• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Minggu, Februari 22, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Kolom

Strategi Penerapan Keamanan Siber di Perbankan

oleh Sandy Romualdus
11 Agustus 2023 - 12:32
499
Dilihat
Strategi Penerapan Keamanan Siber di Perbankan
0
Bagikan
499
Dilihat

Oleh : Novita Yuniarti, Assistant Programmer LPPI

SERANGAN siber memiliki dampak yang serius dan menjadi isu kritis dalam digitalisasi keuangan dan perbankan. Seiring dengan makin meningkatnya penggunaan teknologi informasi dan internet saat ini, perbankan menjadi lebih rentan terhadap serangan siber. Sebut saja serangan malware, pencurian data pribadi hingga pelanggaran privasi yang meluas.

Oleh sebab itu, penerapan keamanan siber dalam industri perbankan hal mutlak dan tidak bisa ditawar lagi mengingat sensitivitas dan nilai data yang ada di dalamnya. Selain itu bank-bank di Indonesia juga perlu memperkuat sistem pertahanan digital karena serangan siber semakin hari menjadi semakin kompleks dan canggih. Berdasarkan data International Monetary Fund (IMF) tahun 2020, sebagaimana dikutip oleh Otorias Jasa Keuangan, total kerugian rata-rata tahunan akibat serangan siber di sektor jasa keuangan secara global mencapai sekitar 100 miliar dollar AS.

Beberapa waktu lalu, sebuah bank mengalami serangan peretas dan sempat lumpuh selama beberapa hari akibat ransomware. Peretas mengenkripsi data-data berharga milik target kemudian meminta sejumlah uang tebusan. Bank tersebut pada akhirnya harus kehilangan potensi bisnis selama beberapa hari itu dan lebih parah lagi adalah terkena risiko reputasi.

BERITA TERKAIT

OJK Perketat Seleksi Bos Multifinance & Modal Ventura, Ini Alasannya

TÜV Rheinland Kuatkan Standar Keamanan EV, Soroti Risiko Asuransi dan SDM

Lewat Dialog Akhir Tahun, OJK Tekankan Penguatan UMKM, KPR, dan Digitalisasi Keuangan

Maybank Indonesia Genjot Transformasi Digital, M2U ID App Masuki Fase Pengembangan Baru

Otoritas sejatinya sudah melihat risiko yang bakal ditimbulkan dari perkembangan teknologi terutama karena ancaman siber dan insiden siber yang meningkat. Otortias Jasa Keuangan telah merilis aturan baru untuk mendukung ketahanan dan keamanan siber perbankan umum yang tertuang dalam Surat Edaran OJK (SEOJK) Nomor 29/SEOJK.03/2022 yang diterbitkan pada 27 Desember 2022.

Dengan adanya aturan itu sejatinya bank harus sudah memastikan bahwa layanannya sudah memenuhi standar keamanan yang minimal. Namun begitu perlu juga kiranya menerapkan strategi tambahan agar system keamanan mereka bisa lebih optimal. Berikut merupakan beberapa strategi yang dapat diterapkan dalam dunia perbankan untuk menjaga keamanan siber, berdasarkan pengalaman dan best practices di dunia.

Pertama, bank harus memiliki kebijakan dan prosedur yang jelas terkait keamanan siber. Hal ini termasuk kebijakan penggunaan kata sandi yang kuat, kebijakan akses yang terbatas serta prosedur yang rinci untuk melindungi dan mengamankan data nasabah.

Kedua, bank perlu mengelola akses ke sistem mereka dengan hati-hati. Ini termasuk menerapkan kebijakan akses yang kuat, seperti autentikasi multifactor dan penggunaan kata sandi yang kompleks. Hanya karyawan yang memerlukan akses yang diberikan izin khusus dan ditinjau secara teratur.

Ketiga, bank harus memiliki sistem pemantauan dan pengawasan yang kuat untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan. Sistem ini dapat mengidentifikasi upaya masuk yang tidak sah, kegiatan mencurigakan di dalam jaringan atau penyalahgunaan akses yang ada.

Keempat, bank harus melindungi jaringan mereka dengan mengadopsi tindakan keamanan seperti penggunaan firewall, penggunaan enkripsi data dan pemantauan kegiatan jaringan yang mencurigakan. Jaringan dan infrastruktur juga harus diperbarui secara teratur untuk mengatasi celah kerentanan yang ditemukan.

Kelima, aplikasi perbankan juga harus dirancang dengan mempertimbangkan aspek keamanan untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kerentanan dalam kode aplikasi. Selain itu, perbankan harus memperbarui aplikasi mereka secara teratur termasuk pembaruan keamanan.

Keenam, pelatihan keamanan siber harus menjadi prioritas untuk semua karyawan di perbankan. Ini termasuk peningkatan kesadaran tentang serangan phishing, upaya phising sosial, serta pentingnya menjaga kerahasiaan data dan melaporkan aktivitas mencurigakan.

Ketujuh, kerjasama dengan industri perbankan dan otoritas keamanan untuk berbagi informasi tentang ancaman yang baru muncul dalam membantu membangun kecerdasan keamanan yang lebih luas dan meningkatkan kemampuan untuk mengatasi serangan siber.

Kedelapan, bank harus memiliki rencana pemulihan bencana dan rencana darurat yang terperinci yang mencakup Langkah-langkah pemulihan, pemulihan data dan pemulihan operasional untuk mengurangi dampak serangan.

Kesembilan, bank harus secara teratur melakukan uji penetrasi dan audit keamanan oleh pihak independen dalam membantu mengidentifikasi kerentanan yang mungkin ada dalam sistem secara keseluruhan.

Dalam menghadapi ancaman keamanan siber yang semakin kompleks, penerapan strategi keamanan siber yang holistik dan terpadu menjadi kunci. Bank dapat meningkatkan pertahanan layanan perbankan terhadap serangan siber dan melindungi data nasabah dengan menerapkan strategi-strategi diatas.

Penerapan keamanan siber di perbankan adalah upaya yang berkelanjutan dan terus memperbarui dan meningkatkan sistem keamanan perbankan untuk menghadapi ancaman yang semakin maju dan kompleks. Ini semua adalah tanggung jawab bersama antara bank, nasabah dan pemangku kepentingan lainnya untuk menjaga integritas, kerahasiaan dan ketersediaan data serta layanan perbankan yang semakin lebih baik.***

Tags: Keamanan SiberKolom LPPI
 
 
 
 
Sebelumnya

KPR BRI Tawarkan Bunga Menarik dan Bebas Ribet

Selanjutnya

Mendag: Ekspansi Ekspor melalui Kerja Sama dengan ITPC

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Penurunan Mendalam Pasar Saham Indonesia 18 Maret 2025

Penurunan Mendalam Pasar Saham Indonesia 18 Maret 2025

oleh Sandy Romualdus
21 Maret 2025 - 09:16

Oleh : Dr. Katarina Setiawan, Chief Economist & Investment Strategist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Tanggal 18 Maret 2025 pasar...

Serangan Hacker terhadap Pusat Data Nasional: Sebuah Renungan Bernegara

Serangan Hacker terhadap Pusat Data Nasional: Sebuah Renungan Bernegara

oleh Stella Gracia
26 Juni 2024 - 15:05

Oleh Achmad Nur Hidayat, Pakar Kebijakan Publik dan Ekonom UPN Veteran Jakarta Baru-baru ini, Indonesia dikejutkan oleh serangan siber besar-besaran...

Praktik Sustainable: Harapan Besar pada Bank

Praktik Sustainable: Harapan Besar pada Bank

oleh Sandy Romualdus
21 September 2023 - 16:34

Oleh Ahmed Zulfikar, Relationship Manager LPPI SAAT ini isu perubahan iklim telah menjadi topik hangat yang hampir selalu dibahas dalam...

Kilas Balik Pandemi COVID-19: Strategi Cermat India yang Terhambat Sistem Pasar Obat-Obatan Dunia

Kilas Balik Pandemi COVID-19: Strategi Cermat India yang Terhambat Sistem Pasar Obat-Obatan Dunia

oleh Sandy Romualdus
3 Juni 2023 - 20:20

Oleh : Baiq Shafira Salsabila, Diospyros Pieter Raphael Suitela, Muhammad Faiz Ramadhan * INDIA adalah salah satu negara berkembang dengan industri farmasi terbesar...

Fenomena Bank Digital: Tren Naik, Harus Diimbangi dengan Literasi Digital

Transformasi Digital vs Literasi Digital

oleh Sandy Romualdus
14 Februari 2023 - 08:10

Oleh Danal Meizantaka Daeanza - Assistant Programmer LPPI Perubahan yang terjadi di dunia selama satu dekade belakangan ini sangat signifikan....

Ekonomi Global akan Hadapi Risiko Fragmentasi

Ekonomi Global akan Hadapi Risiko Fragmentasi

oleh Sandy Romualdus
5 Januari 2023 - 11:35

Salah satu risiko yang harus diwaspadai oleh seluruh pelaku usaha adalah risiko keterpisahan dampak Covid-19 pada pertumbuhan ekonomi. Yang maju...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Puncak BIK 2025: Ribuan Warga Banyumas Dapat Akses Keuangan Baru dari LJK

    OJK Tunjuk Friderica sebagai ADK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Akhiri Riwayat BPR Bank Cirebon, Ini Kronologi Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Jejak Panji Irawan, Dirut Bank Mandiri Taspen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Korupsi Pertamina, Riza Chalid Masuk Daftar Buronan Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

HPSN 2026: BNI Perkuat Aksi Lingkungan, 423 Kg Sampah Berhasil Diangkut dari Pantai Mertasari

BNI Rayakan Imlek 2577 Kongzili Bersama Nasabah, Perkuat Komitmen Tumbuh Berkelanjutan

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Siap-siap! THR TNI/Polri dan ASN Mulai Disalurkan Minggu Pertama Ramadan

Purbaya Tolak Usulan IMF Naikkan PPh 21, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

Strategi Pembiayaan APBN: Serapan Lelang SUN Tembus Rp40 Triliun di Tengah Penurunan Bids

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Mendag: Ekspansi Ekspor melalui Kerja Sama dengan ITPC

Mendag: Ekspansi Ekspor melalui Kerja Sama dengan ITPC

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance