Stabilitas.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Sukamiskin melakukan manuver ekspansi produk hasil pembinaan kemandirian dengan memamerkan Kapal SB-6 (Suka Boat 6 meter) dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 di JIExpo Kemayoran. Langkah ini menandai masuknya karya warga binaan ke pasar industri maritim nasional.
Kapal cepat berbahan fiberglass tersebut dirancang sebagai kendaraan multifungsi dengan kapasitas enam penumpang dan daya angkut mencapai 500 kilogram. Produk di bawah program ‘Sukakapal’ ini diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan sektor rekreasi, transportasi perairan, hingga kebutuhan Search and Rescue (SAR).
Kepala Lapas Kelas I Sukamiskin, Fajar Nur Cahyono, menyatakan bahwa partisipasi dalam pameran otomotif skala internasional ini merupakan implementasi program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan tahun 2026 untuk menghasilkan produk bernilai guna dan kompetitif secara komersial.
“Kami memaksimalkan potensi warga binaan yang mayoritas memiliki latar belakang pendidikan tinggi melalui training center pembuatan kapal. Hasilnya adalah produk yang siap diuji secara teknis maupun pasar,” ujar Fajar di arena IIMS 2026, dikutip Kamis (19/2/2026).
Inovasi dari Balik Tembok
Produksi SB-6 melibatkan proses teknis yang ketat di bengkel kerja Lapas Sukamiskin. Pihak lapas menjalin kolaborasi dengan berbagai stakeholder industri maritim, mulai dari produsen material, naval architect, hingga penyedia alat navigasi untuk memastikan standar kualitas produk.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat, Kusnali, menambahkan bahwa program ini merupakan pilot project inovasi yang diharapkan dapat diduplikasi oleh lapas lain, terutama yang berada di wilayah pesisir.
“Jawa Barat memiliki sejumlah lapas di pesisir. Harapannya, Sukakapal dapat berkontribusi nyata pada program ketahanan pangan lewat modernisasi kapal nelayan, hingga mendukung industri pertahanan nasional melalui pengembangan kapal cepat berbahan aluminium,” jelas Kusnali.
Prospek Bisnis dan Reintegrasi
Kehadiran SB-6 di IIMS 2026 bukan sekadar pameran keterampilan, melainkan strategi membuka peluang kerja bagi warga binaan setelah masa pidana berakhir. Dengan pasar properti dan pariwisata perairan yang terus berkembang, keterampilan spesifik di bidang manufaktur kapal diyakini menjadi modal kuat untuk berwirausaha atau terserap ke industri galangan kapal nasional.
Selain aspek komersial, program ini menjadi instrumen reintegrasi sosial yang efektif, di mana masyarakat dapat melihat langsung kemampuan produktif warga binaan yang kini mampu bersaing dengan produk industri massal.***





.jpg)










