• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Jumat, Oktober 9, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

Standard Chartered Perkirakan Ekonomi Indonesia Tetap Stabil di 2020

by Stella Gracia
15 Januari 2020 - 12:00
7
VIEWS
Standard Chartered Perkirakan Ekonomi Indonesia Tetap Stabil di 2020
0
SHARES
7
VIEWS

JAKARTA, Stabilitas– Standard Chartered Bank hari ini meluncurkan laporan Global Focus – Economic Outlook 2020 dalam acara tahunan Global Research Briefing & Investor Forum (GRB), yang dihadiri sekitar 200 pemangku kepentingan Bank, termasuk pemerintah, lembaga keuangan internasional dan nasional, serta para pelaku bisnis bertempat di Hotel Mulia, Jakarta.

David Mann, Global Chief Economist, Standard Chartered, Eric Robersten, Global Head of FX, Rates & Credit Research, Standard Chartered, serta Aldian Taloputra, Senior Economist, Standard Chartered Bank Indonesia, memberikan paparan mengenai proyeksi ekonomi global dan Indonesia di 2020. GRB juga menghadirkan diskusi panel dengan para pembicara yang meliputi analis politik, lembaga pemeringkat dan juga lembaga pembiayaan infrasruktur untuk memberikan pandangan pasar yang lebih mendalam.

  • Baca juga: Defisit APBN Tembus Rp319 Triliun per September 2026, Menkeu Pastikan Postur Fiskal Tetap Kredibel

Para ekonom Standard Chartered melihat bahwa 2020 akan menjadi tahun ketika ekonomi global tumbuh secara terkendali dan stabil.

BERITA TERKAIT

Bukan Cuma Urusan Tim IT: Praktisi Teknologi BNI dan CIMB Niaga Ungkap Kunci Sukses Adopsi AI

Defisit APBN Tembus Rp319 Triliun per September 2026, Menkeu Pastikan Postur Fiskal Tetap Kredibel

Bank Raya Tunjuk Direktur Bisnis Baru di Tengah Pertumbuhan Kredit Digital 22 Persen

Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen: Pemerintah Butuh Investasi Rp2.258 Triliun pada 2027

“Kami memperkirakan ekonomi global tumbuh 3,3 persen, sedikit lebih tinggi dari perkiraan 3,1 persen kami untuk 2019. Tiongkok kemungkinan akan stabil pada tingkat minimum yang diperlukan untuk menggandakan PDB pada tahun 2020 dibandingkan 2010 (sesuai target resmi), sebelum melemah lebih lanjut pada tahun 2021. Kami memprediksi ekonomi AS melambat lebih lanjut menjadi 1,8 persen pada tahun 2020 dan pertumbuhan kawasan Euro tetap lemah,” jelas David Mann.

Dalam laporan Global Focus – Economic Outlook 2020, dijelaskan bahwa siklus positif untuk pertumbuhan global harus melawan tiga hambatan struktural jangka panjang: utang, demografi dan deglobalisasi. Beban utang adalah masalah di beberapa negara besar.

Peningkatan pesat dalam pinjaman pada tahun-tahun sebelumnya membantu Tiongkok mengatasi krisis keuangan global dan krisis utang Eropa. Tetapi utang yang dihasilkan akan menjadi hambatan bagi pertumbuhan di tahun-tahun mendatang. Tidak hanya utang, banyak negara di dunia akan mengalami tantangan pertumbuhan akibat populasi yang menua, di antaranya Jepang, Italia, Jerman, Thailand, RRT, Hongkong, Taiwan, Korea Selatan dan Singapura. Sentimen anti-globalisasi dan proteksionisme juga menjadi salah satu hambatan struktural yang signifikan.

  • Baca juga: Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen: Pemerintah Butuh Investasi Rp2.258 Triliun pada 2027

Selain ketegangan perdagangan AS-Cina yang telah menjadi salah satu catatan utama pemerintahan Trump, AS juga telah bergeser ke arah sikap yang lebih proteksionis sejak 2008. Negara-negara berkembang merupakan yang paling berisiko dari deglobalisasi lebih lanjut, setelah sebelumnya menerima manfaat terbesar dari pertumbuhan yang didorong oleh ekspor dalam dua dekade sebelumnya.

Untuk Indonesia sendiri, Standard Chartered memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,1 persen di 2020, sedikit lebih tinggi dari 5,0 persen di 2019. Rupiah juga diprediksi menguat dari Rp13.900 di akhir 2019 menjadi Rp13.800 di akhir 2020.

“2020 merupakan tahun stabilisasi bagi Indonesia. Kami memperkirakan pertumbuhan akan meningkat di paruh kedua 2020 seiring momentum peningkatan investasi, dan juga konsumsi rumah tangga yang pulih dari penyesuaian harga (diharapkan terjadi di H1-2020) dan menghilangnya efek basis tinggi dari Pemilu tahun lalu. Kami memproyeksikan pertumbuhan yang stabil dalam konsumsi rumah tangga dengan pasar tenaga kerja yang sehat dan meningkatnya belanja sosial pemerintah untuk meredam dampak kenaikan harga barang yang diatur pemerintah,” ujar Aldian Taloputra.

Andrew Chia, Chief Executive Officer, Standard Chartered Bank Indonesia mengatakan, Standard Chartered optimis akan pertumbuhan Indonesia yang stabil di 2020.

“Di 2019, kami melihat fundamental Indonesia tetap sehat di tengah turbulensi ekonomi global. Ketahanan ekonomi Indonesia di 2019 membawa optimisme positif memasuki 2020, namun demikian kami juga tetap awas mengingat guncangan ekonomi global dapat tetap berpengaruh ke Indonesia,”bebernya.

  • Baca juga: Dari Helai Benang ke Pasar Global, BI Menganyam Asa Baru Ekonomi Flobamorata

Andrew menambahkan, sebagai bank tertua di Indonesia dengan pengalaman lebih dari 156 tahun, pihaknya bangga dapat dilibatkan oleh Pemerintah untuk mendukung agenda ekonomi dan pembangunan nasional.

“Sebagai bagian dari komitmen Standard Chartered untuk Indonesia, Bank telah bekerja sama dengan pemerintah dalam mempromosikan Indonesia sebagai tujuan investasi dengan memanfaatkan jaringan, keahlian pasar, dan hubungan dekat kami dengan klien kami. Kami telah melakukan beberapa road show bersama untuk mempromosikan Indonesia dan telah mengumpulkan minat serius dari perusahaan di seluruh kawasan untuk mendirikan usaha di negara ini,”pungkas Andrew.

 
 
 
 
 
Previous Post

Genjot Ekspor Produk UMKM, Mendag Kunjungi Hypermarket Abu Dhabi

Next Post

BRI CIptakan Inovasi Tukar Poin Jadi Pohon

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Kikis Inefisiensi, Kemenkeu Selamatkan Anggaran Rp170 Triliun Tanpa Ganggu Birokrasi

Defisit APBN Tembus Rp319 Triliun per September 2026, Menkeu Pastikan Postur Fiskal Tetap Kredibel

by Stella Gracia
9 Oktober 2026 - 14:13

APBN membukukan defisit Rp319 triliun atau 1,24 persen PDB per September 2026, Menkeu Suahasil Nazara pastikan disiplin fiskal terjaga. Stabilitas.id...

Ekonomi RI Kuartal I/2026 Melesat 5,61%, Konsumsi Pemerintah dan Investasi Jadi Motor

Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen: Pemerintah Butuh Investasi Rp2.258 Triliun pada 2027

by Stella Gracia
9 Oktober 2026 - 14:10

Pemerintah membidik pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027 dengan kebutuhan investasi Rp2.258 triliun yang ditopang transisi energi dan hilirisasi digital....

Dari Helai Benang ke Pasar Global, BI Menganyam Asa Baru Ekonomi Flobamorata

Dari Helai Benang ke Pasar Global, BI Menganyam Asa Baru Ekonomi Flobamorata

by Sandy Romualdus
8 Oktober 2026 - 10:15

BI NTT dan Pemprov gelar Flobamorata Creative Expo 2026 di Kupang. Dorong ekspor kakao Sikka Rp1,1 miliar ke Australia dan...

Uang Beredar Tumbuh 4,9% di Mei 2025, Stabilitas Rupiah Tetap Terjaga di Tengah Dinamika Global

Uang Primer Adjusted Tembus Rp2.353 Triliun: BI Catat Lonjakan Uang Kartal 11,8 Persen

by Sandy Romualdus
7 Oktober 2026 - 18:26

Uang Primer Adjusted Bank Indonesia tumbuh 9,3 persen mencapai Rp2.353,1 triliun pada September 2026 didorong kenaikan uang kartal 11,8 persen....

Cadangan Devisa Maret 2025 Meningkat Jadi 157,1 Miliar Dolar AS

Tahan Gejolak Global: Cadangan Devisa Indonesia Stabil di Angka US$146 Miliar

by Sandy Romualdus
7 Oktober 2026 - 18:24

Cadangan devisa Indonesia September 2026 terjaga di level 146,3 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 5,3 bulan impor dan pembayaran...

Tindak Lanjut Putusan MK: Menaker Beberkan Poin Kunci UU Pelindungan Ketenagakerjaan Anyar

Tindak Lanjut Putusan MK: Menaker Beberkan Poin Kunci UU Pelindungan Ketenagakerjaan Anyar

by Sandy Romualdus
7 Oktober 2026 - 18:16

Menaker Yassierli membeberkan poin kunci UU Pelindungan Ketenagakerjaan mencakup larangan tahan ijazah, uang saku magang, hingga cadangan pesangon PHK. Stabilitas.id...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Bukan Cuma Urusan Tim IT: Praktisi Teknologi BNI dan CIMB Niaga Ungkap Kunci Sukses Adopsi AI

Defisit APBN Tembus Rp319 Triliun per September 2026, Menkeu Pastikan Postur Fiskal Tetap Kredibel

Bank Raya Tunjuk Direktur Bisnis Baru di Tengah Pertumbuhan Kredit Digital 22 Persen

Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen: Pemerintah Butuh Investasi Rp2.258 Triliun pada 2027

Permintaan Emas RI Melonjak 40 Persen: Bank Mandiri Hadirkan Ekosistem Bulion Terpadu di Aplikasi Livin’

Investor Muda Tembus 55 Persen Tapi Kuasai Aset Minim, Analis Ingatkan Risiko Saham Rp1 dan Short Selling

Buka Akses Modal Mini: OJK Rancang Regulasi Aset Riil Tertokenisasi dan Stablecoin

Insentif Likuiditas Tembus Rp461 Triliun: BI Guyur Kredit Perumahan Rp68 Triliun Serap 500 Ribu Pekerja

KPR Bank Danamon Tumbuh 5 Persen Ditopang Segmen Rumah Rp1,5 Miliar

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
BRI CIptakan Inovasi Tukar Poin Jadi Pohon

BRI CIptakan Inovasi Tukar Poin Jadi Pohon

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance