• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Selasa, Juli 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Target Penerbitan Rp20 Triliun, Kemenkeu Resmi Tawarkan SBN Ritel Seri ORI030

oleh Sandy Romualdus
8 Juli 2026 - 12:50
28
Dilihat
Target Penerbitan Rp20 Triliun, Kemenkeu Resmi Tawarkan SBN Ritel Seri ORI030
0
Bagikan
28
Dilihat

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan resmi menawarkan SBN ritel seri ORI030 dengan target indikatif Rp20 triliun dan pilihan kupon tetap hingga 7,00%.

Stabilitas.id – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi membuka masa penawaran Surat Berharga Negara (SBN) ritel jenis Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI030. Masa penawaran instrumen investasi ini berlangsung mulai 6 Juli hingga 30 Juli 2026 dengan target perolehan dana indikatif sebesar Rp20 triliun.

Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kemenkeu, Novi Puspita Wardani, menjelaskan bahwa target indikatif tersebut bersifat fleksibel. Pemerintah dapat melakukan penyesuaian kuota penerbitan sejalan dengan dinamika progres penjualan di lapangan serta perkembangan kondisi pasar keuangan domestik.

Pada penerbitan kali ini, ORI030 hadir dalam dua pilihan tenor investasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan likuiditas masyarakat, yakni tenor 3 tahun (ORI030T3) dan tenor 6 tahun (ORI030T6). Masing-masing seri menawarkan tingkat kupon tetap (fixed rate) yang kompetitif dan dapat diperjualbelikan kembali (tradable) di pasar sekunder.

BERITA TERKAIT

Fundamental Kokoh, BI Sebut Tekanan Rupiah Murni Terkerek Sentimen Global

BI Rate Mendaki, OJK Tegaskan Likuiditas Perbankan Tetap Tebal dan Kredit Tumbuh 11,51%

Suku Bunga Tinggi dan Rupiah Loyo, OJK Evaluasi Revisi Rencana Bisnis 105 Bank

Dongkrak Likuiditas Sukuk Negara, BEI Luncurkan Fitur Repo SBSN di Platform SPPA

“ORI030 memiliki daya tarik utama sebagai instrumen investasi yang aman karena dijamin oleh Undang-Undang, kupon tetap yang kompetitif, kupon dibayarkan secara bulanan sehingga menjaga arus kas, risiko yang relatif rendah, serta fleksibilitas untuk diperdagangkan di pasar sekunder setelah masa minimum kepemilikan,” kata Novi, dikutip Rabu (8/7).

Pemerintah menyuntikkan karakteristik khusus pada salah satu varian ORI030 kali ini sebagai bagian dari komitmen pembiayaan hijau dan pembangunan berkelanjutan. Berikut adalah rincian spesifikasi produk ORI030 yang sedang ditawarkan kepada publik:

Seri SBN Ritel Jangka Waktu (Tenor) Tingkat Kupon (Fixed Rate) Karakteristik Khusus / Status Produk
ORI030T3

3 Tahun

6,90% per tahun

Kupon bulanan tetap, dapat diperdagangkan di pasar sekunder.

ORI030T6

6 Years (6 Tahun)

7,00% per tahun

Berstatus sebagai SDG Bond Ritel untuk pembiayaan program berkelanjutan.

Guna mengoptimalkan penyerapan pasar, Kemenkeu fokus memperluas basis jangkauan investor ritel melalui penguatan literasi digital dan kemudahan pembelian lewat kanal online mitra distribusi resmi. Pemerintah juga berkomitmen menjaga kepercayaan pasar melalui pengelolaan SBN dan APBN secara disiplin dan terukur.

Daya Tarik Kupon 

Ekonom Universitas Andalas, Syafruddin Karimi, menilai langkah pemerintah mematok kupon di level 6,90% dan 7,00% sudah cukup akomodatif untuk bersaing dengan instrumen pendapatan tetap lainnya. Prospek imbal hasil SBN ritel sepanjang semester II-2026 diproyeksikan tetap tinggi karena tekanan yield di pasar obligasi pemerintah belum sepenuhnya mereda.

“Pasar pendapatan tetap masih menunjukkan biaya modal mahal, dengan BI Rate berada di 5,75%, yield obligasi pemerintah tenor pendek-menengah tinggi, dan risiko sovereign belum turun merata,” ungkap Syafruddin.

Menurut Syafruddin, terdapat sejumlah faktor makroekonomi domestik yang menopang bertahannya era kupon tinggi ini, di antaranya:

  • Kerentanan Nilai Tukar: Posisi mata uang rupiah yang masih bergerak rentan di pasar valas.

  • Defisit Neraca Perdagangan: Realisasi kinerja perdagangan per Mei yang mencatatkan defisit sebesar US$ 1,61 miliar akibat penurunan ekspor dan kenaikan impor.

  • Laju Inflasi Nasional: Posisi inflasi per Juni yang bertengger di level 3,34%.

Meskipun ORI030 dikategorikan sebagai instrumen yang aman dari risiko gagal bayar (default risk) karena dijamin penuh oleh negara, Syafruddin mengingatkan investor ritel untuk tidak abai terhadap risiko pasar (market risk).

Karena sifat ORI030 bisa diperdagangkan secara bebas setelah masa minimum kepemilikan terlewati, harga obligasi ini di pasar sekunder berpotensi mengalami penurunan (depresiasi nilai pokok) jika yield pasar merangkak naik melebihi tingkat kupon.

Oleh sebab itu, para pemodal disarankan untuk melakukan pembelian secara selektif dengan menyesuaikan jangka waktu investasi, rencana perputaran likuiditas pribadi, serta proyeksi arah suku bunga acuan ke depan. Untuk instrumen yang tidak dapat diperdagangkan, investor harus bersiap memegangnya hingga jatuh tempo atau memanfaatkan opsi pelunasan dipercepat (early redemption) jika difasilitasi. ***

Tags: bi rateDJPPR KemenkeuNovi Puspita Wardaniobligasi negara ritelORI030pasar sekunderSBN RitelSDG Bondsuku bungaSyafruddin Karimi
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Tren Positif Berlanjut, Penjualan Mobil Nasional Juni 2026 Melesat Hingga 12%

Selanjutnya

Dongkrak Likuiditas Sukuk Negara, BEI Luncurkan Fitur Repo SBSN di Platform SPPA

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Minat Jadi Mitra MagangHub 2026? Kemnaker Tegaskan Perusahaan Wajib Terdaftar di WLKP

Minat Jadi Mitra MagangHub 2026? Kemnaker Tegaskan Perusahaan Wajib Terdaftar di WLKP

oleh Stella Gracia
21 Juli 2026 - 13:38

Kemnaker tegaskan perusahaan mitra Program MagangHub 2026 wajib terdaftar di WLKP. Simak syarat lengkap dan cara verifikasinya di sini. Stabilitas.id...

BI: Bursa Mineral Bakal Berantas Praktik Nakal ‘Transfer Pricing’ dan Tarik Investasi Riil

BI: Bursa Mineral Bakal Berantas Praktik Nakal ‘Transfer Pricing’ dan Tarik Investasi Riil

oleh Stella Gracia
17 Juli 2026 - 08:16

DGS BI Destry Damayanti menilai Bursa Mineral dan Komoditas Strategis bakal menyapu bersih praktik nakal transfer pricing dan mendongkrak investasi...

Bidik Status Hub Perdagangan Dunia, OJK Targetkan Bursa Mineral Beroperasi 1 Januari 2027

Bidik Status Hub Perdagangan Dunia, OJK Targetkan Bursa Mineral Beroperasi 1 Januari 2027

oleh Stella Gracia
17 Juli 2026 - 08:15

OJK menargetkan bursa mineral dan komoditas strategis beroperasi penuh per 1 Januari 2027. Langkah ini menggeser sebagian wewenang Bappebti ke...

Atasi Hambatan Investasi, Satgas P2SP Selesaikan 58 Aduan Pelaku Usaha hingga April 2026

Ogah Naikkan Tarif, Menkeu Purbaya Pilih Strategi ‘Angsa Emas’

oleh Stella Gracia
17 Juli 2026 - 07:22

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tidak akan menaikkan tarif pajak. Strategi difokuskan pada ekstensifikasi dan kepatuhan pajak jualan online....

Pasar Modal: Agar Tidak Terus Jadi Followers

S&P Tahan Rating RI, Menkeu Purbaya: Sentimen Negatif Sirna, Siap-Siap Beli Saham!

oleh Stella Gracia
16 Juli 2026 - 16:33

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menilai keputusan S&P mempertahankan rating BBB Indonesia mematahkan kekhawatiran pasar. Ia menyentil lembaga rating lain yang...

Hari Ini BEI Mulai Pencatatan Obligasi Tiga Emiten

Formula Baru Price-Impact Ratio Rilis, 37 Saham Masuk Daftar HSC BEI

oleh Stella Gracia
16 Juli 2026 - 09:28

BEI menegaskan saham kategori High Shareholding Concentration (HSC) diharamkan masuk indeks utama seperti LQ45 dan IDX30. Simak kriteria baru price-impact...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Kejar Target Rp2.357 Triliun, DJP Bidik Rp200 Triliun dari Ekstensifikasi Pajak

    Tarik PPh 22 di Marketplace, DJP Bidik Pajak Digital Melonjak Hingga Rp 24 Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DJP Kejar Pajak Digital, Strava dan Kling AI Resmi Kena PPN 11 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Danamon-Manulife Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Laba Rp66,59 Miliar, RUPST KB Bank (BBKP) Rombak Jajaran Direksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Daftar Forbes 2026: BCA Peringkat 1 Bank Terbaik RI, SeaBank Juara di Kategori Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Persaingan Asuransi Makin Ketat, Ini Daftar Market Leaders 2026

Volume Transaksi BNIdirect Tembus Rp 15,39 Triliun, BNI Dinobatkan Jadi Best SME Bank

Minat Jadi Mitra MagangHub 2026? Kemnaker Tegaskan Perusahaan Wajib Terdaftar di WLKP

The Busyness Trap

Stabilitas Edisi 224 : Alarm Waspada dari Bank Sentral

Marak CS Palsu dan Modus Galbay, SPinjam Imbau Pengguna Gunakan Kanal Resmi

OJK Siapkan Tiga Fokus Strategis Mendorong Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah

OJK Blokir 32.454 Rekening Judi Online, Perbanas Perketat Sistem Pengawasan Fraud

Pacu Bisnis Konsumer, BRI Kembali Siapkan KKB Expo Serentak di 131 Titik

STABILITAS CHANNEL

 
Selanjutnya
Dongkrak Likuiditas Sukuk Negara, BEI Luncurkan Fitur Repo SBSN di Platform SPPA

Dongkrak Likuiditas Sukuk Negara, BEI Luncurkan Fitur Repo SBSN di Platform SPPA

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance