Bank BSN Dorong Integrasi Pasar Syariah ASEAN

Bicara di Forum IMF-World Bank: Wadirut Bank BSN Dorong Integrasi Pasar Syariah ASEAN

by Sandy Romualdus
15 Oktober 2026 - 15:56

Wadirut Bank BSN Arga M. Nugraha menyerukan integrasi pasar keuangan syariah ASEAN guna melayani 250 juta umat Muslim di forum...

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Lebih dari Sekadar Modal, KUR BRI Dorong Toko Grosir Fitriani Ciptakan Lapangan Kerja di Pesawaran

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 11:48

Berkat pembiayaan KUR BRI, Fitriani berhasil kembangkan kios kecil di Pesawaran jadi toko grosir sembako dan buka lapangan kerja warga...

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 09:49

Shifa Celluler di Binjai Utara jadi ujung tombak inklusi dan literasi keuangan BRI, layani 4.500 transaksi bulanan serta dampingi nasabah...

Porsi Kredit Produktif Tembus 62 Persen: Bank BPD Bali Salurkan Pembiayaan UMKM Rp14,15 Triliun

Apresiasi Layanan Pensiun Prima: Dirut Bank BPD Bali Nyoman Sudharma Tegaskan Komitmen Sinergi Digital

by Sandy Romualdus
14 Oktober 2026 - 20:31

Bank BPD Bali meraih predikat Terbaik II Mitra Kerja Pembayaran Pensiun dari PT Taspen dan Ditjen Perbendaharaan atas layanan prima...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Perbankan Syariah Indonesia Bakal Merajai Dunia

Perbankan Syariah Indonesia Bakal Merajai Dunia

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance