• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Info Otoritas

Sustainable Finance Dorong Jasa Keuangan Ciptakan Keselarasan Ekonomi dan Sosial

by Stella Gracia
15 November 2016 - 00:00
6
VIEWS
0
SHARES
6
VIEWS

JAKARTA, Stabilitas–Otoritas Jasa Keuangan menyusun road map sustainable finance untuk mendorong jasa keuangan dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang menghasilkan keselarasan bukan hanya profit namun juga dampak positif bagi sosial dan lingkungan. Kebijakan ini akan diterapkan mulai 2017 setelah disusun sejak Desember 2014.

Sustainable finance mengacu pada prinsip ekonomi berkelanjutan yang mencakup aspek ekonomi, aspek sosial, dan aspek lingkungan. Hal ini sejalan dengan pengelolaan perubahan iklim melalui pengelolaan sumber daya alam, pengembangan sumber daya alternatif, serta pemeliharaan ekosistem yang terancam.

  • Baca juga: OJK: Program Suistanable Finance Dukung Komitmen Pemerintah di G20

“Sustainable growth tidak bisa dilihat dari kredit dan sustainable economy saja. Pimpinan bank tidak hanya bisa melihat keuntungan. OJK menjelaskan ada kriteria baru, sustainable baru, lembaga bank orientasinya harus berubah,” terang Ahli Ekonomi sekaligus Ahli Lingkungan Hidup, Emil Salim pasa Media Workshop di Jakarta, Selasa (15/11).

BERITA TERKAIT

OJK: Program Suistanable Finance Dukung Komitmen Pemerintah di G20

Jauh sebelum OJK menyusun sustainable finance, Cina telah menerapkan regulasi bagi lembaga keuangan untuk memerhatikan dampak lingkungan dan sosial bagi masyarakat, hal tersebut bisa menjadi pertimbangan bagi Indonesia khususnya OJK untuk merubah sistem keuangan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi.

  • Baca juga: Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

“Ketika pembagunan itu akan berjalan maka perlu financing maka perlu sustainable finance atau 3 pilar. Ekonomi, people, lingkungan. Gak bisa berorientasi hanya pada profit, karena bisa aja pertumbuhan GDP tinggi tapi sosial rusak. Walaupun sudah ada di AMDAL masih banyak proyek yg berdampak negatif bagi sosial dan lingkungan. Cina sudah memasukkan regulasi ke lembaga jasa keuangan. Kita melihat itu bisa jadi pertimbagan, karena dampak lingkungan di Cina besar,” terang Deputi Komisioner Pengawas Perbankan, Mulya Efendi Siregar.

OJK akan memberi konsekuensi dan insentif bagi industri jasa keuangan yang memberikan kredit kepada industri berdampak pada lingkungan. OJK juga berharap agar regulasi ini nantinya industri jasa keuangan sadar akan dampak lingkungan dan sosial.

  • Baca juga: Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

“Tentu ada konsekuensi dari OJK kepada bank yg memberi kredit pada perusahaan berdampak buruk. Bukan hanya sanksi, tapi insentif. Harapan kami dengan adanya regulasi itu antara profit dengan dampak sosial dan lingkungan, sebagai guidance di OJK ada pengawasan di masing2 sektor. Induknya akan ada POJK mengenai sustainable finance, pertengahan 2017. Bukan menutupi kelangsungan perusahaan yg beroperasi, namun jika ada kesadaran maka tidak akan sulit,” tutur Mulya.

Program keuangan berkelanjutan ini didukung oleh beberapa peraturan yaitu Undang-undang Perseroan Terbatas Nomor 40 tahun 2007, Undang-undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup nomor 32 tahun 2009, dan PBI tentang Penilaian Kualitas Aset Bank Umum nomor 14/15/PBI/2012. OJK juga pernah bekerja sama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menyelenggarakan Training Analisis Lingkungan (TAL) pada tahun ini, tujuannya untuk meningkatkan portofolio industri jasa keuangan pada sektor ekonomi ramah lingkungan khususnya sektor energi baru terbarukan dan konservasi energi. (Ima)

Tags: OJK,Suistanable Finance
 
 
 
 
 
Previous Post

OJK Dorong UUS Lakukan Spin Off

Next Post

OJK Rancang Regulasi Perlindungan Konsumen Fintech

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

by Sandy Romualdus
17 Oktober 2026 - 00:22

LPS menargetkan aktivasi Program Penjaminan Polis asuransi berlaku mulai Juli 2027 dengan menerapkan skema pendaftaran bertahap dan seleksi kesehatan modal....

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 19:45

OJK menjatuhkan denda rekor total Rp2,1 triliun kepada DSSA, BREN, dan CUAN atas pelanggaran manipulasi pasar dan penjatahan semu penawaran...

Dorong UMKM Naik Kelas, BNI Buka Lapak Kuliner Nusantara di Ajang Balap Dunia

Kenalkan Tokenisasi Aset Riil di Unair: OJK Minta Mahasiswa Cermati Prinsip 2L dan Hindari FOMO

by Stella Gracia
14 Oktober 2026 - 09:08

OJK menggelar Digital Financial Literacy 2026 di Unair Surabaya untuk mengedukasi mahasiswa mengenai peluang tokenisasi RWA dan prinsip investasi 2L....

Indonesia Tuan Rumah BCBS–ICBS 2026 di Bali: Bahas Risiko Kripto hingga Komputasi Kuantum Perbankan

Indonesia Tuan Rumah BCBS–ICBS 2026 di Bali: Bahas Risiko Kripto hingga Komputasi Kuantum Perbankan

by Stella Gracia
12 Oktober 2026 - 23:01

OJK dan BI menjadi tuan rumah BCBS–ICBS 2026 di Bali, mempertemukan 300 pengawas bank dari 60 negara guna membahas risiko...

Meruntuhkan Sekat Laboratorium: Saat Perempuan Memimpin Gelombang Inovasi Digital

Meruntuhkan Sekat Laboratorium: Saat Perempuan Memimpin Gelombang Inovasi Digital

by Sandy Romualdus
12 Oktober 2026 - 11:36

BI dorong talenta digital perempuan lewat ajang PIDI di FEKDI x IFSE 2026. Destry Damayanti tegaskan perempuan harus bertransformasi jadi...

Sekali Pindai Lintas Samudra: Langkah Berani QRIS Menguasai Pasar Pembayaran Antarnegara

Sekali Pindai Lintas Samudra: Langkah Berani QRIS Menguasai Pasar Pembayaran Antarnegara

by Sandy Romualdus
12 Oktober 2026 - 11:33

BI luncurkan Indonesia Travel Pack 2026 dan perkuat QRIS Antarnegara di FEKDI x IFSE. Transaksi tembus Rp6,2 triliun, dorong belanja...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post

OJK Rancang Regulasi Perlindungan Konsumen Fintech

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance