Klik tombol berikut ini untuk memesan edisi digital Majalah Stabilitas

Stabilitas Edisi 223 : The Conductor

23
Dilihat
0
Bagikan
23
Dilihat

Pembaca yang budiman,

Perubahan di era digital bukan lagi sesuatu yang hanya kita tunggu lalu meresponsnya kemudian. Dalam era ini kita harus ikut serta memberikan pengaruh kemana ia akan menuju. Dalam koridor itu, bank sentral, yang pada era sebelumnya hanya menunggu perubahan dari praktik bisnis, mulai  bertindak lebih aktif.

Kemunculan dan perkembangan ekonomi digital memang kerap kali mengubah aturan main. Fintech, big tech, hingga startup berbasis data kini bergerak lebih cepat daripada regulasi. Hal inilah yang memaksai wasit industri keuangan harus bisa menavigasi perubahan.

BERITA TERKAIT

Bank Indonesia sejatinya sudah mulai menyesuaikan diri terhadap perkembangan teknologi digital yang menyapu hampir seluruh bagian di sektor keuangan. Dengan peran yang masih tersisa di industri keuangan yaitu sebagai otoritas sistem pembayaran, BI meluncuran Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia.

BSPI 2025: Fokus pada navigasi industri sistem pembayaran di era ekonomi dan keuangan digital untuk menciptakan sistem yang berdaya tahan.BSPI 2030: Fokus pada akselerasi ekonomi digital nasional secara konsolidatif untuk mendukung generasi mendatang.

Kini pada tahun 2026, BI melanjutkan inisiasinya untuk menggerakkan ekonomi digital dengan meluncurkan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI). Melalui program ini, BI mulai mengambil posisi sebagai dirigen—mengorkestrasi arah inovasi, bukan sekadar mengawasi.

Nah, Majalah Stabilitas akan membahas isu tersebut dalam laporan utamanya kali ini. Pada tulisan awal akan dibahas mengenai latar belakang digulirkannya program PIDI oleh Bank Indonesia. Setelah dinilai sukses meluncurkan dan mengelola serta menyebarluaskan system pembayaran digital (QRIS), BI seakan ingin terus mengimbangi pergerakan dan perkembangan yang makin cepat di system keuangan Indonesia.

Di tengah percepatan itu, Bank Indonesia mengambil langkah yang tidak biasa bagi sebuah bank sentral: meluncurkan Pusat Inovasi Digital. Banyak yang menilai bahwa langkah ini bukan sekadar fasilitas baru. Tapi sinyal bahwa peran regulator tengah bergeser—dari penjaga stabilitas menjadi pengarah ekosistem.

Dalam bagian berikutnya akan disajikan focus tulisan pada program PIDI yang bertujuan untuk mencetak Generasi Emas Digital lewat program DIGDAYA dan Hackathon 2026 yang akan ribuan talenta digital nasional. Juga akan dibahas bagaimana PIDI menjadi wadah aktualisasi bagi generasi muda untuk menjawab kebutuhan industri digital yang kompleks.

Pada bagian berikutnya akan dibahas sinergi regulator dalam mengarahkan Inovasi. Ulasan akan berkisar kolaborasi strategis antara Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan dalam memastikan inovasi keuangan tetap memiliki tata kelola yang baik dan manajemen risiko yang kuat.

Selanjutnya akan dikupas mengenai strategi PIDI dalam kaitaanya dengan program Payment ID. Pembahasan akan difokuskan pada bagaimana PID diselaraskan dengan inisiatif BI lainnya seperti Payment ID, pada bagian ini akan membahas bagaimana PIDI akan mendukung ekosistem transaksi yang lebih transparan dan aman dari kejahatan digital seperti judi online.

Selain sajian kami pada rubrik laporan utama, kami juga tetap akan memberikan sajian-sajian lain dalam rubrik tetap yang akan membahas perkembangan yang ada di industry keuangan, bisnis, dan ekonomi. Tentu kami akan membahasnya dalam konteks manajemen risiko, kepatuhan dan tata kelola.

Selamat membaca!

Majalah Stabilitas-LPPI #223 versi digital dapat diakses melalui tautan berikut:
https://online.flipbuilder.com/Majalah_Stabilitas/owjg/

Klik tombol berikut ini untuk memesan edisi digital Majalah Stabilitas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

TERPOPULER

Terbaru

STABILITAS CHANNEL

TWITTER STABILITAS

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.